Tata Cara Manasik Haji Umroh Tahalul & Larangan Ihrom III

Tata Cara Manasik Haji Umroh Tahalul & Larangan Ihrom IIIPada kesempatan kali ini Duta Dakwah. akan mengulas arti Tahallul, dan beberapa larangan selama dalam keadaan masih berihraom.

Tata Cara Manasik Haji Umroh Tahalul & Larangan Ihrom III

Untuk lebih jelasnya tentang tahalul dan beberapa larangan dalam kondisi masih berihrom, mari kita ikuti uraian berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى أَفْضَلِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Segala Puji bagi Allah SWT, Shalawat dan salamnya semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad saw, keluarga dan shahabatnya semua, Amiin… Selanjutnya mari kita langsung ke Pokok Pembahsannya saja:

Tahalul

Dalam Pelaksanaan Ibadah Umroh ada Tahalul, demikian pula dalam pelaksanaan ibadah haji. Lantas apa perbedaan Tahalul ‘Umroh dan Tahalul Haji

Arti Tahalul

Tahalul artinya halal (boleh/bebas) maksudnya halal mengerjakan yang tadinya diharamkan pada waktu masih ber ihrom karena telah menyelesaikan seluruh rangkaian ‘ibadah umroh atau ‘ibadah haji dengan ditandai menggunting rambut yang diiringi dengan do’a, jadi kalau sudah bertahalul maka kita bebas melakukan segala perbuatan yang diharamkan pada waktu berihrom.

Perbedaan Tahalul Umroh dan Tahalul Haji

Perbedaan Tahalul ‘Umroh dan Tahalul Haji adalah : Tahalul ‘Umroh dikerjakan cuman satukali yaitu sesudah selesai sa’i, sedangkan tahalul haji, ada tahalul awal dan ada tahalul tsani. Adapun yang dinamakan tahalul awal itu adalah tahalul yang pertama yang  dikerjakan setelah melakukan dua diantara tiga perbuatan yaitu :

  1. Melontar jumroh Aqobah dan bercukur
  2. Atau melontar jamroh ‘Aqobah, Towaf Ifadoh dan Sa’i
  3. Atau Tawaf Ifadhoh dan Sa’i  kemudian bercukur

Contoh :

Misalkan kita setelah wuquf di Arofah kemudian ke Muzdalifah, di Muzdalifah kita nginap terus kita ngambil tujuh biji batu kemudian pada pagi harinya kita melontar jumroh ‘aqobah di Mina, kemudian kita bercukur untuk tahalul (menggunting rambut) setelah itu kita melepas pakaian ihrom. Dengan telah melakukan tahalul awal ini berarti kita sudah bebas melakukan perbuatan yang diharamkan pada waktu berihrom kecuali bersetubuh bagi suami istri.

Kenapa kita masih diharamkan bersetubuh? Karena rangkaian ‘ibadah haji kita belum selesai dan untuk menjalankan rangkain ‘ibadah haji yang belum diselesaikan kita dapat berpakaian biasa tanpa berpakaian ihrom.

Adapun yang dinamakan tahalul tsani itu adalah tahalul yang kedua yang dilakukan setelah melakukan kegiatan : Wuquf, Melontar jumroh ‘aqobah, Tahalul awal, Towaf ifadoh dan sa’i.

Larangan Selama Dalam Keadaan Masih Ihrom

Adapun yang dilarang selama dalam keadaan ihrom itu ada larangan bagi pria, ada larangan bagi wanita dan ada larangan bagi pria dan wanita

Larangan Bagi Pria :

  1. Memakai pakaian biasa
  2. Memakai kaos kaki atau sepatu yang mentupi mata kaki dan tumit.
  3. Menutup kepala yang melekat seperti peci dan sorban.

Larangan Bagi wanita:

  1. Menutup kedua tangan dengan kaos tangan.
  2. Menutup muka dengan cadar/masker.

Tata Cara Manasik Haji Umroh Tahalul & Larangan Ihrom III

Larangan Bagi Pria dan Wanita:

  1. Memakai wangi-wangian kecuali yang sudah dipakai dibadan sebelum niat haji/umroh.
  2. Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan.
  3. Memburu, menganiaya dan membunuh binatang dengan cara apapun, kecuali binatang yang membahayakan.
  4. Menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi.
  5. Bercumbu atau bersetubuh.
  6. Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor.

Selanjutnya masih ada juga hal-hal yang tidak kalah pentingnya yaitu Do’a  Haji Dan Umroh untuk menambah kekhusyuan dan keapdholan ibadah, olekarena itu bagi yang ingin menghafal Do’a-do’a Manasik maka baca aja ini →: Tata Cara Ibadah Haji Umroh Do’a Arab & Latin (Lengkap) IV

Demikian ulasan tentang : Tata Cara Manasik Haji Umroh Tahalul & Larangan Ihrom III   Semoga dapat memberikan manfaat untuk calon Jama’ah Haji. Kami Duta Dakwah Mengucapkan Terimakasih atas Kunjungannya. Jazakumullahu Khoiran Katsiro.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ