Yang Memandang dan yang Dipandang Sama-sama Dilaknat

Yang Memandang dan yang Dipandang Sama-sama Dilaknat Lelaki dan perempuan yang bukan muhrimnya saling memandang keduanya dilaknat, Duta Dakwah akan menuliskan tentang hal tersebut menukil dari “Syarah ‘Uqudullujain”, Untuk bacaan Keluarga Bahagia, mudah-mudahan uraian ini jadi inspirasi bagi Pasangan suami istri yang punya tugas membina rumah tangganya. Sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat amiin.

Yang Memandang dan yang Dipandang Sama-sama Dilaknat

Pembahasan mengenai Lelaki dan perempuan yang bukan muhrimny saling memandang ini kami tulis dari Kitab kecil yang bernama “’Uqudullujain”. Tulisan ini adalah lanjutan yang ke 30, Dan untuk lebih jelasnya mengenai hal ini mari kita baca bersama uraiannya berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ

Puji dan Syukur senantiasa tetap kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT. Sholawat dan salamnya semoga tetap tercurahkan ke haribaan Nabi Agung Muhammad s.a.w., keluarga dan shahabatnya semua, Amiin…

Saudara dan saudariku seiman yang dirahmati Allah SWT. Sudah menjadi pandangan umum dan merupakan hal yang sngat biasa di zaman sekarang ini baik di perkotaan maupun di perdesasan, pergaulan yang diluar kewajaran antara pria dan wanita muda saling memandang main mata yang diiringi dengan nafsu birahi itu dianggap hal yang lumrah katanya?. Dengan demikian kami ingin sampaikan mengenai hukumnya, mudah-mudahan ini sedikit bisa membantu untuk mengurangi dari kemaksiyatan,  untuk lebih jelasnya berikut inilah materinya yang kami sajikan:

Muda Mudi Saling Memandang Sama-sama Dilaknat

وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “لَعَنَ اللهُ النَاظِرَ وَالمَنْظُوْرَ إِلَيْهِ”. لاَ يَجُوْزُ لاِمْرَأَةٍ مُؤْمِنَةٍ بِاللهِ أَنْ تُظْهِرَ عَلَى كُلِّ أَجْنَبِيٍّ أَيْ لَيْسَ بِزَوْجٍ وَلاَ مَحْرَمٍ بِنَسَبٍ) أيْ قَرَابَةٍ (أَوْ رَضَاعٍ) أوْ مُنَاكَحَةٍ (وَلاَ يَجُوْزُ النَظْرُ مِنْهُ إِلَيْهَا، وَلاَ مِنْهَا إِلَيْهِ) فَكَمَا يَجِبُ عَلَى الرَّجُلِ أَنْ يَغُضَ طَرْفَهُ عَنِ النِّسَاءِ كَذَلِكَ يَجِبُ عَلَى الْمَرْأَةِ أَنْ تَغُضَ طَرْفَهَا عَنِ الرِّجَالِ كَمَا قَالَهُ ابْنُ حَجَرٍ فِي الزَّوَاجِرِ

Rosulullah bersabda : Allah melaknat orang yang memandang dan orang yang di pandang.

Tidak diperkenankan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah menampakkan diri atas setiap lak-laki ajnabiy yang bukan suami dan tidak punya ikatan mahrom,baik mahrom sebab turunan (kerabat) aatau sebab satu susuan/sepasuson,atau sebab pernikahan.

Dan tidak diperkenankan laki-laki memandang seorang wanita,begitu juga sebaliknya.seperti wajib hukumnya bagi laki-laki menundukkan pandangan matanya kepada wanita,begitu juga sebaliknya.Demikian dikatakan Ibnu Hajar dalam Al-Zawajir.

Lalaki Tidak Boleh Bersentuhan Dengan Waniata

وَلاَ  يَجُوْزُ (المَسُّ بِالمُصَافَحَةِ  أًوْ مَعَ مُنَاوَلَةٍ أَوْ نَحْوِهِمَا) فَإِنَّ مَا يَحْرُمُ نَظْرُهُ يَحْرُمُ مَسُّهُ بِالأَوْلَى، لِأَنَّهُ أَبْلَغُ فِي اللَّذَّةِ وَأَغْلَظُ، بِدَلِيْلٍ أَنَّهُ لَوْ مَسَّ فَأَنْزَلَ بَطَلَ صَوْمُهُ، وَلَوْ نَظَرَ فَأَنْزَلَ لَمْ يَبْطُلْ. كَذَا فِي النِّهَايَةِ شَرْحِ الْغَايَةِ.

Dan tidak dibolehkan bersentuhan dengan cara bersalaman atau beserta menggenggam.Sesungguhnya apa yang haram dengan melihatnya,maka haram ketika di sentuh lebih utama.kerna menyentuh lebih besar menikmati keledzatan nya.Dengan dalil jika ia sedang berpuasa kemudian ia menyentuh lawan jenis bukan mahrom kemudian ia keluar mani, maka puasanya batal.

Dan jika ia hanya memandanya kemudian keluar mani dengan sebab itu maka puasanya tidak batal.

Takutlah Akan Fitnah Dunia dan Wanita

وَرَوَى الطَبْرَانِيُّ فِيْ الكَبِيْرِ) أَيِ الْمُعْجَمْ الْكَبِيْرْ، فَإِنَّ لَهُ مَعَاجِمَ ثَلَاثَةٍ كَبِيْرًا وَأَوْسَطَ وَأَصْغَرَ (عَنْ مَعْقِلِ) بِفَتْحِ الْمِيْمِ وَكَسْرِ الْقَافِ (ابْنِ يَسَارٍ) هَذَا الْحَدِيْثَ: (لأَنْ يُطْعَنَ) بِالْبِنَاءِ لِلْمَفْعُوْلِ (فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ  بِمِخْيَطٍ) بِكَسْرِ الْمِيْمِ وَفَتْحِ الْمُثُنَّاةِ التَّحْتِيَةِ، وَهُوَ مَا يُخَاطُ بِهِ كَالْإِبْرَةِ  (مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ) وَقَالَ صلى الله عليه وسلم: {اتَّقُوْا فِتْنَةَ الدُنْيَا وَفِتْنَةَ النِّسَاءِ، فّإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ مِنْ قِبَلِ النِّسَاءِ}. وقال صلى الله عليه وسلم: {مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Imam Thobrony meriwayatkan dalam kitab al-Mu’jam al-kabir: Dari Ma’qil bin yasar ” Sungguh seseorang diantara kalian jika di tancapkan jarum besar di atas kepalanya akan lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.

Rosulullah s.a.w. bersabda: Jagalah dari fitnah dunia dan fitnah wanita, Maka sesungguhnya awal fitnah yang terjadi di bani israil adalah karena wanita.

Rosulullah s.a.w. bersabda: Tidaklah aku meninggalkan cobaan atas kaum laki-laki yang paling madhorot daripada cobaan yang datang dari wanita.

Larangan Berduaan di Tempat Sepi

وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إيَّاكُمْ وَالخَلْوَةَ) أَيْ اِجْتَنِبُوْا الْخُلُوَّةَ (بِالنِسَاءِ) فَوُجُوْدُ الْأَمْرَدِ وَالْأُنْثَى غَيْرُ الثِّقَةِ لَا يَنْفِى حُرْمَةَ الْخُلُوَّةِ، بِخَلَافِ الْمَحْرَمِ وَالرَّجُلِ غَيْرَ الْأَمْرَدِ وَالْأُنْثَى الثِّقَةِ، فَإِنَّ كُلًّا مِنْهُمْ يَنْفِى ذَلِكَ   (فَوَالذِيْ) أيْ وَاللهِ الَّذِيْ (نَفْسِيْ) أيْ رُوْحِيْ (بِيَدِهِ) أيْ بِقُدْرَتِهِ (مَا خَلاَ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ دَخَلَ الشَيْطَانُ بَيْنَهُمَا) أَيْ الرَّجُلِ وَالْمَرْأَةِ فَيُوْقِعُهُمَا فِي الْفِتْنَةِ (وَلِأَنْ يُزَاحِمَ) أَيْ يُضَايِقَ (رَجُلٌ خِنْزِيْرًا مُلَطَّخًا بِطِيْنٍ أَوْ حَمْأَ) أيْ طِيْنٍ أَسْوَدَ مُنْتِنٍ. وَ”أوْ” هُنَا لِلشَّكِّ مِنَ الرَّاوِى (خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يُزَاحِمَ مَنْكِبُهُ مَنْكِبَ امْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ)

Rosulullah s.a.w. bersabda: Jauhilah bersepi-sepi dengan wanita, maka demi Dzat yang ruhku ada dalam kekuasaanNya, tidaklah menyepi seorang laki-laki dengan wanita kecuali syetan yang ketiganya.

Sungguh jika seorang laki-laki berdesak-desakkan dengan seekor babi yang berlumuran tanah hitam yang bau itu akan lebih baik padanya daripada berdesak-deakan antara bahunya dan bahu seorang wanita yang tidak halal baginya.

Yang Memandang dan yang Dipandang Sama-sama Dilaknat
Yang Memandang dan yang Dipandang Sama-sama Dilaknat

Perempuan adalah Jebakan Syetan

وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إيَّاكُمْ وَالخَلْوَةَ) أَيْ اِجْتَنِبُوْا الْخُلُوَّةَ (بِالنِسَاءِ)وقال عليه السلام: {النِسَاءُ حَبَائِلُ الشَّيْطَانِ، وَلَوْلاَ هَذِهِ الشَهْوَةُ لمَاَ كَانَ لِلنِّسَاءِ سَلْطَنَةٌ عَلَى الرِّجَالِ وَقَدْ قِيْلَ فِيْ تَأْوِيْلِ قَوْلِهِ تَعَالَى:{رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ}: “مَعْنَاهُ: شَدَّةُ الْغُلْمَةِ”. وَقَدْ قِيْلَ: {إِذَا قَامَ ذَكَرُ الرَّجُلِ ذَهَبَ ثُلُثَا عَقْلِهِ

Rosulullah s.a.w. bersabda: Wanita adalah tali jeratan syetan, jika bukan karena syahwat ini maka bagi wanita dapat menguasai laki-laki dengan syahwatnya.

Hadits ini diucapkan dalam ta’wil ayat :

رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ

dan di ucapkan: Jika telah berdiri dzakar seorang laki-laki, maka hilanglah dua pertiga akalnya

فَيَجِبُ عَلَى الْمَرْأَةِ إِذَا أَرَادَتْ الْخُرُوْجَ أَنْ تَسْتُرَ جَمِيْعَ بَدَنِهَا وَيَدَيْهَا مِنْ أَعْيُنِ النَاظِرِيْنَ) إِذَا خَرَجَتْ، فَيَجِبُ عَلَيْهَا أَنْ تُنْكِرَ عَلَى مَنْ تَظُنُّ أَنَّهُ يَعْرِفُهَا أَوْ تَعْرِفُهُ. وَإِذَا اسْتَأْذَنَ صَدِيْقٌ لِبَعْلِهَا عَلَى الْبَابِ، وَلَيْسَ الْبَعْلُ حَاضِرًا لَمْ تَسْتَفْهِمْ، وَلَمْ تُعَاوِدْهُ فِي الْكَلَامِ، عِيْرَةً عَلَى نَفْسِهَا وَبَعْلِهَا. كذا قَالَهُ الْغَزَالِي

Maka wajib bagi wanita yang hendak keluar rumah menutupi seluruh badannya dari pandangan orang lain. (wajib ingkar atas wanita tersebut jika ada seseorang yang menduga ia tau pada wanita tersebut, atau memang tau bahwa wanita tersebut memang dikenalnya.

Jika suatu ketika ada sahabat dari suami mengetuk pintu rumah, dan suami tidak berada di rumah maka tidak diperbolehkan melayaninya dan menjawab dengan ucapan, karena ada curiga atau cemburu atas dirinya dan suaminya. Demikian di katakan Imam Ghozali

Demikian Uraian kami tentang Yang Memandang dan yang Dipandang Sama-sama Dilaknat – Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua sebagai Pasangan Suami Istri yang ingin membina rumah tangganya untuk mecapai mardhotillah. Abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه