Kisah Batu Penggilingan Fatimah Memutar Dengan Sendirinya

Kisah Batu Penggilingan Fatimah Memutar Dengan Sendirinya Kesempatan kali ini Duta Dakwah akan menyajikan “Syarah ‘Uqudullujain”, Untuk bacaan Keluarga Bahagia, mudah-mudahan sajian ini menjadi inspirasi bagi Pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rohmah. Semoga Bahagia dunia dan akhirat amiin.

Kisah Batu Penggilingan Fatimah Memutar Dengan Sendirinya

Pada Risalah ini kami akan tuliskan Materi khusus buat bacaan Pasangan Suami Istri, risalah ini kami tulis dari Kitab kecil yang bernama “’Uqudullujain”. Merupakan lanjutan yang ke 22, Dan untuk lebih jelasnya mengenai prihal ini mari kita sama-sama ikuti uraiannya berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِن فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَىْ اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحُثُّكُمْ وَنَفْسِيْ عَلَى طَاعَةِ اللهِ فِيْ كُلِّ وَقْتِ لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Puji dan Syukur senantiasa tetap kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT Tuhan seru sekalian ‘alam, Sholawat dan salamnya semoga tetap tercurahkan ke haribaan Nabi Agung Muhammad s.a.w., keluarga dan shahabatnya semua, Amiin…

Saudara saudariku seiman yang dirahmati Allah SWT. Setiap Ciptaan Allah itu merasa takut akan siksaan api neraka, termasuk bebatuan sekalipun mereka mmerasa takut akan siksa api neraka, karena bahan bakar api neraka itu diantranya adalah batu dan manusia, untuk lebih jelasnya berikut inilah materinya yang kami sampiakan:

Kisah Batu Penggilingan Fatimah

فَائِدَةٌ جَلِيْلَةٌ) رُوِيَ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: {دَخَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَات يَوْمٍ عَلَى ابْنَتِهِ فَطِمَةَ الزَّهْرَاء رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهَا، فَوَجَدَهَا تَطْحَنُ شَعِيْرًا عَلَى الرَّحَا وَهِيَ تَبْكِىْ، فَقَالَ لَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَا يُبْكِيْكِ يَا فَاطِمَةُ ؟، لاَ أَبْكَى اللهُ لَكِ عَيْناً”. فَقَالَتْ: “يَا أَبَتِ، أَبْكَانِيْ حَجَرُ الرَّحَا وَشُغْلُ البَيْتِ”، فَجَلَسَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهَا، فَقَالَتْ: “يَا أَبَتِ، مِنْ فَضْلِكَ، تَسْأَلُ عَلِيًّا أَنْ يَشْتَرِيَ لِيْ جَارِيَةً لِتُعِيْنَنِيْ عَلَي الطحِيْنِ وَعَلَى شُغْلِ البَيْتِ”. فَلَمَّا سَمِعَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلاَمَهَا قَامَ وَجَاءَ إِلَى الرَّحَا وَ أَخَذَ الشَّعِيْرَ بِيَدِهِ الْمُبَارَكَةِ الشَّرِيْفَةِ وَوَضَعَهُ فِيْ الرَّحَا

Ini Suatu Faidah yang agung: Diriwayatkan dari Abi Hurairoh r.a.: Suatu hari rosulullah s.a.w. datang kerumah puterinya Fathimah Azzahro, saat itu Fatimah sedang menumbuk syair ditempat gilingan namun sambil menangis, Rosulullah bertanya: Apa yang yang membuatmu menangis wahai fathimah ?, ia menjawab: Wahai ayahku, aku menangis karena batu gilingan ini dan semua pekerjaan rumah. Kemudian Rosul duduk disamping Fathimah, fathimah berkata lagi: Wahai ayahku, mohonkanlah pada Ali untuk membelikan aku seorang jariyah untuk membantuku memasak dan menyelesaikan pekerjaan rumah. Ketika Nabi perkataan fathimah, maka nabi mendatangi batu gilinganan tersebut dan nabi menaburkan syair dalam gilingan itu dengan tangan beliau yang berkah nan mulia

Nabi Membacakan Basmalah Ketika Menggiling

وَقَالَ: “بسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْم”، فَدَارَتْ وَحْدَهَا بِإِذْنِ اللهِ تَعَالَى، فَصَارَ يحبط لها الشَعِيْرَ بِيَدِهِ المُبَارَكَةِ، وَهِيَ تَدُوْرُ وَحْدَهَا، وتُسَبِّحُ اللهَ تَعَالَىْ بِلُغَاتٍ مُخْتَلِفَةٍ حَتَّى فَرَغَ الشَعِيْرُ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلرَّحَا: “اسْكُنِيْ بإذْنِ اللهِ تَعَالَى”، فَسَكَنَتْ وَنَطَقَتْ بإذْنِ اللهِ الَّذِيْ أَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ، فَقَالَتْ بِلِسَانٍ فَصِيْحٍ عَرَبِيٍّ: “يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالحَقِّ نَبِيًّا وَسُوْلاً، لَوْ أَمَرْتَنِي أَنْ أَطْحَنَ شَعِيْرَ الْمَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ لَطَحَنَتْهُ كُلَّهُ، وَإِنِّيْ سَمِعْتُ فِيْ كِتَابِ اللهِ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Dan Nabi membaca basmalah, maka batu gilingan itu memutar dengan sendiri dengan izin Allah, Nabi mengumpulkan tepung syair itu dengan tangannya yang mulia, dan batu gilingan itu tetap berputar dengan sendiri, dan batu gilingan itu membaca tasbih dengan berbagai bahasa sehingga selesai menggiling semua syair. Rosulullah s.a.w. berkata: Berhentilah dengan izin Allah, maka gilingan itu beerhenti dan berkata dengan izin Allah, dia berkata dengan bahasa arab yang fasih: Wahai Rosulullah, Demi dzat yang telah mengutusmu dengan Haq menjadi nabi Nabi dan Rosul, Jika engkau memerintahkanku untuk memasak seluruh syair di masyriq dan maghrib, maka aku akan lakukan itu semua. sesungguhnya aku mendengar dalam kitabullah, ayat:

Perintah Untuk Menjaga Diri dan Keluarga dari Siksa Neraka

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ}: (التحريم : 6) ﯁

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan

Batu Takut Masuk Neraka

فَخِفْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَنْ أَكُوْنَ مِنَ الحِجَارَةِ اللاَّتِيْ يَدْخُلْنَ النَّاَر”. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَبْشِرِيْ، فَإنَّكِ مِنْ حِجَارَةِ قَصْرِ فَاطِمَةَ الزَّهْرَاء فِيْ الْجَنَّةِ”. فَعِنْدَ ذَلِكَ فَرِحَتْ الرَّحَا وَاسْتَبْشَرَتْ وَسَكَنَتْ، 

Aku takut ya rosulallah menjadi bagian dari batu yang masuk neraka. Rosulullah s.a.w. berkata: Berbahagilah engkau, engkau termasuk batu milik fathimah yang masuk syurga. Dan ketika dijelaskan demikian batu gilingan itu merasa bahagia dan diam.

Kisah Batu Penggilingan Fatimah Memutar Dengan Sendirinya
Kisah Batu Penggilingan Fatimah Memutar Dengan Sendirinya

Nasehat Rosulullah Kepada Putrinya

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاِبْنَتِهِ فَاطِمَةَ: “لَوْشَاءَ اللهُ يَافَاِطَمُة لَطَحَنَتْ لَكِ الرَّحَا وَحْدَهَا”. وَلَكِنْ أَرَادَ اللهُ تَعَالَى أَنْ يَكْتُبَ لَكِ الحَسَنَاتِ، وَيُكَفِّرَ لَكِ السيِّآتِ، وَيَرْفَعَ لَكِ الدَرَجَاتِ. يَا فَاطِمَةُ، أَيُّمَا امْرَأَةٍ طَحَنَتْ لِزَوْجِهَا وَأَوْلاَدِهَا إلاَّ كَتَبَ اللهُ لَهَا بِكُلِّ حَبَّةٍ مِنَ القَمْحِ حَسَنَةً، وَمَحَا عَنْهَا سَيِّئَةً، وَرَفَعَ لَهَا دَرَجَةً. يَا فَاطِمَةُ، أَيُّمَا امْرَأَةٍ عَرِقَتْ عِنْدَ طَحِيْنِهَا لِزَوْجِهَا إلاَّ جَعَلَ اللهُ بَيْنَهَا وَبَيْنَ النَّارِ سَبْعَ خَنَادِقَ. يَا فَاطِمَةُ، أَيُّمَا امْرَأَةٍ دَهَنَتْ رُؤُوْسَ أَوْلاَدِهَا وَسَرَّحَتْهُمْ وَغَسَلَتْ ثِيَابَهُمْ إلاَّ كَتَبَ اللهُ لَهَا أَجْرَ مَنْ أَطْعَمَ أَلْفَ جَائِعٍ وَكَسَا أَلْفَ عُرْيَان، يَا فَاطِمَةُ، أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَنَعَتْ حَاجَةَ جِيْرَانِهَا إلاَّ مَنَعَهَا اللهُ تَعَالَى عَنِ الشُرْبِ مِنْ حَوْضِ الْكَوْثَرِ يَوْمَ القِيَامَةِ. يَا فَاطِمَةُ، أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ رِضَاالزَّوْجِ عَنْ زَوْجَتِهِ، وَلَوْ كَانَ زَوْجُكِ غَيْرَ رَاضٍ عَنْكِ مَاكُنْتُ أَدْعُوْ لَكِ

Kemudian rosulullah s.a.w. berkata kepada putrinya: Jika Allah menghendaki, maka Batu gilingan ini akan menggiling sendiri. Tetapi (dengan mengerjakan semua ini) Allah menghendaki mencatat kebaikan untukmu dan melebur dosamu dan mengangkat derajatmu.Wahai fathimah seorang istri mana saja yang memasak untuk suami dan anak-anaknya kecuali Allah menuliskan untuk setiap butirnya satu kebaikan dan melebur satu keburukan dan mengangkat satu derajat,Wahai fathimah istri mana saja yang berkeringat saat memasak untuk suaminya kecuali Allah menjadikan diantara istri tersebut dan api neraka jarak tujuh khondaq.Wahai fathimah istri mana saja yang meminyaki rambut kepala anak-anaknya dan menyisiri mereka dan mencuci pakaian mereka kecuali Allah menuliskan untuknya ganjaran seperti ganjaran orang yang memasak untuk seribu orang yang sedang lapar dan ganjaran seperti memberi pakaian kepada seribu orang yang telanjang.Wahai fathimah istri mana saja yang menolak hajat tetangganya kecuali Allah mencegah darinya untuk meminum air dari telaga kautsar pada hari qiamat.Wahai fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah ridho suaminya. Jika suamimu tidak ridho atasmu, maka aku takkan berdo’a untukmu.

Demikian Uraian kami tentang Kisah Batu Penggilingan Fatimah Memutar Dengan Sendirinya – Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua sebagai Pasangan Suami Istri yang ingin membina rumah tangganya untuk mecapai mardhotillah. Abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ