Adab Berseng9am4 & Larangan Puasa Sunnah Bagi Istri

Adab Berseng9am4 & Larangan Puasa Sunnah Bagi Istri Pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan menyajikan “Syarah ‘Uqudullujain”, Untuk bacaan Pasangan Suami Istri, dan ini mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi Pasangan suami istri dalam mengemban rumah tangga Bahagia dunia dan akhirat, pada risalah ini kami akan menerangkan tentang Adab berseng9ama dan Larangan Puasa sunnah tanpa izin suami.

Adab Berseng9am4 & Larangan Puasa Sunnah Bagi Istri

Pada Risalah ini kami akan tuliskan Materi khusus buat bacaan Pasangan Suami Istri, risalah ini kami tulis dari Kitab kecil yang bernama “’Uqudullujain”. Merupakan lanjutan yang ke 14, Dan untuk lebih jelasnya mengenai prihal ini mari kita sama-sama ikuti uraiannya berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِن فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَىْ اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحُثُّكُمْ وَنَفْسِيْ عَلَى طَاعَةِ اللهِ فِيْ كُلِّ وَقْتِ لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، أَمَّا بَعْدُ،

Puji dan Syukur senantiasa tetap kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT Tuhan seru sekalian ‘alam, Sholawat dan salamnya semoga tetap tercurahkan ke haribaan Nabi Agung Muhammad s.a.w., keluarga dan shahabatnya semua, Amiin…

Saudara saudariku seiman yang dirahmati Allah SWT. Di dalam menjalani hidup berumah tangga tentunya sudah merupakan suatu keniscayaan menjalin keharmonisan pasangan suami istri, dan untuk lebih baiknya lagi mestinya kita terus tingkatkan dan selalu dijaga kaharmonisan tersebut, yang tak kalah pentingnya masalah hubungan suami istri,   kemudian apa yang kami maksudkan dalam keharmonisan ini?, untuk lebih jelasnya berikut inilah materinya:

Adab Seng9ama

وَيَحْرُمُ وَطْءُ زَوْجَتَهُ بِحَضْرَةِ أَجْنَبِيٍّ أَوْ أَجْنَبِيَّةٍ. وَيُسْتَحَبُّ لِلْمُجَامِعِ أَنْ يَبْدَأَ بِاسْم اللهِ تَعَاَلى، وَيَقْرَأُ: “قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ” أَوَّلَا، وَيُكَبِّرُ وَلَا يُهَلِّلُ، وَيَقُوْلُ: بِاسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ النُّطْفَةَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ

Haram melakukan persetu8uhan dengan hadirnya ajnabiy atau ajnabiyah, (yakni orang lain baik lelaki mapun perempuan) Dan disunahkan kepada orang yang akan melaksanakan sen9g4ma memulai dengan membaca BASMALAH dan membaca surat Al-Ikhlash dan membaca TAKBIR dan tidak bertahlil kemudian berdo’a :

بِاسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ النُّطْفَةَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ

(Bismillahil ‘aliyyil ‘adziimi,Allahumma ij’alin nuthfata dzurriyatan thoyyibatan,in kunta qoddarta an takhruja dzalika min shulbiy)

Cabang Permasalahan 1:

Untuk diketahui saja bahwa dalam Syarah ‘Uqudulluhjain ini terdapat tulisan: ( وَيَقْرَأُ: “قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ” أَوَّلَا، وَيُكَبِّرُ وَلَا يُهَلِّلُ ) yang artinya: “dan membaca surat Al-Ikhlash, membaca TAKBIR dan tidak bertahlil” jadi disini ada kesan larangan membaca tahlil saat mau berhubungan, namun saya penterjemah Syarah ‘Uqudullujain ini (Asmawi) memilih tetap bagus untuk mengucapkan  “Tahlil” karena saya membaca dalam Kitab “Ihya ‘Ulumuddin” karya Imam Al-Ghozali, di sana tertulis:

العاشر في آداب الجماع: وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَبْدَأَ بِاسْمِ اللهِ تَعَالَى وَيَقْرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ أَوَّلاً وَيُكَبِّرَ وَيُهَلِّلَ وَيَقُولَ بِسْمِ اللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَةً طَيِّبَةً إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي

Artinya: Yang Kesepuluh dalam Adam berseng94ma: “Dan disunnahkan memulai dengan membaca bismillah. Selanjutnya diawali dengan membaca Qul huwallahu ahad, membaca takbir dan bertahlil, lalu membaca doa: Bismillahil-‘aliy al-‘azhîm allahumma ij’alha dzurriyatan thayyibatan in kunta qaddarta an tukhrija dzalika min shulbi.Demikian cabang Permasalah saya sampaikan untuk dimaklumi.

Fadhilah Berdoa Saat Mau Berhubgan Badan

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَىْ أَهْلَهُ قَالَ: اللّهُمَّ جَنِّبْنِيْ الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا. فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ، لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ}. وَإِذَا قَرُبَتْ مِنَ الْإِنْزَالِ فَقُلْ فِي نَفْسِكَ، وَتُحَرِّكُ شَفَتَيْكَ: {الحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَراً فَجَعَلَهُ نَسَباً وَصِهْراً وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيراً}، وَيَنْحَرِفُ عَنِ الْقِبْلَةِ، وَلَا يَسْتَقْبِلُهَا بِالْوِقَاعِ إِكْرَامًا لِلْقِبْلَةِ، وَلْيُغَطِّ نَفْسَهُ وَأَهْلَهُ بِثَوْبٍ.

Rosulullah bersabda : Bahwa sesungguhnya jika salahsatu diantara kalian menjima’ istri nya dan berdo’a (Allahumma jannibnisy syaithona wa jannibisy syaithona ‘ala ma rozaqtanaa) maka jika Allah menaqdirkan menciptakan seorang anak dari jima’ tersebut maka syetan tidak akan bisa membahayakannya.

Lalu kemuddian bila telah mendekati 0rg4sme maka bacalah do’a dalam hati dan cukup hanya dengan menggerakkan kedua bibirnya (tanpa bersuara) : “Alhamdulillahil ladzi kholaqo minal ma-i basyaron, paja’alahu nasaban wa shihron wa kana robbuka qodiiron”.

Dan termasuk adab dalam sen9g4ma yaitu tidak menghadap arah qiblat,dan menutupi dirinya dan istri nya dengan selimut (maaf,tidak telanjang bulat)

Cabang Permasalahan 2:

Mengenai Doa ketika mendekati hampir 0rg4sme saya lebih memilih yang tertulis dalam kitab “Syarah ‘Uqudullujain”, yaitu menggerakkan bibir tanpa suara dengan maksud untuk menuntun hati dalam bayangan bacaan lafadz ⇒: “Alhamdulillahil ladzi kholaqo minal ma-i basyaron, paja’alahu nasaban wa shihron wa kana robbuka qodiiron”  Sedangkan dalam kitab “Ihyatertulis sebagai berikut:

وَإِذَا قَرُبَتْ مِنَ الإِنْزَالِ فَقُلْ فِي نَفْسِكَ وَلَا تُحَرِّكْ شَفَتَيْكَ: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا، وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

Artinya: Apabila telah mendekati 0rg4sme maka bacalah do’a dalam hati dan kamu jangan menggerakkan kedua bibirmu: “Alhamdulillahil ladzi kholaqo minal ma`i basyaron,paja’alahu nasaban wa shihron wakana robbuka qodiiron”. Ini sebetulnya lebih bagus kalau memang bisa tanpa bibir bergerak tapi hati membaca doa tersebut sampai dengan selesai doanya. Demimikan Wallahu A’lam.

Adab Bersenggama & Larangan Puasa Sunnah Bagi Istri
Adab Berseng9ama & Larangan Puasa Sunnah Bagi Istri

Larangan Puasa Sunnah Bagi Istri

وَأَنْ لاَ تَصُوْمَ) أَيْ تَطَوُّعًا غَيْرَ عَرَفَةَ وَعَاشُوْرَاءَ (إِلاَّ بِإِذْنِهِ) فَإِنْ فَعَلَتْ جَاعَتْ وَعَطَشَتْ، وَلَا يُقْبَلُ الصَّوْمُ مِنْهَا (وَأَنْ لاَ تَخْرُجَ مِنْ بَيْتِهَا إِلاَّ بِإِذْنِهِ، فَإِنْ فَعَلَتْ) بِأَنْ خَرَجَتْ بِغَيْرِ إِذْنِهِ (لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ) أَيْ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَمَلَائِكَةُ الرَّحْمَةِ، وَمَلَائِكَةُ الْعَذَابِ (حَتَّى تَتُوْبَ) أيْ الْمَرْأَةُ (أَوْ تَرْجِعَ) أيْ إِلَى بَيْتِهِ (وَإِنْ كَانَ) أيْ الزَّوْجُ (ظَالِمًا) بِمَنْعِ خُرُوْجِهَا، فَإِنْ خَرَجَتْ بِإِذْنِهِ فَمُخْتَفِيَةٌ فِيْ هَيْئَةِ رَثَةٍ تَطْلُبُ الْمَوَاضِعَ الْخَالِيَّةَ دُوْنَ الشَّوَارِعِ وَالْأَسْوَاقِ مُحْتَرِزَةً مِنْ أَنْ يَسْمَعَ غَرِيْبَ صَوْتِهَا أَوْ يَعْرِفُهَا بِشَخْصِهَا وَلَا تَتَعَرَّفُ إِلَى صَدِيْقِ بَعْلِهَا. وَعُلِمَ مِنْ ذَلِكَ الْمَذْكُوْرُ أَنَّهُ يَجِبُ وُجُوْبًا مُتَأَكِّدًا عَلَى الْمَرْأَةِ أَنْ تَتَحَرَّى رِضَا زَوْجِهَا وَتَجْتَنِبَ سَخْطَهُ مَا أَمْكَنَ

Dan seorang istri  tidak diperkenankan melaksanakan puasa sunah selain puasa dihari arfah dan asyura tanpa izin suaminya, jika tetap dilakukan maka ia hanya mendapatkan dan merasakan rasa lapar dan haus, sementara puasanya tidak diterima Allah SWT. Dan tidak boleh keluar rumah tanpa izin suaminya, jika ia lakukan (keluar tanpa izin) maka ia di laknat seluruh malaikat langit dan malaikat bumi, malaikat rohmat dan malaikat adzab, hingga ia bertaubat atau hingga ia kembali ke rumah suaminya, walaupun suaminya seorang yang dzolim dengan melarangnya keluar rumah.

Maka Jika ia mendapat izin keluar rumah maka pilihlah jalan yang sepi dari bertemu dengan ajnabiy, jangan memilih jalan yang ramai, karena menjaga dari memperdengarkan kecurigaan suaranya atau ada yang mengetahui suara pribadinya dan juga tidak boleh mengenali teman-teman suaminya.

Dari sini dapat diketahui tentang aturan tersebut bahwa wajib atas istri  untuk selalu mendapat ridho suaminya dan menjauhi kemarahannya yakni ketidak ridhoannya suami sebisa mungkin.

Demikian Uraian kami tentang Adab Berseng9ama & Larangan Puasa Sunnah Bagi Istri – Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua sebagai Pasangan Suami Istri. Abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ