Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya Bagian Pertama

Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya Bag. Pertama – Sebagai pilar pamungkas dalam rukun Islam, menunaikan ibadah haji adalah panggilan suci bagi setiap Muslim yang telah berbekal kemampuan. Agar perjalanan spiritual Anda semakin terbayang dan berkah, Duta Dakwah hadir menyajikan panduan manasik secara ringkas. Spesial untuk calon jemaah, materi ini sengaja kami bagi menjadi dua bagian agar lebih ringan, nyaman, dan mengalir untuk dipelajari.

Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya Bagian Pertama

Untuk lebih jelasnya sebaiknya mari kita sama-sama ikuti uraian berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُم

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah Swt., Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga abadi tercurah kepada baginda Nabi Agung Muhammad saw., beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau. Amin.

Sebab, demi efisiensi ruang dan waktu, berikut adalah uraian selengkapnya:

Macam Bentuk Ibadah Haji :

Macam Bentuk Ibadah Haji dalam pelaksanaanya itu ada tiga macam yaitu:

  1. Haji Ifrod.
  2. Haji Qiron
  3. Haji Tamatu’.

Haji Ifrod

Haji Ifrad secara harfiah berarti “menyendirikan”. Dalam pelaksanaannya, jamaah fokus menunaikan ibadah haji terlebih dahulu hingga selesai, baru kemudian mengambil miqat untuk melaksanakan ibadah umrah. Pilihan lainnya, jamaah benar-benar hanya murni melaksanakan ibadah haji saja tanpa umrah.

Haji Qiron.

Haji Qiran secara harfiah bermakna “menyatukan”. Dalam praktiknya, jenis haji ini adalah sebuah ibadah yang istimewa karena seorang jemaah berniat dan berihram untuk haji sekaligus umrah dalam satu waktu sekaligus, menggabungkan dua ibadah besar tanpa jeda tahalul di antaranya.

Haji Tamatu’.

Mengenal Haji Tamattu’

Secara sederhana, Haji Tamattu’ adalah prosesi ibadah di mana seorang jemaah melaksanakan ihram umrah terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan ihram haji.

Fokus pembahasan Duta Dakwah kali ini sengaja dititikberatkan pada Haji Tamattu’—tanpa mengulas Haji Ifrad maupun Qiran. Mengapa? Karena jalur inilah yang paling umum dan mayoritas dipilih oleh jemaah haji Indonesia. Perlu diingat, metode haji ini mewajibkan pembayaran dam nusuk sesuai dengan ketentuan syariat.

Teknisnya, kita memulai perjalanan dengan mengenakan ihram umrah. Setelah umrah selesai dan tahallul, jemaah bisa melepas ihram. Barulah pada tanggal 8 Dzulhijjah, kita kembali mengambil miqat haji langsung dari pemondokan (maktab) masing-masing untuk bertolak menuju Arafah. Puncaknya, pada 9 Dzulhijjah, kita semua akan melaksanakan wukuf di Arafah setelah matahari tergelincir (masuk waktu Zhuhur).

Mengingat urutan Haji Tamattu’ mendahulukan umrah sebelum haji, maka sebagai langkah awal, Duta Dakwah akan mengupas tuntas terlebih dahulu mengenai syarat dan rukun ibadah umrah.

Syarat ‘Umroh  itu ada lima yaitu :

  1. Islam
  2. Baligh
  3. ‘Aqil
  4. Merdeka
  5. Istitho’ah (mampu).

Rukun ‘Umroh

Rukun ‘Umroh ada lima yait :

  1. Niat Ihrom
  2. Tawaf Umroh
  3. Sa’i
  4. Tahalul
  5. Tertib

Rukun Umroh ini tidak boleh ditinggalkan apabila ditinggalkan maka Umrohnya tidak sah/batal

Wajib Umroh

Wajib Umroh adalah : Berihrom dari miqot. Wajib Umroh ini adalah ketentuan yang apabila dilanggar maka ‘ibadah Umrohnya tetap sah tetapi harus bayar dam. Selanjutnya adalah untuk Pelaksanaan Ibadah Umroh, adapun pelaksanaanya adalah sebagai berikut:

Tata Cara ‘Ibadah ‘Umroh

Adapun Rangkaian Tata Cara ‘Ibadah ‘Umroh dirangkai adalah sbb :

  1. Bersuci yaitu mandi sunah, terus wudlu.
  2. Memakai pakaian ihrom.
  3. Solat sunah ihrom dua roka’at
  4. Niat ‘umroh dari miqat.
  5. Membaca Talbiyat
  6. Baca Solawat
  7. Baca Do’a
  8. Masuk Makah dan berdo’a
  9. Masuk Masjidil-Harom baca do’a
  10. Melihat Ka’bah baca do’a.
  11. Ketika Melintasi Maqom Ibrohim, baca do’a
  12. Towaf yaitu :

Tempat Memulai Tawaf

  1. Tempat mulai towaf adalah searah dengan Hajar Aswad. dan disunahkan menghadap Ka’bah dengan sepenuh badan bila memungkinkan, apabila sulit, maka cukup dengan menghadap kan sedikit badan ke Ka’bah mengangkat tangan sambil mengucapkan Bismilahi wallahu Akbar. kemudian mengecupnya
  2. Pelaksanaan towaf sebanyak 7 putaran dengan membaca do’a atau sdzikir apa saja yang kita bisa.
  3. Setiap sampai di Rukun Yamani usahakan mengusapnya atau mengangkat tangan tanpa mengecupnya dan mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar.
  4. Sesudah towaf (yakni selesai Towaf) apabila memungkinkan maka berdo’a di Multazam (yaitu suatu tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)
  5. Solat sunah tawaf dua roka’at di belakang maqom Ibrohim kalau memungkinkan, kalau sulit maka solat sunahnya di Masjidil harom searah dengan maqom Ibrohim.
  6. Kemudian setelah selesai solat sunah towaf maka minum air zam-zam dengan membaca du’a .

Sa’i

Mengerjakan Sa’i adalah setelah selesai dari mengerjakan Tawaf dengan segala rangkaiannya. Dan adpun cara Sa’i adalah sebagai berikut:

  • Sa’i dikerjakan tujuh kali.
  • Sa’i dimulai dari Shofa  dan di akhiri di Marwah.
  • Dari Sofa ke Marwah dihitung satu kali dan dari Marwah ke Sofa juga dihitung satu kali.
  • Memulai perjalanan Sa’i membaca do’a dan setiap melintasi antara dua pilar hijau baca do’a, bagi laki-laki disunatkan lari-lari kecil. Dan apabila sudah selesai mengerjakan sa’i berarti tinggal Tahalul.

Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya 1

Tahalul

Secara harfiah, tahalul bermakna menghalalkan kembali hal-hal yang sebelumnya dilarang selama berihram. Momentum ini ditandai dengan mencukur atau memotong sebagian rambut sembari memanjatkan doa, tepat setelah seluruh prosesi Sa’i ditunaikan. Terkait kedudukannya, Mazhab Syafii dalam kitab Fathul Qarib memang tidak mengategorikan tahalul sebagai rukun. Namun, mayoritas ulama dan pandangan yang lebih masyhur tetap menempatkannya sebagai salah satu rukun yang wajib dipenuhi.

Begitu helai rambut terpotong, tuntaslah sudah seluruh rangkaian ibadah umrah Anda. Langkah berikutnya adalah menanti tibanya waktu puncak haji.

Jika jeda waktu menuju hari H haji masih panjang, Anda memang diperbolehkan mengisi waktu dengan umrah sunah—dengan catatan kondisi fisik sangat memungkinkan. Jika tidak, jangan pernah memaksakan diri. Ibadah haji adalah ibadah yang menguras energi dan membutuhkan stamina yang prima. Bahkan, sebagian ulama berpendapat: “Tidak dianjurkan melakukan umrah berkali-kali sebelum ibadah haji utama dilaksanakan.” Wallahu a’lam.

Catatan Penting: Bijaklah dalam mengelola stamina. Jangan menghamburkan energi untuk mengejar amalan sunah, kecuali Anda seyogianya yakin hal tersebut tidak akan menggerus kekuatan fisik yang sedari awal dipersiapkan untuk puncak haji nanti.

Setelah umrah usai, fokus tunggal kita kini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin demi menyambut ibadah haji yang sesungguhnya. untuk uraian ibadah haji ada pada: Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya Bagiab Dua

Demikian ulasan tentang : Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya bagian pertama Semoga dapat memberikan manfaat untuk calon Jama’ah Haji. Kami Duta Dakwah Mengucapkan Terimakasih atas Kunjungannya. Jazakumullahu Khoiran Katsiro.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ