Fadhilah ‘Amal dan Beramal dengan hadits Dho’if

Fadhilah ‘Amal Dan Beramal dengan hadits Dho’if – Lau haula wa la quwwata illa billah, Ikhwan fillaah, kali ini Dutadakwah akan mnyapaikan tentang Fadhilah ‘amal. Fadilah ‘Amal artinya; Beberapa tentang keutamaan ‘amal.

Fadhilah ‘Amal dan Beramal dengan hadits Dho’if

Mengenai keutamaan amal akan kami sampai keterangnanya di bawah ini. Demikian juga tentang beramal dengan hadits dhoif. Banyak orang yang bependapat bahwa hadits dhoif tidak boleh diamalkan. Hadits dhoif harus dibuang, padahal menurut kami tidak seperti itu. Ikuti penjelasan kami tentang perihal tersebut.

Mukadimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

بِسْمِ اللهِ  الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، الحَمْدُ للهِ ، الصَّلَاةُ وَ السَّلامُ  عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ابْنِ عَبْدِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَابِعَهُ :  أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillah Puji dan Syukur senantiasa kita panjatkan ke hadhirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maha Suci Allah. Semoga Shalawat Salam selalu tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Ikhwa fillah Pembaca yang dirahmati Allah. Sebagaimana telah kami sebutkan pada tema di atas, maka baiklah mari kit abaca bersama penjelasan Ulama berikut ini;

Fadhilah ‘Amal

Adapun Arti dan Pengertian dari fadhilah amal itu adalah : Beberapa Keistimewaan segala ‘amal. Juka kita ingin mendapatkan fadhilah ‘amal, semestinya kita berupaya sebisa mungkin untuk mengamalkan apa-apa yang sudah pernah kita dengar tentang keutamaannya meski hanya sempat mengamalkanya satu kali saja. Di dalam Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi menerangkan sebgai berikut;

اِعْلَمْ أَنَّهُ يَنْبَغِيْ لِمَنْ بَلَغَهُ شَيْئٌ فِيْ فَضَائِل الْأَعْمَالِ أَنْ يَعْمَل بِهِ وَلَوْ مَرَّةً وَاحِدَةً لَيَكَوْنَ مِنْ أَهْلِهِ، وَلَا يَنْبَغِيْ أَنْ يَتْرَكَهُ مُطْلَقًا بَلْ يَأْتِيْ بِمَا تَيْسَرَ مِنْهُ، الأذكار : ٨

Artinya: Seyogianya bagi seseorang yang telah mengetahui suatu fadhilah amal (amalan yang disunahkan), untuk mengamalkannya, walaupun sekali saja agar ia termasuk golongan ahlinya (ahlul amal). (dikutip dari al-Adzkar : 8)

Demikian diterangka dalam kitab trsebut, lantas dipertegas lagi dalam sebuah hadits di sana tertulis Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إَذَا أَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَاسْتَطَعْتُمْ

Artinya: “Apabila kuperintahkan (kuanjurkan) kepadamu tentang sesu- atu, kerjakanlah menurut kemampuanmu”. (dikutip dari al-Adzkar : 8)

Beramal Dengan Dasar Hadits Dhoif

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa hadits dhoif tidak boleh digunakan. Padahal sesungguhnya meskipun dhoif itu adalah haditsselama itu bukan hadits palsu masih bisa dijadikan dasar untuk fadhila amal.

Diterang dalam Kitab al-Adzkar sebagai berikut;

فَصْلٌ: قَالَ الْعُلَمَاءُ مِنَ الْمُحَدِّثَيْنَ وَالْفُقَهَاءِ وَغَيْرِهِمْ: يَجُوْزُ وَيُسْتَحَبُّ الْعَمَلُ فِي الْفَضَائِلِ وَالتَّرْغِيْبِ وَالتَّرْهِيْبِ بِالْحَدِيْثِ الضَّعِيْفِ مَا لَمْ يَكُنْ مَوْضُوْعًا

Pasal: Para ulama dari golongan Muhadditsin (ahli hadits). Fukaha (ahli hukum) dan lain-lain mengatakan; “Hadits dhoif dijadikan alasan untuk meningkatkan prestasi beramal baik, amal yang disunahkan atau peringatan-peringatan mengerjakan amalan yang berdasarkan hadits dhoif, asal saja kedhoifannya tidak sampai ke derajat maudhu’ ”.

Bagaimana Hukum-hukum Halal haram didasarkan pada hadits dhoif?

 Jika Hukum Halal, Haram, Jual beli, Nikah Talak Lain-lainnya maka harus didasarkan pada hadits shahih dan hasan sebagaimana diterangkan oleh imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar sebagai berikut;

وَأَمَّا الْأَحْكَامُ كَالْحَلَالِ وَالْحَرَامِ وَالْبَيْعِ وَالنِّكَاحِ وَالطَّلَاقِ وَغَيْرِ ذَلِكَ فَلَا يُعْمَلُ فِيْهَا إِلَّا بِالْحَدِيْثِ الصَّحِيْحِ أَوِ الْحَسَنِ، إِلَّا أَنْ يَكُوْنَ فِيْ احْتِيَاطٍ فِيْ شَيْئٍ مِنْ ذَلِكَ» كَمَا إِذَا وَرَدَ حَدِيْثٌ ضَعِيْفٌ بِكَرَاهَةِ بَعْضِ الْبُيُوْعِ أَوِ الْأَنْكَحَةِ، فَإِنَّ الْمُسْتَحَبَّ أَنْ يَتَنَزَهَ عَنْهُ وِلَكِنْ لَا يَجِبُ. وَإِنَّمَا ذُكَرْتُ هَذَا الْفَصْلَ لِأَنَّهُ يَجِئُ فِيْ هَذَا الْكِتَابِ أَحَادِيْثٌ أَنْصُ عَلَى صَحَتِهَا أَوْ حَسَنِهَا أَوْ ضَعْفِهَا، أَوْ أَسْكُتُ عَنْهَا لِذُهُوْلِ عَنْ ذَلِكَ أَوْ غَيْرهِ» فَأَرَدْتُ أَنْ تَتَقَرَرَ هَذِهِ الْقَاعِدَةَ عِنْدَ مَطَالِعِ هَذَا الْكِتَابِ

Adapun masalah hukum halal dan haram, jual beli, nikah dan talak serta lainnya yang serupa dengannya, maka haruslah berdasarkan hadits sahih atau hasan. Kecuali dalam hal-hal yang menyangkut ikhtiyat (kehhati-hatian), umpamanya ada hadits dhoif yang menerangkan makruh (kurang baik) tentang sesuatu yang menyangkut jual beli dan pernikahan maka sebaiknya, disunahkan (mustahab) baginya tidak melakukannya tetapi tidak Wajib menjauhinya.

Imam an-Nawai Melanjutkan perkataannya sebagai berikut; Kusebutkan persoalannya pada pasal ini, karena dalam kitab ini akan dipaparkan nas-nas berupa hadits sahih, hasan, dhoif atau yang lainnya untuk diketahui oleh para pembaca.

Fadhilah amal
Fadhilah amal

Demikian ulasan ringkas tentang; Fadhilah ‘Amal Dan Beramal dengan hadits Dho’if Semoga bermanfaat. Mohon utnuk diabaikan saja uraian kami ini, jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya. Wallahu A’lamu bish-showab wa billahit-taufiq wal-Hidayah.