Adab Makan Dan Minum Sesuai Dalil Qur’an serta Sunnah

Adab Makan Dan Minum Sesuai Dalil Qur’an serta Sunnah – Di kesempatan kali ini Dutadkwah akan memberikan Materi mengenai masalah Adab makan dan Minum sesuai dalil. Sebagai Umat Islam tentunya apabila semua aktivitas ingin mulia di hadapan Allah dan Rasul-Nya, maka mesti mengikuti petunjuknya.

Adab Makan Dan Minum Sesuai Dalil Qur’an serta Sunnah

Pada Artikel yang akan kami sampaika ini adalah akan memuta tentang dalil makanan dan munuman. Mudah-mudahan apa yang akan kami sampiakan di bawah ini sependapat dengan para pembaca. Kalau pun toh tidak sependapat maka tetap menuliskannya, namun kepada pembaca kami mohon ma’af.

Mukadimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ اٰمَنَّا بِاللهِ وَ تَوَكَّلْنَا عَلَى اللهِ، وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، صَلَاةُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَءَالِهِ وَصَحْبِهَ اَجْمَعِيْنَ، أمَّا بَعْدُ

Saudarku kaum muslimin muslimat yang kamikagumi, Para pembaca yang mudah-mudahan dirahmati Allah. Mudah-mudahan kita semua yang membaca Artikel ini dinilai amal shalih oleh Allah Ta’ala, Aamiin. Baiklah kita langsung saja sesuai dengan Judul tersebut di atas kita simak dengan seksama uraiannya berikut ini.

Perintah Makan Dari yang Baik dan Bersyukur

Kami yakin Pembaca juga sangat lebih faham daripada kami, bahwa siapapun kita tentu tidak boleh memakan dari barang yang tidak baik. Demikian juga kita tentunya mesti senantiasa bersyukur atas segala macam anugerah Allah kepada kita.

Sebagaiman telah kita telah mebacanya dalam Al-qur’an Allah berfirman sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ، سورة البقرة : ١٧٢

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada Allah kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah : 172)

Itulah Firman Allah Menyuruh kita makan dan bersyukur kepada-Nya jika memang kita hanya kepada-Nya pula menyembah. Kami buka ahli tafsir, Wallahu a’lam bimurodihi. Mudah-mudahan tidak salah, jika melihat dzohirnya dalil, maka di situ telah memberikan pengertian kepada kita bahwa:

  1. Memakan makanan yang baik dan halal adalah suatu keharusan.
  2. Jika benar-benar kita hanya menyembah kepada Allah maka kita wajib bersyukur kepada-Nya atas segala anugerah ni’mat dari-Nya.

Dihalalkannya Yang Baik Dan Diharamkannya Yang Jelek

Firman Allah Subhanahu wa Ta’al dalam surat Al-A’raf:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوباً عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ، سورة الأعراف : ١٥٧ 

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang   ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. Al-A’raaf : 157)

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan bahwa firman Allah “وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ” Yang artinya “Serta menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.”. Artinya: Dia menghalalkan bagi mereka apa-apa yang sebelumnya mereka haramkan terhadap diri mereka sendiri, seperti binatang; bahiirah, saa-ibah, washiilah, haam dan lain sebagainya. Karenanya mereka telah mempersempit diri mereka sendiri. Juga mengharamkan bagi mereka semua hal yang buruk. Ali bi Abi Thalhah menuturkan, dari Ibnu ‘Abas رضي الله عنه : Misalnya; daging babi, riba dan berbagai makanan yang telah diharamkan oleh Allah Ta’ala yang mereka halalkan. (dikutip dari Tafsir Ibnu Katsirhalaman 586-587 jilid 3)

Membaca Basmallah Dan Makan Dengan Yang Kanan

Diantara adab makan dan minum ialah membaca basmallah setiap hendak minum dan hendak makan.  Demikian juga adalah adabnya harus mengambil yang terdekat darinya jika dalam perkumpulan orang banyak. Seperti yang dijelaskan dalam hadits:

عَنْ عُمَرَ بْنِ أَبْيْ سَلَمَةَ رضي الله عنهما قَالَ: كُنْتُ غُلَامًا فِي حِجْرِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، وَكَانَتْ يَدِيْ تَطِيْشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: ((يَا غُلَامُ، مِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِيْنِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيْكَ))، فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طُعْمَتِيْ بَعْدُ؛ متفق عليه

Artinya:  Dari Umar bin Abu Salamah r.a, ia berkata, “Saat masih kecil di pangkuan Rasulullah, tanganku bergerak ke sana- ke mari di piring, kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Wahai anak, ucapkanlah ‘Bismillah,’ makanlah dengan tangan kanan dan makanlah yang terdekat denganmu.” Setelah itu berubahlah cara makanku seperti itu. (mutafaq ‘alaih).

Membaca Bismillah Pada Pertengahan Makan

Yang semestinya kita sebelum makan itu mulainya dengan membaca Basmallah, namun barangkali terlupa, maka baca saja basmallah ketika kita ingat. Jika di pertengah makan baru ingat belum Basmallah, mak bacalah di situ dengan kalimat : “بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ” atau bisa juga seperti : “بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ”.

Seperti telah diriwayat dalam hadits sebagai berikut:

روى أبو داود (٣٧٦٧) ، والترمذي (١٨٥٨) ، وابن ماجة (٣٢٦٤) عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ( إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ) وصححه الألباني في ” صحيح أبي داود “. وفي لفظ : ( بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

Abu Daud telah meriwayatkan pada haditsnya no. 3767, dan At-Turmudzi no. 1858. Ibnu Majjah no. 3264. Yait dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tatkala seseorabg diantaramu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala, Namun apabila terlupakan untuk menyebut nama Allah ketika memulai makan, maka ucapkanlah: “بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

"<yoastmark

Demikianlah penjelasan ringkas mengenai; Adab Makan Dan Minum Sesuai Dalil Qur’an serta Sunnah –  Pembaca yang kami banggakan, masih banyak yang belum kami tuliskan di sini terkait adab makan dan minum. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih atas kunjungannya. Wallahu ‘alam bish-showab.