Niat Puasa Idul Adha : Tarwiyah, Arafah Arab Latin & Artinya

Posted on
0
()

Niat Puasa Idul Adha : Tarwiyah, Arafah Arab Latin & Artinya – Pada kesempatan ini Duta Dakwah akan membahas tentang Puasa Idul Adha. Yang mana tentang puasa arafah dan tarwiyah pada hari raya idul adha, doa dan niat dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih detailnya silakan simak ulasan dibawah ini dengan seksama.

Niat Puasa Idul Adha : Tarwiyah, Arafah Arab Latin & Artinya

Idul Adha adalah hari besar bagi umat islam yang didalamnya terdapat keunggulan dan keistimewaan bagi orang yang merayakannya dengan berbagai amalan ibadah, atau lebih tepatnya dengan melaksanakan amalan ibadah puasa sunnah dua hari berturut-turut sebelum tanggal 10 dzulhijjah atau bisa dikenal dengan sebutan puasa arofah dan puasa tarwiyah.

Niat Puasa Idul Adha

Pada hari raya idul adha sesengguhnya tidak ada puasa, puasa pada tanggal sepulu dzukl-hijjah itu hukumnya haram,  akan tetapi disunahkan tidak makan dan minum sebelum pulang dari menunaikan sholat syunnah hari raya kurban, oleh karenanya jika kita mau mengambil sunnahnya maka sebaiknya niatkan saja dalam hati untuk mengikuti sunah tidak makan dan minum sebelum menunaikan sholat.

Dan Apabila kita ingin melafadzkan niatnya, maka in syaa Allah tidak menyalahi dengan mengucapkan sebasgai berikut:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ : نَوَيْتُ أَنْ أَمْسَكَ عَنِ الْأَكْلِ وَالشُّرْبِ غَدًا يَوْمَ عَيْدِ الْأَضْحَى مِنَ الْفَجْرِحَتَّى انْتِهَاءِ صَلَاةِ الْعِيْدِ لِلَّهِ تَعَالَى

Bismillahir rohmanir rohiim : Nawaitu An Amsaka ‘anil akli was Syurbi ghodan yauma idil adha minal fajri hattantiha-is sholatil ‘idi Lillahi Ta’ala

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang : Saya niat menahan untuk tidak makan dan minum besok pagi pada hari raya adha sejak fajar hingga selesai sholat id karena Allah ta’ala

Baca Juga :  √ Mandi Sunnah (Fiqih Madzhab Syafi’i)

Atau boleh juga mengucapkan niat seperti berikut

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ:   نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ يَوْمَ عَيْدِ الْأَضْحَى مِنَ الْفَجْرِ حَتَّى انْتِهَاءِ صَلَاةِ الْعِيْدِ لِلَّهِ تَعَالَى

Dibaca :Bismillahir rohmanir rohiim :  “Nawaitu Shauma Ghodin Yauma ‘idil Adha minal-Fajri hattan tiha-i sholatil ‘idi lillahita’aala”

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang : Saya niat puasa besok pagi pada hari raya adha mulai fajar sampai selesai sholat id karena allah.

Dan apabila lafadz niat tersebut dianggapa menyalahi aturan maka saran kami “jangan dilakukan”

Berbuka Puasanya

Jiaka suda selesai menuaikan sholat idil adha dan kemudian pulang ke rumah, maka disunahkan langsung makan diawali dengan membaca Bismillahirrohmaniorrohiim, atau mengucapkan doa seperti doa buka puasa yaitu

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ‘ala rizqika afthortu bi rohmatika ya Arhama rohimin

Artinya “Niat saya puasa besok pagi pada hari raya adha mulai terbit faja hingga selesai shalat hari raya karena Allah Ta’ala”.

Puasa Tarwiyah dan Arafah

Kedua amalan puasa tersebut termasuk salah satu bagian dari sunnah rasul yang sangat di anjurkan bagi ummatnya untuk senantiasa dilaksanakan. Kita sebagai umat beliau patut kiranya untuk lebih mengindahkan anjuran tersebut dengan menjadikan puasa arafah dan puasa tarwiyah atau niat puasa idul adha sebagai washilah atau perantara meraih kebahagian khusunya pada saat perayaan idul adha tersebut. Sebagaimana dijelaskan pada hadits berikut :

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ حَرْمَلَةَ بْنِ إِيَاسٍ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ مَاضِيَةً وَمُسْتَقْبَلَةً وَصَوْمُ عَاشُورَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Baca Juga :  Puasa Syawal : Niat, Keutamaan Dan Manfaatnya

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa’id] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Mujahid] dari [Harmalah bin Iyas] dari [Abu Qatadah] berkata; Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda; “Puasa hari ‘arafah menghapus (kesalahan) dua tahun; yang telah lalu dan yang akan datang dan puasa ‘asyura` menghapus (kesalahan) tahun lalu.” (Hadits Ahmad Nomor 21496)

Hikmah Puasa Tanggal 1 sampai 10 Bulan Dzulhijjah

Karena itu penting bagi kita mengetahui mulai dari awal bulan dzulhijjah tersebut yang memiliki hikmah dan amalan penting dalam mengisi aktivitas selama 10 hari pertama.

Hari 1 bulan dzulhijjah merupakan hari di mana Allah SWT. Mengampuni dosanya Nabi Adam AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allah SWT akan mengampuni segala dosanya. Hari 2, hari dimana Allah SWT. Mengabulkan doa Nabi Yunus dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa puasa pada hari itu maka seoalah-olah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.

Hari 3, hari di mana Allah SWT mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu maka Allah SWT akan mengabulkan segala doanya. Hari ke 4, adalah hari dimana Nabi Isa AS. Dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan.

Begitu juga pada hari ke 5, di mana Nabi Musa AS. Dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan azab kubur.Hari ke 6, hari dimana Allah SWT. Membuka pintu kebajikan untuk Nabi-Nya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allah dengan penuh Rahmat dan tidak akan diazab.

Hari ke 7 yaitu hari ditutupnya pintu jahanam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah SWT akan menutup 30 pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka 30 pintu kesenangan dan kemudahan. Hari ke 8, hari tarwiyah yang mana siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah SWT.

Baca Juga :  Hukum Menjalankan Shalat Qabliyah Isya Dan Badiyah Isya

Hari ke 9 adalah hari arafah yang mana berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Serta hari ke 10 adalah hari raya Idul Qurban yang mana barang siapa yang menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertamadarah Qurban diampunkan dosa-dosanya dan dosa anak dan istrinya.

Niat Puasa Sunnah Dari Tanggal 1 Sampai 7 Dzulhijjah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِى الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Dibaca : Bismillahir rohmanir rohiim :  “Nawaitu Shauma Syahri Dzilhijjati sunnatan lillahita’aala”
Artinya : Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang : “Niat saya puasa bulan Dzulhijjah Sunnah karena Allah Ta’ala”.

Niat Puasa Dzulhijjah Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Dibaca : Bismillahir rohmanir rohiim : “Nawaitu Shaumat Tarwiyata Sunnatan lillahita’aala”
Artinya : Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang : “Niat saya berpuasa Tarwiyah Sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Dzulhijjah Arafah tanggal 9 Dzulhijjah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Dibaca :Bismillahir rohmanir rohiim :  “Nawaitu Sahauma Arafata Sunnatan lillahita’aala”
Artinya : Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang : “Niat saya puasa Arafah sunnah karena Allah ta’ala.”

Demikianlah tentang Niat Puasa Idul Adha : Tarwiyah, Arafah Arab Latin & Artinya. Semoga dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu pengetahuan kita semua. Terima kasih.

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5