Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya (Lengkap) I

Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya (Lengkap) IHaji adalah Rukun Islam yang kelima, mennunaikannya waji bagi setiap individu Muslim yang sudah mampu, pada kesempatan kali ini Duta Dakwah akan menerangkan Manasik secara ringakas dan dalam penjelasan ini kami urai menjadi dua bagian supaya tidak membosankan bagi calon jama’ah haji.

Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya (Lengkap) I

Untuk lebih jelasnya sebaiknya mari kita sama-sama ikuti uraian berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُم

Segala Puji bagi Allah Tuhan seru sekalian ‘alam, Shalawat dan salamnya semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad saw, keluarga dan shahabatnya semua, Amiin… Untuk mengambil singkatnya berikut inilah Uraiannya:

Macam Bentuk Ibadah Haji :

Macam Bentuk Ibadah Haji dalam pelaksanaanya itu ada tiga macam yaitu:

  1. Haji Ifrod.
  2. Haji Qiron
  3. Haji Tamatu’.

Haji Ifrod

Haji Ifrod. Yang dimaksud dengan haji ifrod adalah menunaikan ihrom haji lebih dulu, kemudian baru mengerjakan ihrom ‘umroh, atau khusus mengerjakan ihrom haji saja.

Haji Qiron.

Haji Qiron. Yang dimaksud dengan haji qiran itu adalah mengerjakan Ihrom haji dan Ihrom ‘umroh keduanya berbarengan sekaligus.

Haji Tamatu’.

Haji Tamatu’. Yang dimaksud dengan haji tamatu’ adalah mengerjakan Ihrom ‘umroh dulu baru mengerjakan ihrom haji.

Disini Duta Dakwah tidak membahas haji ifrod dan haji qiron yang akan kita bicarakan disini adalah pelaksanaan haji Tamatu’, Karen pada umumnya jama’ah haji Indonesia mengambil Haji Tamattu’. Cara haji ini wajib bayar dam nusuk sesuai ketentuan.

Haji Tamatu’ adalah terlebih dulu kita melaksanakan Ihrom ‘Umroh, setelah itu nanti pada tanggal 8 Dzulhijjah dari masing-masing Pemondokan (Maktab), kita melaksanakan miqot Haji berangkat menuju ‘Arofah dan pada tanggal 9 Dzul-hijjah kita semua melaksanakan wuquf di ‘Arofah setelah tergelincirnya matahari (yakni setelah masuk waktu dzuhur).

Dalam pelaksanaan Haji tamatu’ ini kita mendahulukan Umroh baru Ibadah Haji, maka oleha karena itu disini Duta Dakwah terlebih dahulu akan menerangkan syarat dan rukunnya Ibadah Umroh.

Ibadah Umroh

Untuk Pelaksanaan Ibadah Umroh itu harus memenuhi Syarat, Rukun dan Wajibnya, adapun Rangkaiannya adalah sebagai berikut:

Syarat ‘Umroh

Syarat ‘Umroh  itu ada lima yaitu :

  1. Islam
  2. Baligh
  3. ‘Aqil
  4. Merdeka
  5. Istitho’ah (mampu).

Rukun ‘Umroh

Rukun ‘Umroh ada lima yait :

  1. Niat Ihrom
  2. Tawaf Umroh
  3. Sa’i
  4. Tahalul
  5. Tertib

Rukun Umroh ini tidak boleh ditinggalkan apabila ditinggalkan maka Umrohnya tidak sah/batal

Wajib Umroh

Wajib Umroh adalah : Berihrom dari miqot. Wajib Umroh ini adalah ketentuan yang apabila dilanggar maka ‘ibadah Umrohnya tetap sah tetapi harus bayar dam. Selanjutnya adalah untuk Pelaksanaan Ibadah Umroh, adapun pelaksanaanya adalah sebagai berikut:

Tata Cara ‘Ibadah ‘Umroh

Adapun Rangkaian Tata Cara ‘Ibadah ‘Umroh dirangkai adalah sbb :

  1. Bersuci yaitu mandi sunah, terus wudlu.
  2. Memakai pakaian ihrom.
  3. Solat sunah ihrom dua roka’at
  4. Niat ‘umroh dari miqat.
  5. Membaca Talbiyat
  6. Baca Solawat
  7. Baca Do’a
  8. Masuk Makah dan berdo’a
  9. Masuk Masjidil-Harom baca do’a
  10. Melihat Ka’bah baca do’a.
  11. Ketika Melintasi Maqom Ibrohim, baca do’a
  12. Towaf yaitu :

Tempat Memulai Tawaf

  1. Tempat mulai towaf adalah searah dengan Hajar Aswad. dan disunahkan menghadap Ka’bah dengan sepenuh badan bila memungkinkan, apabila sulit, maka cukup dengan menghadap kan sedikit badan ke Ka’bah mengangkat tangan sambil mengucapkan Bismilahi wallahu Akbar. kemudian mengecupnya
  2. Pelaksanaan towaf sebanyak 7 putaran dengan membaca do’a atau sdzikir apa saja yang kita bisa.
  3. Setiap sampai di Rukun Yamani usahakan mengusapnya atau mengangkat tangan tanpa mengecupnya dan mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar.
  4. Sesudah towaf (yakni selesai Towaf) apabila memungkinkan maka berdo’a di Multazam (yaitu suatu tempat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)
  5. Solat sunah tawaf dua roka’at di belakang maqom Ibrohim kalau memungkinkan, kalau sulit maka solat sunahnya di Masjidil harom searah dengan maqom Ibrohim.
  6. Kemudian setelah selesai solat sunah towaf maka minum air zam-zam dengan membaca du’a .

Sa’i

Mengerjakan Sa’i adalah setelah selesai dari mengerjakan Tawaf dengan segala rangkaiannya. Dan adpun cara Sa’i adalah sebagai berikut:

  • Sa’i dikerjakan tujuh kali.
  • Sa’i dimulai dari Shofa  dan di akhiri di Marwah.
  • Dari Sofa ke Marwah dihitung satu kali dan dari Marwah ke Sofa juga dihitung satu kali.
  • Memulai perjalanan Sa’i membaca do’a dan setiap melintasi antara dua pilar hijau baca do’a, bagi laki-laki disunatkan lari-lari kecil. Dan apabila sudah selesai mengerjakan sa’i berarti tinggal Tahalul.

Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya 1

Tahalul

Maksud tahalul ini adalah menghalalkan yang sebelumnya adalah haram dengan ditandai memotong rambut setelah selesai Sa’i sambil berdo’a. Tahalul dalam Kitab Fiqih Fathul-Qrib adalah bukan rukun namun yang lebih banyak, tahalul itu adalah dianggap rukun.

Setelah selesai bertahalul  berarti ‘Ibadah ‘Umroh telah selesai. Kemudian selanjutnya Setelah selesai melakukan ibadah ‘umroh, maka kita tinggal menunggu waktu haji. Dan apa bila waktu masih panjang maka kita bisa  mengerjakan ‘umroh sunah bila memungkinkan, bila tidak mungkin maka jangan memaksakan karena untuk melaksanakan ‘ibadah haji membutuhkan fisik yang sehat. Bahkan ada yang berpendapat: “Tidak boleh Umroh setelah ‘Umroh Sebelum Berhaji”. Wallahu’alam.

Oleh Karenanya Jangan menghambur-hamburkan tenaga untuk mengerjakan yang sunah kecuali kalau memang yakin betul tidak akan berpengaruh kepada tenaga yang kita persiapkan untuk melaksanakan ibadah haji pada waktunya.

Ketika sudah selesai mengerjakan umroh maka langkah selanjutnya kita tinggal pelaksanaan ibadah hajinya, untuk uraian ibadah haji ada pada: Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya (Lengkap)II. 

Demikian ulasan tentang : Tata Cara Manasik Haji Umroh dan Panduannya (Lengkap) I Semoga dapat memberikan manfaat untuk calon Jama’ah Haji. Kami Duta Dakwah Mengucapkan Terimakasih atas Kunjungannya. Jazakumullahu Khoiran Katsiro.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ