√ Kisah Perempuan mencintai nabi yang diuji oleh suaminya

Posted on

Kisah Perempuan mencintai nabi yang diuji oleh suaminya Seorang Permpuan dengan tulus mencintai nabi hingga ia diuji oleh suaminya, Duta Dakwah akan menuliskan tentang hal tersebut menukil dari “Syarah ‘Uqudullujain”, di bagian akhir kitab ini sebagai penutup Syrah Uqudullujain.

Kisah Perempuan mencintai nabi yang diuji oleh suaminya

Pembahasan mengenai Kisah Perempuan yang dimasukkan oleh suaminya ke dalam tempat Pemanggangan roti atau tempat pengopenan roti yang kami nukilkan dari “’Uqudullujain”. ini adalah lanjutan materi kami yang ke 40, untuk lebih jelasnya mengenai hal ini mari kita baca bersama uraiannya berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ اَلْحَمْدُ ِللهِ الْعَزِيْزِ الْغَفُوْرِ، اَلَّذِيْ جَعَلَ فِي اْلإِسْلاَمِ الْحَنِيْفِ الْهُدَي وَالنُّوْرِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمَرْسَلِيْنَ وَعَلَي آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ اْلأَخْيَارِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، يَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ وَافْعَلُوْا الْخَيْرَاتِ

Segala puji bagi Allah SWT yang senatiasa kita memuji-Nya. Sholawat dan salam-Nya semoga tetap tercurahkan ke haribaan Nabi Agung Muhammad s.a.w., keluarga dan shahabatnya semua, Amiin…

Saudara dan saudariku seiman yang dirahmati Allah SWT. Sungguh luar bias keajaiban yang Allah berikan kepada seorang perempuan yang benar-benar mencintai Nabi dengan tulus, ia diuji oleh suaminya masuk kedalam tempat pemanggangan roti dalam kondisi apinya menyala dia tetap selamat, lalu bagaimana kisahnya ?, berikut kisahnya kami nukilkan dari bagian akhir kitab uqudullujain:

Istri diuji suaminya masuk tanur acrabic

{وَحُكِيَ} أَنَّ اِمْرَأَةً خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا لِتَسْمَعَ كَلَامَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَعَ الصَّحَابَةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِيْنَ، فَرَآهَا رَجُلٌ شَابٌ فِيْ الطَّرِيْقِ فَقَالَ لَهَا: “يَا حُرُمَةُ أَيْنَ قَصْدُكِ ؟”، فَقَالَتْ: “أَنَا قَاصِدَةُ النَّبِيِ صلى الله عليه وسلم، أَجْلِسُ عِنْدَهُ وَأَسْمَعُ كَلَامَهُ الْمَلِيْحَ”. فَقَالَ لَهَا الشَّابُ: “هَلْ تُحِبِّيْنَهُ ؟”. قَالَتْ: “نَعَمْ، أُحِبُّهُ”. فَقَالَ لَهَا: “بِحَقِّ حُبِّهِ عَلَيْكِ، اِرْفَعِيْ نَقَابَكِ حَتَّى أَنْظُرَ وَجْهَكَ”. فَلَمَّا حَلَفَهَا بِحُبِّ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم كَشَفَتْ لَهُ عَنْ وَجْهِهَا فَرَآهُ. ثُمَّ إِنَّهَا لَمَّا رَجَعَتْ أَخْبَرَتْ زَوْجَهَا بِمَا جَرَى لَهَا مَعَ الشَّابِ، فَلَمَّا سَمِعَ زَوْجُهَا كَلَامَهَا تَغَيَّرَ خَاطِرُهُ، وَقَالَ فِيْ نَفْسِهِ: “لَابُدَّ مِنْ أَنْ أَعْلَمَ صِدْقَهَا مِنْ كِذْبِهَا لَأَرْتَاحُ مِنْهَا، وَلَا بُدَّ مِنْ أَنْ أَمْتِحَنَهَا”. فَأَوْقَدَ لَهَا  تَنُوْرًا، وَهُوَ الْمَحَلُ الَّذِيْ يَقْمَرُ فِيْهِ الْخُبْزُ عَلَى هَيْئَةِ الْجُرَةِ وَصَبَرَ عَلَيْهِ حَتَّى اِشْتَدَّ لَهِيْبُهَا، ثُمَّ قَالَ لَهَا: “بِحَقِّ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، اُدْخُلِيْ التَّنُوْرَ”. فَلَمَّا حَلَفَهَا بِحَقِّ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَلْقَتْ نَفْسَهَا فِيْهِ، وَهَوَنَتْ بِرُوْحِهَا، لَكَوْنِهَا صَادِقَةً فِيْ مَحَبَّةِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم. فَلَمَّا رَآهَا زَوْجُهَا وَقَعَتْ فِي التَّنُوْرِ وَغَطَسَتْ فِيْهِ حَزَنَ عَلَيْهَا، وَعُلِمَ أَنَّهَا صَادِقَةٌ فِيْ قَوْلِهَا. فَذَهَبَ الرَّجُلُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، وَأَخْبَرَهُ بِمَا جَرَى لِزَوْجَتِهِ. فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: اِرْجِعْ وَاكْشِفْ عَنْهَا التَّنُوْرَ، فَرَجَعَ وَكَشَفَ عَنْهَا النَّارَ فَوَجَدَهَا سَالِمَةً وَقَدْ بَلَهَا الْعُرُقُ كَأَنَّهَا فِيْ حَمَامٍ أيْ مُغْتَسِلٍ بِاْلمَاءِ الْحَارِ

Tarejemahan Kisah Istri masuk tanur

Diceritakan ada seorang wanita di zaman Nabi s.a.w., ia keluar rumah untuk mendengarkan kalam nabi beserta para sahabat rodhiyallahu ‘anhu, ajma’in, maka ketika ia berjalan menuju tempat ta’lim perempuan itu terlihat oleh seorang anak muda.  Berkatalah pemuda itu: wahai wanita suci, mau pergi kemana engkau ?, Wanita itu menjawab: aku akan menemui Nabi s.a.w., duduk disampaing beliau dan mendengarkan kalamnya.

Pemuda tadi berkata: Apakah engkau mencintainya ? Wanita menjawab: Ya, aku mencintai beliau. Pemuda tersebut berkata lagi: Demi kecintaan nabi atasmu, singkapkanlah penutup kepalamu sehingga aku dapat melihat wajahmu.

Maka ketika wanita itu mendengar sipemuda bersumpah atas nama nabi, ia membuka penutup atau hijabnya sehingga wajahnya dilihat pemuda tersebut.

Maka ketika ia pulang kerumahnya, ia menceritakan kepada suaminya perihal kejadian yang terjadi dijalan bersama pemuda tadi, ketika suaminya mendengar penuturan istrinya lalu ada rasa cemburu dalam hati suaminya dan ia bergumam dalam hatinya: Akun akan menguji kebenaran ucapannya dengan mengatakan “demi kecintaan pada nabi s.a.w.”. Maka suaminya kemudian berkata: Demi Nabi s.w.s., masuklah engkau pada tanur (tempat pengopenan roti atau tempat pemanggangan roti). maka ketika istrinya mendengar suaminya bersumpah dengan nama Nabi s.w.s. ia pun masuk ke dalam tanur dengan semangat dan hampir tak merasakan panasnya tanur karena memang benar ia sangat mahabah kepada nabi s.w.s.. Maka ketika suaminya melihat istrinya pingsan dalam tanur baru ia yakin bahwa istrinya tidak berbohong dan ia menyesal atas perlakuan pada istrinya. Kemudian laki-laki ini pergi menemui Nabi dan menceritakan semua kejadian yang di alami istrinya. maka Nabi berkata pada nya: pulanglah dan keluarkan istrimu dari tanur. laki-laki itu pulang dan cepat memadamkan api dalam tanur, maka ditemukan istrinya dalam keadaan selamat hanya badan dan pakaian nya basah oleh keringat seakan-akan istrinya baru keluar dari ruangan kamar mandi (mandi dengan air panas).

Baca Juga :  √ Kisah Waliyatullah Robi’ah Al-Adawiyah dilamar Ulama
Kisah Perempuan mencintai nabi yang diuji oleh suaminya
Kisah Perempuan mencintai nabi yang diuji oleh suaminya

Selanjutnya Suaminya berdoa

(اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا) فِيْ جَمِيْعِ أُمُوْرِنَا (وَأَصْلِحْ أَهْلِيْنَا) أيْ أَقَارِبِنَا وَأَتْبَاعِنَا (وَذَرَارِيْنَا) أيْ أَوْلَادِنَا (وَجَمِيْع ِالمُسْلِمِيْنَ) فِيْ جَمِيْعِ أُمُوْرِهِمْ (والْحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ)

Ya Allah berilah kemashlahatan dalam semua urusan kami, pada ahli kami, pada anak cucu keturunan kami dan kemashlahatan bagi segala urusan muslimin. Dan segala puji bagi Allah tuhan semesta alam.

Demikanlah Kisah Perempuan mencintai nabi yang diuji oleh suaminya Semoga para pembaca dapat mengambil hikmahnya dari kisah ini. Abaikan saja kisah ini jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya.

Penutup Mualif

خَتَمَ الْمُصَنِّفُ كِتَابَهُ بِالْحَمْدَلَةِ كَمَا خَتَمَ أَهْلُ الْجَنَّةِ دُعَائَهُمْ بِهَا. نَسْأَلُ اللهَ تَعَالَى أَنْ يَمُنَّ عَلَيْنَا بِالرِّضْوَانِ الْأَكْبَرِ، وَبِالنِّعْمَةِ السَّابِغَةِ، فَبِذَلِكَ تَتِمُّ السَّعَادَاتُ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ نَفُوْزُ بِالْجَنَّاتِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ السَّادَاتِ،

سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالزَّوْجَاتِ، مَا دَامَتِ الْأَرْضُ وَالسَّمَوَاتُ. وَالْحَمْدُلِلّٰهِ وَحْدَهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

قَالَ مُؤَلِّفُهُ: قَدْ تَمَّ هَذَا الْكِتَابُ بِعَوْنِ الْمَلِكِ الْجَلِيْلِ فِي وَقْتِ الضُّحَى نَهَارَ الْأَحَدِ فِيْ السَّابِعِ  وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ شَهْرِاللهِ الْمُحَرَّمِ سَنَّةَ أَلْفِ وَمِأَتَيْنِ وَأَرْبَعِ وَتِسْعِيْنَ عَلَى يَدِ الْحَقِيْرِ

مُحَمَّدِ بْنِ عُمَرِ بْنِ عَرَبِيِّ بْنِ عَلِى

تَابَ اللهُ عَلَيْهِمْ

Mushonif (yakni Penyusun Kitab Uqudullujain) menutup kitabnya dengan Hamdalah sebagaimana ahli syurga menutup du’anya dengan hamdalah. Kami mohon kepada Allah agar senantiasa memberikan ni’mat dengan keridhoan yang agung, dan ni’mat yang sempurna dengan demikian sempurnalah kebahagian. Dan segala puji bagi Allah, Dzat yang dengan ni’matnya sempurnalah amal sholih, dan dengan fadhol-Nya kami memperoleh syurga.

Rahmat beserta salam semoga senantiasa tercurah atas sayidnya para sayid, yaitu sayid kami Muhammad s.w.s. dan atas keluarga dan sahabat beliau dan istri-istri beliau selama bumi dan langit masih ada.

Baca Juga :  √ Kelebihan Lelaki Atas Wanita Bisa Dilihat Dari Banyak Sisi

والحمدلله وحده ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم. وحسبنا الله ونعم الوكيل

Walhamdu lillahi wahdah,Walaa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adziim Wahasbunallahu wani’mal wakiil

Muallif  kitab ini berkata: telah selesai kitab ini dengan pertolongan Allah Al-Malikil Jaliil pada waktu dhuha, hari ahad siang tanggal 27 Muharrom  tahun 1294 di tangan Al-Haqiir Muhammad Bin Umar Bin Aroby Bin Ali  semoga Allah memuliakan Meraka Rodhiyallahu ‘anhum

Demikian Terjemahan Kitab Uqudukllujain ini kami tulis disampaikan untuk para pembaca dari awal hingga akhir barangkali terdapat khilaf, maka kami Dutadakwah mohon ma’af yang sebesar-besarnya dan kepada Allah kami minta Ampun.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ