Sholat Isyroq Meraih Pahala Haji dan Umrah

Sholat Isyroq Meraih Pahala Haji dan UmrahBismillah Untuk kesempatan kali ini Duta Dakwah akan menerangkan tentang Sholat Isyroq, Hukum, Bacaan, Praktek dan Pahalanya.

Ada beberapa pengertian mengenai Sholat Isyroq tentang waktu dan prakteknya, yang mungkin pada risalah ini kami akan uraikan tentang perbedaan Isroq dan dhuha.

Sholat Isyroq Meraih Pahala Haji dan Umrah

Untuk lebih terang dan jelasnya mari kita simak bersama uraian kami berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَصَلَّى اللهُ وَ سَلَّمَ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، أَمَّا بَعْدُ

Saudaraku Semua para pembaca kaum Muslimiin muslimat, Rahimakumu llah, izinnkan kami untuk menuliskan beberapa hal yang menurut kami penting untuk disampaikan, namun demikian juga apabila keterangan yang kami sampaikan ini kurang berkenan, maka kami menyampaikan permohonan ma’af kepada pembaca dan kepada Allah kami mohon Maghfiroh.

Pengertian Isyroq

Kata “Isyroq” mempunyai makna muncul atau dalam kata lain disebut “terbit”. Maka dari makna ini dapat disimpulkan bahwa sholat Isyroq itu adalah sholat yang dilakukan saat terbitnya matahari. Dalam Al-Qur’an dijelaskan:

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

Artinya: “Sungguh kami telah menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Nabi Daud) pada waktu petang dan pagi.” (QS Shad: 18)

Istilah sholat Isyroq yang dilaksanakan setelah terbitnya matahari barangkali terasa asing pada pendengaran kita bila dibandingkan dengan sholat Dhuha yang juga dilaksanakan di waktu yang sama. Tetapi yang menjadi pertanyaan, adakah perbedaannya antara Isyroq dan Dhuha? Atau kedua sholat Dhuha dan Isyroq itu hanyalah perbedaan istilah saja?

Perbedaan Sholat Isyroq dan Sholat Dhuha

Mengenai Sholat Isyroq dan Sholat Dhuha itu terdapat Perbedaan Pendapat, yaitu ada dua pendapat

Pertama: Pendapat yang pertama ini adalah merupakan pendapat dari Kebanyakan para ‘ualama, bahwa sholat Isyroq dan shoalat dhuha itu sama karena sama-sama dilakukan setelah mata hari terbit ukuran satu tombak, yakni sekira 10 sampai 15 menit setelah terbit, namun untuk membedakan Isyroq dan Dhuha adalah ada pada roka’at. Sholat Isyroq dilakukan hanya dua roka’at, sedangkan sholat dhuha dikerjakan sedikitnya dua roka’at, dan paling banyak dua belas roka’at, tapi ada dalam satu keterangan untuk roka’at shoalat dhuha tidak ada batasan. Wallahu ‘alam.

Kedua: Pendapat yang kedua ini adalah pendapat dari sebagian kecil para ‘ulama, pendapat ini juga boleh diikuti, namun untuk lebih amannya dari ikhtilaf kalau kami lebih mengikuti pendapat pertama. Adapun Pendapat kedua sebagai berikut: sholat isyroq adalah sholat yang dilakukan setelah terbitnya matahari berdasar pada hadits riwayat Turmudzi:

كَانَ إِذَا أَشْرَقَتْ وَارْتَفَعْتْ قَامَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَإِذَا انْبَسَطَتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ فِيْ رُبْعِ النَّهَارِ مِنْ جَانِبِ الْمَشْرِقِ صَلَّى أَرْبَعًا.

Artinya: “Rasulullah SAW berdiri untuk sholat dua roka’at ketika matahari terbit dan ketika matahari mulai menjulang tinggi dari arah timur, yaitu saat seperempat siang, Rasulullah SAW kembali melakukan sholat empat roka’at” (HR. Turmudzi)

Kami garis bawahi pada makna “ketika matahari terbit dan ketika matahari mulai menjulang tinggi dari arah timur” ini menurut pemahaman kami ya lebih kurang mata hari sekira satu tombak atau paling idak setengah tombak. Akan tetapi kami sangat menghargai pendapat yang lain.

Dan kami nuqilkan keterangan Imam Ghozali dari Kitab Ihya sebagai berikut:

فَقَدْ رَوَى عَلِيٌّ رضي الله عنه أَنَّهُ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُصَلِّي الضُّحَى سِتًّا فِيْ وَقْتَيْنِ إِذَا أَشْرَقَتِ الشَّمْسُ وَارْتَفَعَتْ قَامَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ أَوَّلُ الْوَرِدِ الثَّانِيْ مِنْ أَوْرَادِ النَهَارِ كَمَا سَيَأْتِيْ، وَإِذَا انْبَسَطَتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ فِيْ رُبْعِ السَّمَاءِ مِنْ جَانِبِ الشُّرُقِ صَلَّى أَرْبَعًا، حَدِيْثٌ كَانَ إِذَا أَشْرَقَتْ وَارْتَفَعَتْ قَامَ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَإِذَا انْبَسَطَتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ فِيْ رُبْعِ النَّهَارِ مِنْ جَانِبِ الْمَشْرِقِ صَلَّى أَرْبَعًا أَخْرَجَهُ التُّرْمُذِيُّ وَالنَّسَائِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ مِنْ حَدِيْثِ عَلِي

Artinya: Ali r.a. telah Meriwayatkan bahwasanya beliau SAW sholat Dhuha enam reka’at pada dua waktu; yaitu ketika matahari bersinar dan meninggi maka beliau berdiri dan sholat dua roka’at, dan itu adalah wirid yang pertama dari yang kedua dari wirid-wirid siang sebagaimana yang akan datang. Apabila matahari terbentang dan berada di perempat langit dari sebelah timur maka beliau sholat empat reka’at.

Yang pertama itu apabila matahari meninggi sekitar setengah tombak. Dan yang kedua adalah apabila telah lewat seperempat siang sebanding dengan sholat ‘asar.  Maka bersisa dari siang itu seperempatnya. Sedangkan Dzuhur itu pada pertengahan. Dan Dhuha itu pada pertengahan waktu antara terbit mata hari sumpai tergelincir sebagaimana Ashar itu pada pertengahan antara tergelincir matahari sampa terbenamanya.Ini adalah seutama-utama waktu dari waktu Meningginya mata hari sampai apa yang sebelum tergetincirnya matahari, yaitu waktu Dhuha secara global.

Status Sholat Isyroq

Jadi dalam menstatuskan sholat Isyroq ini apakah merupakan sholat yang sama dengan sholat Dhuha? maka para ulama berbeda pendapat. Menurut Iamam Al-Ghazali sholat Isyroq berbeda dengan sholat Dhuha, artinya sholat Isyroq itu adalah sholat sunah yang tersendiri tidak sama dengan sholat Dhuha. Namun menurut pendapat yang lain sebagiamana yang sudah kami uraikan di muaka dan diantaranya seperti menurut Imam Hakim dalam kitab Al-Mustadrok, sholat Isyroq dan sholat Dhuha itu sama, dalam artian sholat yang sama berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa sholat pada waktu Isyroq disebut juga dengan sholat awwabin.

Keutamaan Sholat Isyroq

Adapun Keutamaan Sholat Isyroq adalah sebagaimana keterangan berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengerjakan sholat Shubuh berjamaah, lalu dia duduk berdzikir sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan sholat 2 roka’at, maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan, “sempurna, sempurna, sempurna (pahalanya).”  (HR. At-Tirmidzi II/481 no.586)

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ:”مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُه

Artinya: Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan sholat shubuh di masjid secara berjamaah, lalu dia tetap berada di dalam masjid sampai melaksanakan sholat sunnah (di waktu) Dhuha, maka amalannya itu seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji atau umroh secara sempurna.” (HR. Thobroni VIII/154 no.7663).

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Isyroq

Cara dan Pelaksanaan Sholat isyroq itu dikerjakan sebanyak dua raka’at. Bacaannya sama dengan sholat-sholat suanah yang lainnya, yakni semapuhnya hafalan surat, namun kalau bisa maka praktekkan seperti yang kami contohkan di bawah ini.

Waktu sholat isyroq itu setelah terbitnya mata hari ukuran setombak atau 10 sampai 15 menit dari mata hari terbit atau seperti yang kami sampaikan di atas yaitu setengah tombak.

Sholat Isyroq Meraih Pahala Haji dan Umrah
Sholat Isyroq Meraih Pahala Haji dan Umrah

Praktek Sholat Isyroq Tulisan Arab

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: أُصَلِّي سُنَّةَ الْإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى: اللهُ اَكْبَرُ

باچ إفتتاح، كمودييان باچ فاتحة، تروس باچ : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ*  وَالضُّحَى ﴿١﴾  وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَى ﴿٢﴾ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَى ﴿٣﴾ وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَى ﴿٤﴾ وَلَسَوْفَ يُعْطِيكَ رَبُّكَ فَتَرْضَى ﴿٥﴾ أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَى ﴿٦﴾ وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَى ﴿٧﴾ وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَى ﴿٨﴾ فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿٩﴾ وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿١٠﴾ وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿١٢﴾﯁

كمودييان ركوع، إعتدال، سجود، دودك دي أنترا دوا سجود، سجود، برديري، باچ فاتحة، تروس باچ: أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿١﴾ وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ﴿٢﴾ الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ ﴿٣﴾ وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿٤﴾ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٦﴾ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ﴿٧﴾ وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ ﴿٨﴾ كمودييان : ركوع، إعتدال، سجود، دودك دي أنترا دوا سجود، سجود، دودك ترأخير، تشهد، سلام،للو كمودييان باچ دعاء

>اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلأوَّلِيْن وَاْلأَخِـرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. آمين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ يَامَّعْبُوْدُ حَمْدًا يُوَفِى نِعْمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَـرِيْمِ وَعَـظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اللّهُمّ يا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِي رَقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًاً أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ، وَيَصْحَبُنِيْ فِي حَيَاتِي وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظُلّامِ مِشْكَاتِي، وَأسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا، وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ، وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الْوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الِإشْرَاقَ وَالظُّهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ، وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِّلهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَانِنَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتاً أَجْمَعِيْنَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Demikian Sholat Isyroq Meraih Pahala Haji dan Umrah – Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Mohon ma’af jika ada yang berbeda. Terima kasih atas kunjungannya.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ