Mengupas Bulan Rajab Dan Niat Puasa Rajab

Mengupas Bulan Rajab Dan Niat Puasa Rajab – Pada kesempatan ini Duta Dakwah akan membahas tentang Bulan Rajab. Yang mana pada pembahasan kali ini menjelaskan tentang arti bulan rajab serta niat bulan rajab dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini.

Mengupas Bulan Rajab Dan Niat Puasa Rajab

Setiap muslim yang perduli terhadap agamanya pastilah senantiasa maenantikan momen-momen atau waktu-waktu baik untuk melaksanakan sebuah ibadah. Momen-momen dimana Allah dan rasul-Nya berjanji akan melipat gandakan pahala orang-orang yang melakukan ibadah dan ketaatan pada waktu tersebut, atau bahkan berjanji akan memasukkan pelakunya ke dalam surga. Contohnya adalah ketaatan yang dilakukan di bulan Ramadhan, ketaatan yang dilakukan di sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah, dan yang semisalnya.

Arti Bulan Rajab

Bulan Rajab atau dalam bahasa jawa wulan Rejeb adalah salah satu bulan di antara dua belas bulan pada tahun Hijriyyah. Masyarakat umum mengenal dan menyebut tahun Hijriyyah sebagai tahun Islam. Mereka biasanya mengisi bulan Rajab  dengan ibadah-ibadah mahdhoh untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, misalnya dengan melaksanakan puasa Rajab.

Maka diantara waktu yang biasanya dijadikan momen baik untuk melaksanakan ibadah tertentu oleh masyarakat adalah bulan Rajab. Tentang keutamaan bulan ini, Allah berfirman;

Artinya : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu (dengan melakukan kemaksiatan).”. (At Taubah Ayat 36)

Baca Juga :  √ Mandi-mandi Yang Disunnahkan (Fiqih Madzhab Syafi’i)

Maka maksudnya Allah SWT. menjadikan bulan-bulan itu sebagai ukuran waktu bagi hamba dan agar diisi dengan ketaatan dan sikap syukur kepada-Nya serta dijadikan-Nya untuk maslahat hamba, oleh karena itu hendaknya mereka berhati-hati dengan tidak berbuat zalim di bulan-bulan itu. Dhamir tersebut bisa juga kembalinya kepada empat bulan haram, yakni sebagai larangan bagi mereka berbuat zalim di bulan itu meskipun kezaliman di bulan apa saja terlarang.

Namun di bulan-bulan itu lebih terlarang lagi, termasuk di antara yang terlarang itu adalah berperang di bulan itu menurut mereka yang berpendapat bahwa berperang pada bulan haram tidak dimansukh keharamannya berdasarkan nash-nash umum yang melarang berperang pada bulan itu. Namun di antara ulama ada pula yang berpendapat, bahwa keharaman berperang pada bulan-bulan itu sudah mansukh berdasarkan keumuman ayat, Wa qaatilul musyrikiina kaaffa dst. Yakni perangilah semua orang musyrik dan kafir.

Demikianlah keistimewaan bulan tersebut, karena itu seorang muslim hendaknya bertakwa kepada Allah di bulan tersebut dengan berupaya menjaga diri dengan sebenarnya agar tidak melakukan satupun kemaksiatan di bulan haram tersebut.

Namun dalam menyikapi bulan Rajab ini, manusia terbagi menjadi tiga kelompok yaitu,

Pertama adalah orang-orang yang menyikapi bulan ini, selayaknya seperti bulan-bulan yang lainnya. Tiada yang istimewa bagi mereka di bulan ini. Pemahaman dari kelompok ini tentu perlu diluruskan, karena keterangan yang telah disebutkan.

Kedua adalah kelompok yang berlebih-lebihan dalam menghadapi bulan ini, hingga mereka mengada-adakan ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah -shallallahu álaihi wa sallam- di bulan ini.

Ketiga adalah mereka yang mengagungkan bulan tersebut sebagaimana petunjuk yang dituntunkan oleh agama, yaitu –diantaranya- dengan sungguh-sungguh berusaha menjauhkan diri-diri mereka dari sekecil apapun amalan yang dibenci oleh Allah dengan niat ibadah kepada-Nya.

Baca Juga :  Niat, Keutamaan Dan Manfaat Puasa Sunnah 6 Hari Bulan Syawal

Adapun mengkhususkan bulan ini dengan beberapa jenis ibadah tertentu, maka tentu pengkhususan tersebut harus dilakukan berdasarkan dalil. Demikianlah mengkhususkan puasa di bulan ini, juga harus berdasarkan dalil yang shahih. Jika tidak memiliki dasar yang valid, maka tentu tidak boleh diamalkan.

Niat Puasa Bulan Rajab

Bagi sesorang yang melakukan sesuatu ibadah tentu harus didasari dengan niat, berikut niat puasa bulan rajab,

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati Rajaba lillahi ta‘ala

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah SWT.”

Demikian ulasan tentang Mengupas Bulan Rajab Dan Niat Puasa Rajab. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Mengupas Bulan Rajab Dan Niat Puasa Rajab
5 (100%) 1 vote[s]