Dzalim, Dan saling mendzalimi adalah diharamkan Allah Ta’ala

Dzalim, Dan saling mendzalimi adalah diharamkan Allah Ta’ala – Penjelansanya akan Dutadakwah uaraikan secara rinci. Untk lebih terangnya baca saja artikel ini hingga rampungh.

Dzalim, Dan saling mendzalimi adalah diharamkan Allah Ta’ala

Tema tersebut kami jelaskan hanya sebatas yang kami bisa sesuai dalil. Dali yang kami sampaikan menganai saling mendzalimi adalah hadits qudsi.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحَمْدُ للهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ:  أَمَّا بَعْدُ

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan Salam semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Pembaca rahimakumullah. Pada kesempatan ini kami menuqilkan hadits qudsi dari Riaydhish-sholihin. Untk itu mohon kiranya agar dibaca secara utuuh.

Arti Dzalim

Kata Dzalim adalah bahasa arab yang kalimatnya adalah seperti (ظُلْمٌ) artinya aniaya. Dalam hadits qudsi Allah telah memperingatkan kepada hambanya. Sebagaimana keteangan yang nuqilkan dari Riyadhush-sholihin sebagai berikut:.

Hadits qudsi mengharamkan saling mendzalimi

عَنْ سَعِيْدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيْزِ عَنْ رَبِيْعَةَ بْنِ يَزِيْدٍ عَنْ أَبِيْ إِدْرِيْسٍ الْخَوْلَانِيْ عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بْنِ جُنَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فِيْمَا يَرْوِي عَنِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ، فَاسْتَهْدُونِي أَهْدِكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ، يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ عَارٍ إِلَّا مَنْ كَسَوْتُهُ، فَاسْتَكْسُونِي أَكْسُكُمْ، يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا، فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ، يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضَرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَتْقَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مِنْكُمْ مَا زَادَ ذَلِكَ فِي مُلْكِي شَيْئًا، يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ كَانُوا عَلَى أَفْجَرِ قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِنْ مُلْكِي شَيْئًا، يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ، يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ، ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا، فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللهَ، وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ، قَالَ سَعِيْدٌ: كَانَ أَبُوْ إِدْرِيْسٍ إِذَا حَدَثَ بِهَذَا الْحَدِيْثِ جَثًّا عَلَى رُكْبَتَيْهِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Makna hadits qudsi tersebut

Hadits tesebut di atas menjelaskan sedikitnya ada sepuluh penjelasan Allah terhadap haba-hambaNya iatu:

  1. Tentang Dzalim.
  2. Petujuk.
  3. Lapar dan kenyang.
  4. Pakaian.
  5. Pengampunan.
  6. Manusia sesungguhnya tidak ada apa-apanya kecuali yang dikehendaki oleh Allah.
  7. Ketaqwaan Semua Hamba Allah tidak akan pernah menambah keagungan Allah.
  8. Kerajaan Allah Samasekali Tidak akan berkurang
  9. Kekayaan Allah Tidak akan pernah berkurang sedikitpun
  10. Setiap amal pasti dibalasnya

Lengkapnya adalah sebagai berikut:

Dari Said bin Abdul Aziz dari Rabi’ah bin Yazid dari Abu Idris al-Khawlani dari Abu Dzar, iaitu Jundub bin Junadah r.a. dari Nabi ﷺ dalam sesuatu yang diriwayatkan dari Allah Tabaraka wa Ta’ala, bahawasanya Allah berfirman:

Tentang Dzalim

“Hai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan pada diriku sendiri akan menganiaya dan menganiaya itu Kujadikan haram di antara engkau sekalian. Maka dari itu, janganlah engkau sekalian saling menganiaya.

Masalah Mohon Petunjuk

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu tersesat, kecuali orang yang Kuberi petunjuk. Maka itu mohonlah petunjuk padaKu, engkau semua tentu Kuberi petunjuk itu.

Tentang Memohon Makanan

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu lapar, kecuali orang yang Kuberi makan. Maka mohonlah makan padaKu, engkau semua tentu Kuberi makanan itu.

Pakaian

Wahai hamba-hambaKu, engkau semua itu telanjang, kecuali orang yang Kuberi pakaian. Maka mohonlah pakaian padaKu, engkau semua tentu Kuberi pakaian itu.

Pengampunan

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu berbuat kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku inilah yang mengampunkan segala dosa. Maka mohon ampunlah padaKu, pasti engkau semua Kuampuni.

Manusia ini ga ada apa-apanya

Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya engkau semua itu tidak dapat membahayakan Aku. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan membahayakan Aku. Lagi pula engkau semua itu tidak dapat memberikan kemanfaatan padaKu. Maka andaikata dapat, tentu engkau semua akan memberikan kemanfaatan itu padaKu.

Ketaqwaan Semua Hamba Allah tidak akan pernah menambah keagungan Allah

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling taqwa dari antara engkau semua, hal itu tidak akan menambah keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Kerajaan Allah Samasekali Tidak akan berkurang

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama bersatu padu seperti hati seseorang yang paling curang dari antara engkau semua, hal itu tidak akan dapat mengurangi keagungan sedikitpun pada kerajaanKu.

Kekayaan Allah Tidak akan pernah berkurang sedikitpun

Wahai hamba-hambaKu, andaikata orang yang paling mula-mula – awal – hingga yang paling akhir, juga semua golongan manusia dan semua golongan jin, sama berdiri di suatu tempat yang tinggi di atas bumi, lalu tiap seseorang meminta sesuatu padaKu dan tiap-tiap satu Kuberi menurut permintaannya masing-masing, hal itu tidak akan mengurangi apa yang menjadi milikKu, melainkan hanya seperti jarum bila dimasukkan ke dalam laut – jadi berkurangnya hanyalah seperti air yang melekat pada jarum tadi.

Setiap amal pasti dibalasnya

Wahai hamba-hambaKu, hanyasanya semua itu adalah amalan-amalanmu sendiri. Aku menghitungnya bagimu lalu Aku memberikan balasannya. Maka barangsiapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji kepada Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, hendaklah jangan menyesali kecuali pada dirinya sendiri.”

Said berkata: “Abu Idris itu apabila menceriterakan Hadis ini, ia duduk di atas kedua lututnya.” (Riwayat Muslim)

Kami juga meriwayatkannya dari Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dan ia berkata: “Tidak sebuah pun Hadis bagi ahli Syam yang lebih mulia dari Hadis ini.”

Keterangan hadits qudsi tersebut:

Hadis yang diriwayatkan oleh Nabi s.a.w. dan berasal dari Allah semacam Hadis di atas ini juga Hadis no. 11 dan no. 95 disebut Hadis Qudsi (suci). Bezanya dengan al-Quran ialah kalau al-Quran merupakan mu’jizat sedang Hadis Qudsi tidak. Lagi pula hanya melulu membaca saja pada al-Quran itu sudah merupakan ibadat. Yang penting kita perhatikan ialah:

Menganiaya itu dosa besar

(a) Menganiaya itu adalah benar-benar besar dosanya dan doanya orang yang dianiaya itu tidak akan ditolak oleh Allah yakni pasti dikabulkan sebagaimana sabda Nabi s.a.w.:

“Takutlah pada doanya orang yang dianiaya, sekalipun ia itu kafir kerana sesungguhnya saja tidak ada tabir yang menutup antara doa orang itu dengan Allah.”

Semua dosa bisa diampuni

 (b) Semua dosa itu dapat diampuni oleh Allah asal kita mohon ampun serta bertaubat kecuali syirik (menyekutukan Allah), sebagaimana dalam al-Quran disebutkan:

“Sesungguhnya Allah tidak suka mengampuni kalau Dia disekutukan dengan lainNya dan Dia suka mengampuni yang selain itu pada orang yang dikehendaki olehNya.”

Ketaatan kita bukan karena Allah memerlukannya

(c)  Kalau kita taat pada Allah, melakukan semua perintahNya, ini bukan bererti bahawa Allah memerlukan kita taati. Kita taat atau tidak bagi Allah tetap saja. Maka bukannya kalau kita taat, Allah tambah mulia atau kalau kita ingkar lalu Allah kurang kemuliaanNya. Itu tidak sama sekali. Hanya saja Allah menyediakan tempat kesenangan (syurga) bagi orang yang taat dan tempat siksa (neraka) bagi orang yang ingkar.

Nabi Muhammad adalah Hamba yang paling taqwa

(d)  Orang yang amat taqwa yang dimaksudkan dalam Hadis ini ialah Nabi Muhammad s.a.w. dan yang paling curang itu ialah syaitan (setan) sebab syaitan itu dahulunya bernama Azazil dan termasuk dalam golongan jin.

Maha Kayaannya Allah

(e)  Begitu banyaknya air laut, kalau isinya hanya dikurangi oleh jarum yang melekat di situ, maka kekurangan  itu tidak bererti sama sekali. Begitulah perumpamaannya andaikata Allah mengabulkan semua permohonan makhlukNya.

Dzalim dan Saling Mendzalimi adalah haram
Dzalim dan Saling Mendzalimi adalah haram

Demikian Penjelasan Materi tentang; Dzalim, Dan saling mendzalimi adalah diharamkan Allah Ta’ala – Semoga dapat mengambil pelajaran dari inti uraian tersebut. Mohon Abaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab.