Niat Sholat 5 waktu : Bacaan, Syarat, Shah, Cara dan Doanya

Niat Sholat 5 waktu : Bacaan, Syarat, Shah, Cara dan Doanya – Pada kesempatan in Duta Dakwah akan membahas tentang Sholat. Yang mana dalam pembahasan kali ini mengenai tata cara bacaan niat sholat, rukun sholat, bacaan sholat bahasa arab latin dan terjemahnya dengan singkat dan jelas. Untuk itu silahkan lihat ulasan berikut ini.

Niat Sholat 5 waktu : Bacaan, Syarat, Shah, Cara dan Doanya

Niat Sholat 5 waktu merupakan kewajiban bagi umat muslim yang sudah baligh dan berakal, tidak boleh seorang pun berani untuk meninggalkannya meski dalam keadaan bagaimanapun juga. Baik dalam keadaan sudah atau sakit. Bahkan sholat wajib atau fardu harus tetap dilaksanakan selama nyawa masih menempel dalam jasad dan fikiran masih dalam keadaan waras.

Kewajiban Niat sholat 5 waktu sudah ditentukan yaitu waktu shubuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya. Tidak bisa disamakan dengan ibadah lain semisal haji yang hanya mereka yang mampu melaksanakannya. Apabila dalam keadaan sakit meninggalkan sholat maka ketika sudah sembuh dia wajib mengqodo/mengganti sholat yang telah tertinggal.

Syarat Wajib Sholat 5 Waktu

  1.  Muslim (Beragama Islam) – Orang yang hanya berserah diri kepada Allah
  2. Berakal Sehat dan Sadar
  3. Telah sampai dakwah Islam
  4. Baligh (Cukup Umur)

Syarat Sah Sholat 5 Waktu

  1. Aurat tertutup, pastikan jangan sampai ada pakaian yang tersingkap seperti pakaian yang kekecilan sehingga dapat terbuka saat melakukan gerakan sholat.
  2. Tubuh, Pakaian dan Tempat Sholat Suci dari hadats serta najis.
  3. Bersuci – Wudhu sesuai yang sudah diajarkan Rasulullah SAW.
  4. Masuk waktu shalat.
  5. Menghadap ke arah kiblat.
  6. Tuma’ninah (Tenang, Khyusuk, Fokus) dan Tertib atau urut sesuai dengan rukun Sholat.

Cara Bacaan Dan Gerakan Shalat Fadhu 5 Waktu

Adapun rukun sholat yaitu mulai dari membaca niat, takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, membaca surat Al-Fatihah disetiap rakaat, ruku’ disertai tuma’ninah, itidal disertai tuma’ninah, sujud disertai dengan tuma’ninah, duduk diantara dua sujud disertai dengan tuma’ninah, duduk tasyahud disertai tuma’ninah, membaca sholawat, salam dan tartib sesuai urutan yang tertera.

Niat Melakukan Sholat 5 Waktu

Berikut ini adalah Niat Sholat yang sering digunakan masyarakat khususnya Indonesia saat hendak melaksanakan Sholat. Niat Sholat Sendiri, Menjadi Makmum dan Imam

Bacaan Niat Sholat Subuh Sendiri, Menjadi Makmum dan Imam

بسم الله الرّحمن الرّحيم : أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِّلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Bismillahir rohmanir rohiim: Usholi Fardhos Subhi Rok’ataini Mustaqbilal- qibalati ada-an (Makmuman/Iamaman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang: Saya niat sholat fardhu subuh dua roka’at menghadap qiblat tunai (Menjadi Makmum/ menjadi Imam) karena Allah Ta’ala Allahu-Akbar

Bacaan Niat Sholat Dzuhur Sendiri, Menjadi Makmum dan Imam 

بسم الله الرّحمن الرّحيم : أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِّلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Bismillahir rohmanir rohiim: Usholi Fardhoz dzuhri arba’a roka’atin Mustaqbilal- qibalati ada-an (Makmuman/Iamaman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang: Saya niat sholat fardhu dzuhur empat roka’at menghadap qiblat tunai (Menjadi Makmum/ menjadi Imamkarena Allah Ta’ala Allahu-Akbar

Bacaan Niat Sholat Asar Sendiri, Menjadi Makmum dan Imam

بسم الله الرّحمن الرّحيم : أُصَلِّي فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِّلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Bismillahir rohmanir rohiim: Usholi Fardhol ‘asri arba’a roka’atin Mustaqbilal- qibalati ada-an (Makmuman/Iamaman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang: Saya niat sholat fardhu asar empat roka’at menghadap qiblat tunai (Menjadi Makmum/ menjadi Imam) karena Allah Ta’ala Allahu-Akbar

Bacaan Niat Sholat Magrib Sendiri, Menjadi Makmum dan Imam 

بسم الله الرّحمن الرّحيم : أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِّلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Bismillahir rohmanir rohiim: Usholi Fardhol maghribi tsalatsa roka’atin Mustaqbilal- qibalati ada-an (Makmuman/Iamaman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang: Saya niat sholat fardhu maghrib tiga roka’at menghadap qiblat tunai (Menjadi Makmum/ menjadi Imam) karena Allah Ta’ala Allahu-Akbar

Bacaan Niat Sholat Isya Sendiri, Menjadi Makmum dan Imam

بسم الله الرّحمن الرّحيم : أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِّلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Bismillahir rohmanir rohiim: Usholi Fardhol ‘isya-i arba’a roka’atin Mustaqbilal- qibalati ada-an (Makmuman/Iamaman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang: Saya niat sholat fardhu isya empat roka’at menghadap qiblat tunai (Menjadi Makmum/ menjadi Imam) karena Allah Ta’ala Allahu-Akbar

Cara Sholat Maghrib

1. Berdiri Tegak

Berdiri tegak adalah salah sebagian dari rukun salat. Sikap ini dilakukan sejak sebelum takbiratul ihram. Cara melakukannya adalah sebagai berikut.

  • Posisi badan harus tegak lurus dan tidak membungkuk, kecuali jika sakit.
  • Tangan rapat di samping badan.
  • Kaki direnggangkan, paling lebar selebar bahu.
  • Semua ujung jari kaki menghadap kiblat.
  • Pandangan lurus ke tempat sujud.
  • Posisi badan menghadap kiblat. Akan tetapi, jika tidak mengetahui arah kiblat, boleh menghadap ke arah mana saja. Asal dalam hati tetap berniat menghadap kiblat.

2. Melafadzkan Niat (sunnah bagi Madzhab Syafi’i)

بسم الله الرّحمن الرّحيم : أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا / إِمَامًا) لِّلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرْ

Bismillahir rohmanir rohiim: Usholi Fardhol maghribi tsalatsa roka’atin Mustaqbilal- qibalati ada-an (Makmuman/Iamaman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang: Saya niat sholat fardhu maghrib tiga roka’at menghadap qiblat tunai (Menjadi Makmum/ menjadi Imam) karena Allah Ta’ala Allahu-Akbar

3. Takbiratul Ihram 

Pada saat Takbirotul-Ihrom harus berbarengan dengan niat dalam hati sesuai yang sudah dilafdzkan sesaat sebelum takbirotul-ihrom. Ada banyak keterangan tentang cara mengangkat tangan. Menurut kebanyakan ulama caranya adalah sebagai berikut.

  • Telapak tangan sejajar dengan bahu.
  • Ujung jari-jari sejajar dengan puncak telinga.
  • Ujung ibu jari sejajar dengan ujung bawah telinga.
  • Jari-jari direnggangkan.
  • Telapak tangan menghadap ke arah kiblat, bukan menghadap ke atas atau ke samping.
  • Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  • Bersamaan dengan mengucapkan kalimat takbir.

Catatan Penting

Dalam hal mengangkat tangan ketika shalat terdapat pada empat tempat, yaitu saat takbiratulihram, saat hendak rukuk, saat iktidal (bangun dari rukuk), dan saat bangun dari rakaat kedua (selesai tasyahud awal) untuk berdiri meneruskan rakaat ketiga.

اللهُ أَكْبَرْ

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

4. Bacaan Doa Iftitih (Sunah)

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا

Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila.

Artinya : “Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala Puji Bagi Allah, Pujian Yang Sebanyak-Banyaknya. Dan Maha Suci Allah Sepanjang Pagi Dan Petang.”

اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Inni Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.

Artinya : “Kuhadapkan Wajahku Kepada Zat Yang Telah Menciptakan Langit Dan Bumi Dengan Penuh Ketulusan Dan Kepasrahan Dan Aku Bukanlah Termasuk Orang-Orang Yang Musyrik. Sesungguhnya Sahalatku, Ibadahku, Hidupku Dan Matiku Semuanya Untuk Allah, Penguasa Alam Semesta. Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya Dan Dengan Demikianlah Aku Diperintahkan Dan Aku Termasuk Orang-Orang Islam.”

5. Membaca Surat AL-FATIHAH

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿١﴾ الْحَمْدُ لِلَّـهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٢﴾ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ ﴿٣﴾ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٤﴾إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ ﴿٧

Bismillahirrahmaanirrahiim(i). Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin(a). Ar Rahmaanirrahiim(i). Maaliki yaumiddiin(i). Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin(u). Ihdinash-shirraatal musthaqiim(i). Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin(a).

Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Setelah itu disunnahkan membaca ayat dari Al-Qur’an, yang mana diutamakan membaca surat-surat pendek seperti juz amma.

6. Gerakan Ruku’

اللهُ أَكْبَرْ

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Rukuk artinya membungkukkan badan. Adapun cara melakukannya adalah sebagai berikut;

  • Angkat tangan sambil mengucapkan takbir. Caranya sama seperti takbiratulihram.
  • Turunkan badan ke posisi membungkuk.
  • Kedua tangan menggenggam lutut. Bukan menggenggam betis atau paha. Jari-jari tangan direnggangkan. Posisi tangan lurus, siku tidak ditekuk.
  • Punggung dan kepala sejajar. Punggung dan kepala dalam posisi mendatar. Tidak terlalu condong ke bawah. Tidak pula mendongah ke atas.
  • Kaki tegak lurus, lutut tidak ditekuk.
  • Pinggang direnggangkan dari paha.
  • Pandangan lurus ke tempat sujud.

Sesudah posisi ini mantap, kemudian membaca salah satu doa rukuk.

Bacaan Doa Ruku’

سُبْحَانَ رَبِّيََ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ، 3 كالي

Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdih – 3 x (Tiga Kali)

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung Dan Dengan Memuji-Nya.”

7. Gerakan Itidal

Iktidal adalah bangkit dari rukuk. Posisi badan kembali tegak. Ketika bangkit disunahkan mengangkat tangan seperti ketika takbiratulihram. Bersamaan dengan itu membaca kalimat “sami’allahu liman hamidah”. Badan kembali tegak berdiri, Tangan rapat di samping badan.

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami’allahu liman hamidah

Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Bacaan Doa Itidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّمَوَاتِ وَمِلْءُ الْأَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

8. Sujud Beserta Tuma’ninah

Kemudian dilanjutkan dengan melakukan gerakan sujud seraya membaca “Allahu Akbar” dengan kedua lutut terlebih dulu, yakni meletakkan Dahi dan Hidung, Kedua Telapak Tangan, kedua lutut dan Kedua Kaki menempel di lantai (Tempat Sholat).

اللهُ أَكْبَرْ

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Bacaan Doa Sujud Dalam Sholat

سُبْحَانَ رَبِّيََ الْاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ، 3 كالي

Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi. 3x

Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya.” 3x

Sujud artinya menempelkan kening pada lantai. Menurut hadis riwayat Jamaah, ada tujuh anggota badan yang menyentuh lantai ketika sujud, yaitu:

  1. wajah (kening dan hidung),
  2. Dua telapak tangan,
  3. Kedua lutut, dan
  4. Dua ujung telapak kaki.

Cara melakukan sujud adalah sebagai berikut.

  1. Turunkan badan dari posisi iktidal, dimulai dengan menekuk lutut sambil mengucapkan takbir.
  2. Letakkan kedua lutut ke lantai.
  3. Tempatkan kedua telapak tangan ke lantai.
  4. Letakkan kening dan hidung ke lantai.
  5. Telapak tangan dibuka, tidak dikepalkan. Akan tetapi, jari-jarinya dirapatkan, dan ini satu-satunya gerakan di mana jari-jari tangan dirapatkan, sementara dalam gerakan lainnya jari-jari ini selalu direnggangkan.
  6. Jari-jari tangan dan kaki semuanya menghadap ke arah kiblat. Ujung jari tangan letaknya sejajar dengan bahu.
  7. Lengan direnggangkan dari ketiak (sunah bagi laki-laki). Untuk perempuan ada yang menyunahkan merapatkannya pada ketiak. Namun, boleh juga merenggangkannya.
  8. Renggangkan pinggang dari paha.
  9. Posisi pantat lebih tinggi daripada wajah.
  10. Sujud hendaknya dilakukan dengan tenang. Ketika sudah mantap sujudnya, bacalah salah satu doa sujud.

9. Duduk Diantara Dua Sujud/Iftiras Beserta Tuma’ninah

اللهُ أَكْبَرْ 

Allahu’akbar

Artinya : “Allah Maha Besar”

Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan “Allaahu Akbar”, untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud. Pada saat sudah duduk dengan sempurna [menduduki kaki kiri, dengan telapak kaki kanan berdiri dan jarinya terletak di alas (lantai/tanah) menghadap kiblat]Duduk antara sujud adalah duduk iftirasy, yaitu:

  • Bangkit dari sujud pertama sambil mengucapkan takbir.
  • Telapak kaki kiri dibuka dan diduduki.
  • Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  • Badan tegak lurus.
  • Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  • Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  • Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
  • Pandangan lurus ke tempat sujud.
  • Setelah posisi tumakninah, baru kemudian membaca salah satu doa antara dua sujud.

Bacaan Duduk Diantara Dua Sujud

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي،وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَاعْفُ عَنِّْي 

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya : “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Kemudia Sujud lagi dengan mengucapkan : اللهُ أَكْبَرْ   terus baca lagi: سُبْحَانَ رَبِّيََ الْاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ، 3 كالي  terus bangkit / berdiri dengen mungucapka takbirotul-qiyam: للهُ أَكْبَرْ  tersu baca Fatihah dan surat-surat pendek, kemudian ruku’, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud, lalu duduk Tasyahud awal:

Bacaan Tasyahud awal

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ / اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Setelah itu bangkit lagi dengan mengucapkan Takbirotul qiyam : اللهُ أَكْبَرْ   terus kemudian baca Fatihah, lalu ruku’ kemudian i’tidal terus sujud, kemudian duduk di antara dua sujud, terus sujud lagi, kemudian duduk Tasyahud Akhir mengucapkan Takbirotul-intiqol:  اللهُ أَكْبَرْ  berikut penjelasan Tasyahud akhir:

10. Tasyahud Akhir

Setelah sujud yang ke dua pada roka’at ketiga kemudian melakukan Doa Tahiyat Akhir dengan cara duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Adapun tata cara duduk pada Tasyahhud Akhir ini hendaknya orang yang sholat duduk pada pangkal pahanya yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak.

Cara Tasyahud akhir adalah duduk tawaruk.

  • Bangkit dari sujud kedua, yaitu pada rakaat terakhir salat, sambil membaca takbir.
  • Telapak kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jadi, panggul duduk menyentuh lantai.
  • Telapak kaki kanan tegak. Jari-jarinya menghadap ke arah kiblat.
  • Badan tegak lurus.
  • Siku ditekuk. Tangan sejajar dengan paha.
  • Telapak tangan dibuka. Jari-jarinya direnggangkan dan menghadap ke arah kiblat.
  • Telapak tangan diletakkan di atas paha. Ujung jari tangan sejajar dengan lutut.
  • Disunahkan memberi isyarat dengan telunjuk, yaitu telapak tangan kanan digenggamkan. Kemudian telunjuk diangkat (menunjuk). Dalam posisi ini kemudian membaca doa tasyahud, selawat, dan doa setelah tasyahud akhir.

Bacaan Tasyahud Akhir

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ الله

At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Artinya : “Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shalawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah.”

11. Membaca Sholawat Kepada Nabi Muhammad SAW

Ketika melakukan Tasyahhud Akhir maka kemudian berikutnya membaca Shalawat, minimal membaca Bacaannya shalawat :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ / اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Shalawat yang lebih sempurna

Untuk Shalawat yang sempurna yaitu Shalawat Ibrahimiah :

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ / اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍوَعَلَى سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ سَيِّدِنَا عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيدٌ

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin. atau: Allaahumma shalli ‘alaa sayidina Muhammad  Wa ‘alaa aali sayidina Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa sayidina Ibraahiim, wa ‘alaa aali sayidina Ibraahiim, wa baarik ‘ala sayidina Muhammadin wa ‘alaa aali sayidina Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa sayidina Ibraahiim wa ‘alaa aali sayidina Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.

ArtinyaYa Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Shalawat) untuk Penghulu kami Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada keluarga Penghulu kami iaitu Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada sayidina Ibrahim dan kepada keluarga sayidina Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Penghulu kami nabi Muhammad dan kepada keluarga Penghulu kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada  sayidina Ibrahim dan kepada keluargasayidina Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia). 

Dan masih ada juga bacaan yang lebih panjang lagi

12. Salam

Gerakan salam adalah menengok ke arah kanan dan kiri. Menengok dilakukan sampai kira-kira searah dengan bahu. Jika jadi imam dalam salat berjamaah, salam dilakukan sampai terlihat hidung oleh makmum. Menengok dilakukan sambil membaca salam.

Adapun bacaan salam sebagai berikut;

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“ASSALAAMU ‘ALAIKUM WA RAHMATULLAH”

(Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu)

Niat Sholat 5 waktu, Syarat Wajib Cara dan Doanya
Niat Sholat 5 waktu, Syarat Wajib Cara dan Doanya

13. Tertib

Mengerjakan rukun-rukun Sholat secara berurutan. Tidak boleh orang sengaja melompati rukun Sholat dalam melaksanakan ibadah sholat yang dapat menyebabkan batalnya sholat jika disengaja meninggalkan salah satu dari rukun tersebut.

Demikianlah ulasan tentang Niat Sholat 5 waktu : Bacaan, Syarat, Shah, Cara dan Doanya. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.