Maha Suci Allah Yang Telah Mengisrokan Haba-Nya

Posted on

Maha Suci Allah Yang Telah Mengisrokan Haba-Nya – Para pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada halaman ini Dutdakwah akan menyapaikan materi Isro Miraj Niabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun Temanya; Maha Suci Allah Yang Telah Mengisrokan Haba-Nya.

Maha Suci Allah Yang Telah Mengisrokan Haba-Nya

Pada surat al-Isra ayat satu yang menerangkan mengenai Isranya Nabi Muhammad Shollallhu ‘alaihi wa sallam. Pada ayat tersebut jelas diawali dengan kalimat; “SUBHANA” artinya; Maha Suci Allah.

Apa maksud keterangan ini ?. Mari kita simak uraiannya di bawah ini sampai selesai. In Syaa Allah kami sampaikan secara singkat, dan materi ini bisa dijadikan sebagai inspirasi bagi yang akan menyampaikan Kultum mengenai ; Isro Mi’raj.

Mukadimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرًّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ هُوَ الَّذِيْ اَسْرَى عَبْدَهُ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى، اَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِيَّاهُ نَسْتَعِيْنُ وَاِيَّاهُ نَعْبُدُ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَ عَلَى اٰلِهِ وَجَمِيْعِ اَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ

قَالَ اللهُ تَعَالَى: ” سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ ”  اْلآيَةْ صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ

Kata Pengantar

Segala puji bagi Allah Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah ke haribaan nabi agung Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga :  Isra Mi’raj Dilakukan Nabi Muhammad DenganTubuh & Ruh

Ma’asyirol muslimin wal muslimat yang dirahmati Allah Ta’ala. Firman Allah dalam al-qur’an surat al-Isra ayat satu adalah sebagai berikut;

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

Al-makna, Wallahu a’lamu bimurodihi; Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Surat al-Isra dimulai dengan kata SUBHANA

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah. Ayat ini dimulai dengan kalimat; “Subhana” yang artinya ialah Maha Suci Allah.

Memang kalimat ini yakni kalimat; “Subhana” ini dianggap perlu supaya tidak ada anggapan bahwasanya Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam itu adalah anak-Nya. Karena sesungguhnya beliau itu dipanggil ke langit. Oleh sebab itu maka lebih dulu dikatakan dengan kalimat; “Sangat Maha Suci Allah dari mempunyai anak”.

Dan pula jangan sampai ada anggapan bahwa Nabi Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam itu akan dicelakakan sebab dibawa berjalan yang begitu jauhnya. Maka dikataka; “Amat sangat maha suci Allah dari mencelakakan hamba-Nya”.

Nabi Muhammad Isro dan Mi’raj

Beliau nabi Muhammad shollahu ‘alaihi wa sallam Isro dan Mi’raj itu bukan kemauan beliau, tetapi beliau dipanggil oleh Allah. Dalam ayat ini dikatakan; “Asroo”, yang artinya Allah memperjalankan, atau memerintahkan hamba-Nya berjalan malam hari.

Telah dinyatakan dalan beberapa hadits, bahwa perjalanannya itu dibimbing oleh Malaikat Jibril, artinya nabi Muhammad itu dipanggil, dijemput  serta dibimbing, oleh sebab itu dalam perjalanan Isro dan Mi’raj tidaklah sulit untuk dilakukan.

Baca Juga :  Isra Mi’raj Dilakukan Nabi Muhammad DenganTubuh & Ruh

Mengapa tidak sulit?, sebab ibarat seseorang yang dipanggil kemudian dijemput untuk menghadap raja, maka tidak ada seorang pun yang bisa menghalang-halanginya. Oleh karena itu, maka pristiwa Isra dan Mi’raj ini bukan tidak masuk akal, tapi betul-betul amsuk akal, sebab kekuasaan Allah itu melebihi serta meliputi segalanya, sampai menguasai segala yang ada di balik akal manusia.

Di Antra Dalil Isro Mi’raj Dalam Hadits

Dalam salah satu hadits deterangkan sebagai berikut;

كَانَ أَبُوْ ذَرٍّ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: فُرِجَ عَنْ سَقْفِ بَيْتِيْ وَأَنَا بِمَكَّةَ فَنَزَلَ جِبْرِيْلُ فَفَرَجَ صَدْرِيْ ثُمَّ غَسَلَهُ بِمَاءِ زَمْزَمَ ثُمَّ جَاءَ بِطَسْطٍ مِنْ ذَهَبٍ مُمْتَلِئٍ حِكْمَةً وَإِيْمَانًا فَأَفْرَغَهُ فِي صَدْرِيْ  ثُمَّ أَطْبَقَهُ ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِيْ فَعَرَجَ بِيْ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا. الحديث: رواه البخاري: فتح الباري: ج 1 صحيفة : ٥٤٠

Yang artinya: Adalah Abu Dzar beliau menceritrakan; bahwa Rasulullah shollallahui ‘alaihi wa sallam beliau bersabda; “Telah dibuka atapa rumahku dan aku ada di Makkah, kemidian Malaikat Jibril turun lalu mengoperasi dadaku.

Selanjutnya dicuci dengan air zamzam terus didatangkannya badah dari emas yang dipenuhi oleh hikmah dan keimanan lalu kemudian ditumpahkan ke dadaku, kemudia diketupkan lagi terus dia memegang tangannku dan membawaku naik ke langit dnia”. HR. Bukhori dikutip dari Fathul Barri.

Saudara dan sudariku seiman Hadaanaallahu wa iyyakum ajm’in. Masih banyak dalil dalam hadits baik yang sedang, pendak maupun yang panjang yang menerangkan tentang Isro dan mi’rajnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Hanya saja pada kesemptan ini kami tidak sampaikan di sini, in syaa Allah pada kesempatan mendatang akan kami tuliskan secara bersambung.

Mudah-mudah dari penjelasan kami yang sangat sedikit ini bisa dijadikan bahan bagi anak-anak didik kita untuk belajar cara menyampaikan di muka umum yakni belajar menymapaikan materi kultum.

Baca Juga :  Isra Mi’raj Dilakukan Nabi Muhammad DenganTubuh & Ruh
Maha Suci Allah Yang Telah Mengisrokan Haba-Nya
Maha Suci Allah Yang Telah Mengisrokan Haba-Nya

Demikian Materi singkat tentang: Maha Suci Allah Yang Telah Mengisrokan Haba-NyaMudah-mudaham bermanfaat. Terimakasih dan kami mohon ma’af bila dalam tulisannya barangkali ada khilaf dan in syaa Allah jika kami baca ulang terdapat kekhipan amak akan kami edit. Wallhul muwaffiq.