√ Kultum Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa menurut fiqih

Kultum Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa menurut fiqih. – Pada Materi Kultum Sebelumnya kami sudah menyampaikan: Kultum Tentang Fardhu-fardhunya puasa menurut fiqih. dan untuk kesempatan kali ini Duta Dakwah akan menyampaikan: Kultum Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa menurut fiqih. Materi ini In Syaa Allah akan kami sampaikan secara singkat.

Kultum Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa menurut fiqih

Untuk lebih jelasnya sebaiknya silahkan baca Kultum Duta Dakwah dibawah ini dengan baik.

Materi Kultum.

بسم الله الرحمن الرحيم السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَافِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Kaum Muslimin wal-Muslimat yang Rahimakumullah, Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam Allah semoga tetap tercurahkan ke haribaan nabi agung Muhammad s.a.w.

Ma’asyirol muslimuin yang berbahagia melalui kesempatan ini kami akan sampaikan Tema kita adalah Kultum Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa menurut fiqih menurut fiqih Madzhab Syafi’i, dan pasal ini kami kutip dari Kitab fiqih Fathul-qorib

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa

Adapun keterangannya adalah sebagai berikut:

(وَالَّذِيْ يُفْطِرُ بِهِ الصَّائِمُ عَشَرَةُ أَشْيَاءَ) أَحَدُهَا وَثَانِيْهَا (مَا وَصَلَ عَمْداً إِلَى الْجَوْفِ) الْمُنْفَتِحِ (أَوْ) غَيْرِ الْمُنْفَتِحِ كَالْوُصُوْلِ مِنْ مَأْمُوْمَةِ إِلَى (الرَّأْسِ) وَالْمُرَادُ إِمْسَاكُ الصَّائِمِ عَنْ وُصُوْلِ عَيْنٍ إِلَى مَا يُسَمَّى جَوْفاً (وَ) الثَّالِثُ (الْحُقْنَةُ فِيْ أَحَدِ السَّبِيْلَيْنِ) وَهُوَ دَوَاءٌ يُحْقِنُ بِهِ الْمَرِيْضُ فِيْ قُبُلٍ أَوْ دُبُرٍ الْمُعَبَّرِ عَنْهُمَا فِيْ الْمَتْنِ بِالسَّبِيْلَيْنِ (وَ) الرَّابِعُ (الْقَيْءُ عَمْداً) فَإِنْ لَمْ يَتَعَمَّدْ لَمْ يَبْطُلْ صَوْمُهُ كَمَا سَبَقَ. (وَ) الْخَامِسُ (الْوَطْءُ عَامِداً) فِيْ الْفَرْجِ فَلَا يَفْطُرُ الصَّائِمُ بِالْجِمَاعِ نَاسِياً كَمَا سَبَقَ(وَ) السَّادِسُ (الْإِنْزَالُ) وَهُوَ خُرُوْجُ الْمَنِيِّ (عَنْ مُبَاشَرَةٍ) بِلَا جِمَاعٍ مُحَرَّماً كَانَ كَإِخْرَاجِهِ بِيَدِهِ أَوْ غَيْرَ مُحَرَّمٍ كَإِخْرَاجِهِ بِيَدِ زَوْجَتِهِ أَوْ جَارِيَتِهِ وَاحْتَرَزَ بِمُبَاشَرَةٍ عَنْ خُرُوْجِ الْمَنِيِّ بِالْاِحْتِلَامِ فَلَا إِفْطَارَ بِهِ جَزْماً (وَ) السَّابِعُ إِلَى آخِرِ الْعَشَرَةِ (الْحَيْضُ وَالنِّفَاسُ وَالْجُنُوْنُ وَالرِّدَةُ) فَمَتَى طَرَأَ شَيْءُ مِنْهَا فِيْ أَثْنَاءِ الصَّوْمِ أَبْطَلَهُ.

Hal-hal yang membuat orang berpuasa menjadi batal ada sepuluh perkara.

Baca Juga :  √ Kultum Ramadhan Tentang I’tikaf Pada Sepuluh Hari Terakhir

Yang pertama dan kedua adalah sesuatu yang masuk dengan sengaja ke dalam lubang badan yang terbuka atau tidak terbuka seperti masuk ke dalam kepala dari luka yang tembus ke otak. Yang dikehendaki adalah seseorang yang berpuasa harus mencegah masuknya sesuatu ke bagian badan yang dinamakan jauf (lubang).

Yang ke tiga adalah al huqnah (menyuntik) di bagian salah satu dari qubul dan dubur. Huqnah adalah obat yang disuntikkan ke badan orang yang sakit melalui qubul atau dubur yang diungkapkan di dalam matan dengan bahasa “sabilaini (dua jalan)”.

Yang ke empat adalah muntah dengan sengaja. Jika tidak sengaja, maka puasanya tidak batal seperti yang telah dijelaskan. Yang ke lima adalah wathi’ dengan sengaja di bagian farji. Maka puasa seseorang tidak batal sebab melakukan jima’ dalam keadaan lupa seperti yang telah dijelaskan.

Yang ke enam adalah inzal, yaitu keluar sperma sebab bersentuhan kulit dengan tanpa melakukan jima’ baik keluar sperma tersebut diharamkan seperti mengeluarkan sperma dengan tangannya sendiri, atau tidak diharamkan seperti mengeluarkan sperma dengan tangan istri atau budak perempuannya. Dengan bahasa “sebab bersentuhan kulit”, mushannif mengecualikan keluarnya sperma sebab mimpi basah, maka secara pasti hal itu tidak bisa membatalkan puasa.

Yang ke tujuh hingga akhir yang ke sepuluh adalah haidl, nifas, gila dan murtad. Maka barang siapa mengalami hal tersebut di tengah-tengah pelaksanaan puasa, maka hal tersebut membatalkan puasanya.

Kesimpulan

Sepuluh perkara tersebut ringkasnya adalah:

  1. Memasukan sesuatu ke dalam lubang badan yang terbuka dengan sengaja, seperti Mulut, Telinga, Kubul, Dubur, Hidung dan lubang mata jika tembus ke tenggorokan, jiaka tidak tembus maka tidak mengapa.
  2. Memasukan sesuatu dengan sengaja ke dalam lubang badan yang tidak terbuka, seperti luka di kepala yang tembus ke otak.
  3. Menyuntikan obat melalui kubul atau dubur
  4. Muntah yang disengaja
  5. Bersetubuh yang disengaja
  6. Keluar sperma sebab bersentuhan kulit atau dengan cara onani atau juga pake tangan isterinya
  7. Haidh,
  8. Nifas
  9. Gila
  10. Murtad
Baca Juga :  Bagaimana Ketika Shalat Tidak Hafal Surat Al-Fatihah?

Demikian yang dapat kami sampaikan, Terimakasih ata segala perhatiannya dan mohon ma’af atas segala khilaf dan kekurangan.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Demikian ulasan : Kultum Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa menurut fiqih. Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Kultum ini in syaa allah akan bersambung ke Kultum Berikutnya .Terimakasih