√ Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu, Rukun & Sunnahnya (Lengkap)

Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu, Rukun & Sunnahnya (Lengkap) Bismilahir-rohmanir-rohiim, Dalam Kesempatan kali ini Dutadakwah akan menyampaikan Uraian Bab Wudhu secara lengkap.

Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu, Rukun & Sunnahnya (Lengkap)

Dalam uraian tentang fasal wudhu ini kami sampaikan hanya menurut fiqih Madzhab Syafi’i, bukan menurut Madzhab Hanafi, Maliki dan Hambali. Sebelum kita menunaikan sholat wajib maupun sholat sunnah, terlebih dahulu kita harus terbebas dari hadast besar dan kecil. Hadats Besar tidak bisa disucikan dengan berwudhu, berwudhu hanya sebagai sunnah sebelum mensucikan hadats besar. Untuk Lebih jelasnya mari kita ikuti ulasan kami berikut ini:

Wajib berwudhu sebelum Sholat

Sesungguhnya Berwudhu itu bukan karena hanya mau menunaikan sholat saja akan tetapi mau memegang Al-quran pun itu wajib punya wudhu menurut madzhab Syafi’i. Sebelum kami Tuliskan Do’a-do’a Wudhu yang lengkap sebatas yang dapat kami ketahui saja mengambil dari beberapa sumber terutama dari berbagai kitab Fiqih as-Syafi’iyah dan bahkan kami mengutipanya dari Kitab Madzahibul-arba’ah Taklif Abdur-Rahman al-Jaziri dan beberapa kitab fiqih Syafi’iyah yang lain maka kami sampiakan terlebih dahulu dalilnya wajib berwudhu.

Sebenarnya memang doa yang akan kami tuliskan ini bukan termasuk dalam rukun wudhu. Akan tetapi karena doa-doa dalam segala hal itu sangat dianjurkan, maka dalam bewudhu pun bagi kami sudah terbiasa membaca do’a-do’anya.

Menganai kewajiban berwudhu ini sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an. Al-maidah ayat 6 sebagai berikut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

 “Ya ayyuhalladzina amanu idza kumtum ilas salati fagsilu wujuhakum wa aydiyakum ilal marafiqı wamsahu bi ru-usikum wa arjulakum ilal ka’bayn.”

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, (QS. Al-Maidah: 6)

Ayat ini memberikan pengertian kepada kita bahwa wudhu itu wajib dilakukan sebelum menunaikan sholat juga memberikan pemahaman akan sangat pentingnya berwudhu dalam kehidupan orang muslim sehari-hari. Lebih bagus lagi jika kita tidak pernah terputus dari wudhu.

Dan kita sebagai orang muslim yang mukmin tentu setiap sa’at kita akan berwudhu. Maka secara Otomatis kita akan membaca doa sebelum dan sesudah wudhu, oleh karena itu tidak ada salahnya kalau kita mempelajarinya agar ibadah kita semakin berkualitas. Jangan sepelekan wudhu. Karena Wudhu inilah Penyebab sah dan tidak sahnya sholat kita.

Dalam Shahih al-Bukhari Jilid 1 halaman: 48 Hadits no. 135 sebagai berikut:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ قَالَ رَجُلٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ مَا الْحَدَثُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ فُسَاءٌ أَوْ ضُرَاطٌ

“Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzhali berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazaq berkata, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan diterima shalat seseorang yang berhadats hingga dia berwudlu.” Seorang laki-laki dari Hadlramaut berkata, “Apa yang dimaksud dengan hadats wahai Abu Hurairah?” Abu Hurairah menjawab, “Kentut baik dengan suara atau tidak”

Baca Juga :  √ Doa Sholat Witir, Tasbih, Niat, Arab Indonesia Terjemah Lengkap

Dan masih banyak hadits-hadits yang menerangkan tentang wudhu, keutamaan wudhu, membaguskan wudhu dll. Oleh karenanya mari kita perbaiki wudhu sebaik mungkin.

Do’a Sebelum Wudhu:

Do’a ini dibaca ketika memegang Gayung atau cibuk atau mau buka kran:

رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَاءَ طَهُوْرًا وَالْإِسْلَامَ نُوْرًا

Robi A’udzubika min Hamazati Syayathina wa A’udzubika Robbi An-Yahdhurun, Al-Hamdu lillahil ladzi Ja’alal- ma-a Thohuran wal- Islama Nuro

Artinya: “Ya Rabb-ku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Rabb-ku, dari kedatangan mereka kepadaku.” Segala Puji Bagi Allah yang telah menjadikan air ini suci dan telah menjadikan agama islam ini cahaya penerang.

Do’a Membasuh kedua telapak tangan:

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيِّطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: اللَّهُمَّ احْفَظْ يَدَايَّ عَنْ مَّعَاصِيْكَ كُلِّهَا

A’udzubillahi minas-Syaithonir-Rojiim, Bismillahir-Rhmanir-Rohiim, Allahummahfadz Yadaya ‘an ma’ashika Kuliha.

Artinya: Aku berlindung kepada Allag dari godaan syaetan yang terkutuk, Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Ya Allah… Peliharalah kedua tanganku ]ari segala kemaksiyatan kepadamu.

Do’a Berkumur

اللَّهُمَّ اَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a-‘inniy ‘ala dzikrika wa Syukrika wa Husni ‘Ibadatik

Artinya: Ya Allah Tolonglah aku untuk senantiasa tetap berdzikir kepada-Mu dan bersyukur kepada ni’mat-Mu dan kebaikan ‘ibadahku pada-Mu.

Do’a Menghirup air

اللَّهُمَّ اَرِحْنِيْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَاَنْتَ عَنِّيْ رَاضٍ

Allahumma Arihniy ra-ihatal-Jannati wa Anta ‘Aniy Rodhin

Ya Allah harumilah aku dengan harum-haruman Syurga, dan Engkau Ridho dariku

Niat Wudhu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِّلَّهِ تَعَالَى

Bismillahir-Rhmanir-Rohiim, Nawaitul- Wudhu-a Lirof’il- hadatsil-Asghori Fardhol-lillahi ta’ala.

Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, Saya niyat berwudlu untuk menghilangkan hadats kecil pardu karena Allah.

Do’a Membasuh Muka

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ بِنُوْرِكَ يَوْمَ تَبْيَضُ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ

Allahumma Bayidh Wajhiy bi Nurika yauma Tabyadhu Wujuhu wa Taswaddu Wujuh

Aertinya: Ya Allah Putihakanlah wajahku dengan cahaya-Mu pada hari dimana wajah –wajah sama putih karena rahmat-Mu, dan pada hari dimana wajah-wajah sama hitam karena ‘adzab-Mu.

Do’a Membasuh Tangan Kanan

اللَّهُمَّ اَعْطِيْنِيْ كِتَابِيْ بِيَمِيْنِيْ وَحَاسِبْنِيْ حِسَابًا يَسِيْرًا

Allahumma A’thiniy Kitabiy bi yaminiy wa Hasibniy Hisaban Yasiro

Artinya: Ya Allah berikanlah kepadaku catatan amalku dari tangan sebelah kanan dan Hisablah aku dengan hisaban yang ringan.

Do’a Membasuh Tangan Kiri

اللَّهُمَّ لَاتُعْطِيْنِيْ كِتَابِيْ بِشِمَالِيْ وَلَا مِنْ وَّرَآءِ ظَهْرِيْ

Allahumma La Tu’thiniy Kitabiy bi Syimaliy wa La Minn Waro-I Dzohriy

Artinya: Ya Allah jangan Engkau berikan kepadaku catatan amalku dari sebelah kiri dan jangan Engkau berikan catatan ‘amalku dari belakangku.

Do’a Membasuh atau Mengusam Kepala

اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَبَشَرِيْ عَلَى النَّارِ

Allahumma Harrim Sya’riy wa Basyariy ‘alannar

Artinya:  Ya Allah Halangilah rambutku, daan kuluitku dari sentuhan api neraka.

Do’a Membasuh Telinga

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِمَّنْ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهُ

Allahummaj ‘alniy Mimayastami’unal-qaula Fayattabi’ua Ahsanah

Artinya: Ya Allah jadikanlah aku dari kelompok orang-orang yang mau mendengarkan perkataan, maka mereka menjadi patuh kepada kebaikan.

Do’a Membasuh Kaki Kanan

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تُثَبِّتْ فِيْهِ اَقْدَامُ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma Tsabbit Qodamiy ‘Ala Shirothi Yauma Tutsabbit fihi Aqdamu ‘Ibadika Sholihin

Artinya: Ya Allah tetapkanlah kaki aku diatas shirot (Jembatan shirotol Mustaqim) pada hari dimana Engkau tetapkan kaki-kaki para hamba-Mu yang shalih-shalih.

Do’a Membasuh Kaki Kiri

اللَّهُمَّ لَا تَزِلُ قَدَمِيْ فِيْ النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ اَقْدَامَ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِيْنَ

Allahumma La Tazilu Qodamiy fin Nari Yauma TaziluAqdamul- Munafiqiyna wal-Musyrikin

AArtinya:  Ya Allah Jangan Engkau menggelincirkan kaki aku telapak kaki aku ke neraka pada hari dimana Engkau menggelincirkan kaki orang-orang munafiq dan orang-orang musyrik.

Do’a Sesudah Wudhu

Sesudah itu menghadap Kiblat dan mengangkat kedua tangan terus berdo’a :

اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَّطَهِّرِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j ‘alniy minattabinna waj ‘alniy minal mutathohiirina waj ‘alniy min ‘ibadikas-shalihin.”

Baca Juga :  √ Bacaan Ziarah Di Kuburan Almarhumah ibu Singkat (Indonesia)

Artinya: “Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah yang esa , tiada sekutu bagi-Nya . Dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu adalah hamba Allah dan utusan-Nya . Ya Allah jadikanlah aku dari orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku dari orang-orang yang suci, dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba Mu yang shalih.”

Tata Cara Wudhu

Dalam cara berwudhu juga tentunya ada adab-adabnya atau tata caranya dan rangkaiannya yang benar. Mulai dari memegangng gayung atau membuka kran, membasuh telapak tangan, berkumur, menghirup air, niat sampai dengan selesai tertib rukun dan sunnahnya,

Rukun  atau FardhunyaWudhu

Rukun Wudhu yang kami sampaikan di sini adalah menurut Fiqih Madzhab Syafi’i. Sebab Rukun Wudhu Menurut Madzhab Hanafi, Maliki dan Hanbali itu sedikit ada perbedaan sebagaiman yang kami baca dalam Kitab Madzahibul arba’ah Taklif Abdur-Rahman al-Jaziri.

Rukun Wudhu ini adalah pekerjaan wudhu yang wajib dikerjakan. Jika tidak dikerjakan maka wudhunya dinyatakan tidak sah.

Adapun Fardhunya Wudhu menurut fiqih dalam Madzhab Syafi’I itu ada enam:

  1. Niat
  2. Membasuh seluruh wajah
  3. Membasuh kedua tangan hingga kedua siku
  4. Mengusap sebagian kepala, baik laki-laki atau perempuan. Atau mengusap sebagian rambut yang masih berada di batas kepala.
  5. Membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki, jika orang yang melaksanakan wudlu’ tersebut tidak mengenakan dua muza. Jika dia mengenakan dua muza, maka wajib bagi dia untuk mengusap kedua muza atau membasuh kedua kaki.
  6. Tertib di dalam pelaksanaan wudlu’ sesuai dengan cara yang telah saya jelaskan

Demikan itullah Fardhunya Wudhu

Sunah-sunah wudhu

Sunah-sunahnya Wudhu itu banyak sekali sebagimana dalam Fathulqorib diterangkan ada sepuluh itu tidak termasuk bacaan-bacaan do’a yang sudah kami tulis di atas. Adapun sepuluh Sunah-sunahnya wudhu itu adalah:

  1. Membaca basmalah di awal pelaksanaan wudlu’
  2. Membasuh kedua telapak tangan hingga kedua pergelangan tangan sebelum berkumur.
  3. Berkumur setelah membasuh kedua telapak tangan
  4. Istinsyaq sudah bisa didapat dengan memasukkan air ke dalam hidung,
  5. Mengusap seluruh bagian kepala
  6. Mengusap seluruh bagian kedua telinga
  7. Menyelah-Nyelahi Jenggot, Jari Kedua Tangan dan Kaki
  8. Mendahulukan Bagian Kanan
  9. Mengulangi Tiga Kali
  10. Muwalah (Terus Menerus)

Prakte wudhu

Dalam Praktek berwudhu yang baik seperti yang akan kami contohkan di bawah ini, kami mengajak untuk memperbaiki niat secara totalitas, sebab Rsulullah saw bersabda:

عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ – رضي الله عنه – قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ: “إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ” (متفق عليه)

Artinya: Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Maka dengan ini kami mengajak mari kita niatkan semata hanya karena Allah dan mengharap ridha Allah SWT demi kabaikan ibadah kita.

Seandainya kita berwudhu dengan menggunakan kran maka seperti berikut inilah cara prakteknya:

  1. Pegang Pembuka kran buka perlahan alirkan air secukupnya dan jangan boros, sambil baca Do’a Sebelum Wudhu:
  2. Kumbah dulu kedua telapak tangannya tiga kali sambil baca Do’a Membasuh kedua telapak tangan
  3. Berkumur sebaiknya dibarengkan dengan Menghirup air tiga kali sambil baca Do’a Berkumur dan Do’a Menghirup air.
  4. membasuh Muka mulai dari atas secara merata ke seluruh wajah tiga kali diawali dengan ucapan Niat kemudian Hati berucap berbarenagan dengan membasuh muka disambung dengan bacaan Do’a Membasuh Muka.
  5. Membasuh Tangan kanan sampai siku tiga kali sambil membaca Do’a Membasuh Tangan Kanan
  6. Membasuh Tangan kiri sampai siku tiga kali sambil membaca Do’a Membasuh Tangan Kiri
  7. Mengusap sebagian rambu kepala atau bila perlu seluruh kepala sambil baca Do’a Membasuh atau Mengusam Kepala
  8. Membasuh kedua telinga berbarengan sambil membaca Do’a Membasuh Telinga
  9. Membasuh Kaki Kanan sampai mata kaki tiga kali dan menyela-nyeali jari jemarinya sambil mebaca Do’a Membasuh Kaki Kanan
  10. Membasuh Kaki Kirisampai mata kaki tiga kali dan menyela-nyeali jari jemarinya sambil mebaca Do’a Membasuh Kaki Kiri
  11. Menghadap Kiblat angakat kedua belah tangan dan baca :
Baca Juga :  √ Pengutip Ilmu Fiqih Dan Taklid Selain Madzhab

اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَّطَهِّرِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

“Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu . Wa asyhadu anna Muhammadan’abduhu wa rasuuluhu Allahumma-j ‘alniy minattabinna waj ‘alniy minal mutathohiirina waj ‘alniy min ‘ibadikas-shalihin.”

Macam-macam Air Suci

Tidak semua jenis air bisa digunakan untuk berwudhu. Dalam berwudhu dianjurkan menggunakan air yang suci dan mensucikan. Adapun macam-macam air itu ada tujuh yaitu:

  1. Air langit(air yang turan dari langit/air hujan)
  2. Air laut(air asin)
  3. Air sungai (air tawar)
  4. Air mata air(air yang keluar dari bumi)
  5. Air salju/air es
  6. Air sumur
  7. Air embun

Tujuh macam air tersebut tidak selamanya suci menyucikan, maka dari tujuh macam air tersebut bisa suci menyucikan, juga bisa suci menyucikan tapi makruh dan bisa suci tapi tidak menyucikan. Oleh karena itu ketahuilah cara pembagian air tersebut.

Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu, Rukun & Sunnahnya

Pembagian Air

Dari Tujuh macam air tersebut terbagi menjadi empat Kategori

  1. Air suci mensucikan yaitu air yang belum isti’mal (belum digunakan sesuci wajib) atau air mutlaq
  2. Air suci mensucikan tetapi makruh digunakan di badan tidak di pakaian yaitu air yang dipanaskan menggumakan wadah yang tidak terbuat dari emas atau perak. Tetapi apabila sudah dingin maka hilanglah sifat kemakruhanya, menurut imam Nawawi juga dimakruhkan menggunakan air yang sangat panas atau sangat dingin karna menjadikan tidak sempurnanya bersuci.
  3. Air suci tapi tidak mensucikan yaitu air musta’mal .air yang sudah digunakan untuk menghilangkan najis atau untuk bersuci.walaupun tidak berubah ukuran air tersebut. Seprti air mawar yang berbau.
  4. Air najis air yang sudah terkena najis. Air najis ada dua bagian : (1) Air yang terkena najis walaupun tidak berubah yaitu air yang kurang dari dua qulah; (2) Air yang lebih dari dua qulah tetapi berubah baik banyak maupun sedikit.

Air Dua Qulah

Dalam Takaran Air Dua Qula ada perbedaan pendapat di antarnaya adalah sebagai berikut:

  1. Menurut Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu (الفقه الإسلامي وأدلته) air dua qullah (qulah/ kulah) sama dengan 270 liter.
  2. Dua qulah sekitar 160.5 liter (Dalam kitab Al-Fiqh Al-Muyassar)
  3. Dua qulah sekitar 210 liter (kitab Tafsir Al-Ashr Al-Akhir)
  4. Dua qullah sekitar 203,125 liter.
  5. Dua qulah sama dengan 217,11 (Najmuddin Al-Kurdi).
  6. Dua qulah sama dengan 160,5 liter (Abdullah Al Faqih dalam islamweb.net)
  7. Dua qulah menurut para Masyayikh saya itu sekitar 215 liter (masukan dari para kiyahi dulu waktu mesantern)
  8. Dua qulah itu sama dengan 190 liter (Menurut Dr. Mushthofa Dhib al-Bugho. Al-Tadzhib halaman 13)

Demikianlan Ulasan tentang: Materi Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu, Rukun & Sunnahnya (Lengkap) yang dapat kami sampaikan. Terimakasih atas Kunjungannya dan mohon ma’af atas  segala khilaf dan salah.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

√ Doa Sebelum dan Sesudah Wudhu, Rukun & Sunnahnya (Lengkap)
5 (100%) 10 vote[s]