√ Wanita Selalu Dihiasi Syetan kemanapun ia jalan

Posted on

Wanita Selalu Dihiasi Syetan kemanapun ia jalan Wanita selalu dihiasi syetan Duta Dakwah akan membicarkannya mengutip dari “Syarah ‘Uqudullujain”, Untuk bacaan Keluarga, in syaa allah ini menjadi inspirasi bagi Pasangan suami istri, semoga kita menjadi keluarga yang berbahagia dunia dan akhirat.

Wanita Selalu Dihiasi Syetan kemanapun ia jalan

Pembahasan mengenai Wanita Selalu Dihiasi Syetan ini kami tulis dari Kitab kecil yang bernama “’Uqudullujain”. Tulisan ini adalah lanjutan yang ke 29, Dan untuk lebih terangnya mengenai hal ini mari kita sama-sama membaca berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ بِسْمِ اللهِ الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِ الله، لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِالله، فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَىْ اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحُثُّكُمْ وَنَفْسِيْ عَلَى طَاعَةِ اللهِ فِيْ كُلِّ وَقْتِ لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Puji dan Syukur senantiasa tetap kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT. Sholawat dan salamnya semoga tetap tercurahkan ke haribaan Nabi Agung Muhammad s.a.w., keluarga dan shahabatnya semua, Amiin…

Saudara dan saudariku seiman yang dirahmati Allah SWT. Dimana perempuan duduk di situ pula ada syetan menggoda, kemana perempuan itu pergi, ke situ pula syetan pergi, syetan selalu mengiringi wanita untuk menjadi penggoda,  untuk lebih jelasnya berikut uraiannya yang perlu kita sama-sama membacanya:

Wanita Selalu Dihiasi Syetan

(وَقَالَ دَاوُدُ لاِبْنِهِ سُلَيْمَانَ عَلَيْهِمَا السَلاَمُ: “يَا بُنَيَّ امْشِ خَلْفَ الأَسَدِ وَالأَسْوَدِ) أَيْ الْعَظِيْمُ مِنَ الْحَيَاتِ وَفِيْهِ سَوَادٌ كَمَا فِيْ الصِّحَاحِ (وَلاَ تَمْشِ خَلْفَ الْمَرْأَةِ”) وَقَالَ مُجَاهِدٌ: “هَذَا إِذَا أَقْبَلَتِ الْمَرْأَةُ جَلَسَ إِبْلِيْسٌ عَلَى رَأْسِهَا فَزَيَّنَهَا لِمَنْ يَنْظُرُ، وَإِذَا أَدْبَرَتْ جَلَسَ عَلَى عَجِيْزَتِهَا فَزَيَّنَهَا لِمَنْ يَنْظُرُ

Nabi Dawud a.s berkata kepada putranya Nabi Sulaiman a.s: wahai putraku… berjalanlah engkau dibelakang singa atau ular hitam yang besar, dan jangan berjalan dibelakang seorang wanita.

Mujaahid berkata: jika engkau berhadapan dengan seorang wanita maka syetan duduk diatas kepala wanita itu dan syetan menghiasinya bagi orang yang memandangnya. jika ia membelakangimu maka syetan duduk di bokongnya dan ia menghiasi bokong wanita tersebut bagi orang yang memandangnya

Awal Mulanya Terjadi Zina

(وَقِيْلَ لِيَحْيَى عَلَيْهِ السَلاَمُ) وَهُوَ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَيْلٌ إِلَى أَمْرِ النِّسَاءِ (مَا بَدْءُ الزِنَا ؟، قَالَ: النَظَرُ) لِلْمَرْأَةِ (والتَمَنِّى) لِلزِّنَا بَالْقَلْبِ، وَزِنَا الْعَيْنِ مِنْ كِبَارِ الصَّغَائِرِ، وَهُوَ يُؤْدِى إِلَى الْقَرْبِ إِلَى الْكَبِيْرَةِ الْفَاحِشَةِ، وَهُوَ زِنَا الْفَرْجِ. وَمَنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى غَضِّ بَصَرِهِ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى حِفْظِ فَرْجِهِ

Dan ditanyakan kepada nabi Yahya a.s (Nabi Yahya tidak punya kecendrungan atau rasa terhadap seorang wanita): Apakah awal mula zina ? Nabi Yahya menjawab: memandang wanita dan mengharapkan (menghayalkannya) berzina dalam hati. Dan zina mata termasuk dosa besar (urutan teratas) dari kategori dosa kecil. zina mata mendatangkan yakni menyampaikan kepada dosa besar.

dan dosa besar yang dimaksud adalah zina farji, barang siapa yang tidak bisa memejamkan matanya, mak ia tidak bisa memelihara farjinya.

وَقَالَ الفُضَيْلُ: يَقُوْلُ إِبْلِيْسُ: هُوَ) أي النظر (قَوْسِيْ القَدِيْمَةُ وَسَهْمِيْ الذِيْ لاَ أُخْطِئُ بِهِ) أي بذلك السهم

Al-Pudail berkata: Syetan berkata “pandangan itu gondewa dan anak panah yang tak pernah meleset dari sasarannya

قال بعضهم

كُلُّ الْحَوَادِثِ مَبْدَاهَا مِنَ النَظَرِ * وَمُعْظَمُ النَّارِ مِنْ مُسْتَصْغَرِ الشُّرُرِ

وَالْمـَرْأُ مَادَام ذَا عَيْنٍ يُقَلِّبُهَا * فِيْ أَعْيُنِ الْعَيْنِ مَوْقُوْفٌ عَلَى الخَطَرِ

كَمْ نَظْرَةً فَعَلَتْ فِيْ قَلْبِ صَاحِبِهَا * فِعْلَ السِّهَامِ بِلاَ قَوسٍ وَلاَ وَتَرِ

يَسُرُّ نَاظِـرَهُ مَا ضّرَّ خَاطِـرَهُ * لاَ مَرْحَبًا  بِسُـرُوْرٍ  عَادَ بالضَرَرِ

Sebagian Ulama berkata :

Baca Juga :  √ Larangan Perempuan Memakai Perhiasan yang Berlebihan

Setiap dosa yang datang berawal dari pandangan * membesarnya api neraka karena menganggap kecil keburukan

Dan wanita selama menyuguhkan kepada yang memandang * maka selalu di nantikan oleh hati yang memandangnya

Betapa banyak pandangan yang memberi pengaruh pada hatinya * seperti panah tanpa gondewa dan tali panahnya

Membuat gembira yang memandang namun betapa besar madhoratnya * jangan di sambut sesuatu yang terlihat menggembirakan namun ia kembali pada kemudhoratan.

Wanita Selalu Dihiasi Syetan kemanapun ia jalan
Wanita Selalu Dihiasi Syetan kemanapun ia jalan

Perintah Mengenakan Hijab

(وَقَالَتْ) أُمُّ الْمُؤْمِنِيْنَ (أُمُّ سَلَمَةَ) رضي الله عنها (اسْتَأْذَنَ) عَبْدُ اللهِ (ابْنُ أُمِّ مَكْتُوْمٍ الأَعْمَى) وَهُوَ اِبْنُ شَرِيْحِ بْنِ مَالِكِ بْنِ رَبِيْعَةَ. وَأُمُّ مَكْتُوْمٍ أُمُّ أَبِيْهِ، وَاِسْمُهُ عَاتِكَةُ بِنْتُ عَامِرٍ (عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَنَا وَمَيْمُوْنَةُ جَالِسَتَانِ، فَقَالَ: “احْتَجِبَا”، فَقُلْنَا: أَوَ لَيْسَ بِأَعْمَى ؟) فَالْهَمْزَةُ دَاخِلَةٌ عَلَى مُقَدَّرٍ، وَمَدْخُوْلُ الْوَاوِ مَعْطُوْفٌ عَلَيْهِ أَيْ أَهُوَ مُبْصِرٌ وَلَيْسَ بِأَعْمَى ؟  (لاَ يُبْصِرُنَا ؟، فَقَالَ: “وَأَنْتُمَا لاَ تُبْصِرَانِهِ” ؟) وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُ لَا يَجُوْزُ لِلنِّسَاءِ مُجَالِسَةُ الْعُمْيَانِ، فَيَحْرُمُ عَلَى الْأَعْمَى الْخُلُوَةُ بِالنِّسَاءِ. كَذَا فِيْ الْإِحْيَاءِ. وَقَالَ ابْنُ حَجَرٍ فِي الزَّوَاجِرِ: وَكَانَتْ عَائِشَةُ وَحَفْصَةُ جَالِسَتَيْنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، فَدَخَلَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُوْمٍ الْأَعْمَى، فَأَمَرَهُمَا صلى الله عليه وسلم بِالْإِحْتِجَابِ مِنْهُ، فَقَالَتَا إِنَّهُ أَعْمَى لَايبُصْرُنَا، فَقَالَ صلى الله عليه وسلم: {أَفَعَمْيَاوَانِ أَنْتُمَا ؟، ألَسْتُمَا تُبْصِرَانِ ؟}. فَقَوْلُهُ: “أَنْتُمَا” مُبْتَدَأٌ وَ “عَمْيَاوَانِ” خَبَرُهُ. وَالْمَعْنَى: أَهُوَ غَيْرُ بَصِيْرٍ، فَأَنْتُمُا عَمْيَاوَانِ ؟

Berkata Ummul mu’minin Ummu Salamah r.a: Mohon izin Abdullah bin ummi maktum (Beliau ini buta) kepada Rosulillah SAW, sedangkan aku dan maemun sedang duduk, Rosulullh s.a.w. bersabda: kenakanlah hijab kalian berdua, Kami menjawab: Bukankah ia buta  (apakah ia bisa melihat dan tidak buta ?) hingga bisa melihat kami ?  Rosulullah s.a.w. menjawab: Engkau berdua tidak boleh memandangnya (ini menunjukan bahwa tidak boleh bagi wanita duduk bersama lelaki ajnabiy walaupun buta), dan haram bagi laki-laki yang buta berkhalawat bersama wanita, demikian dalam kita Ihya.

Baca Juga :  √ Suami Yang Sholih Menghadapi dan Menyikapi Istrinya

Ibnu Hajar berkata dalam kitab Zawaajir: ‘Aisyah dan Hafshoh sedang duduk bersama Rosulillah s.a.w., kemudian masuklah Ibnu Ummi Maktum yang buta, maka rosulullah s.a.w. memerintahkan keduanya untuk berhijab darinya.

Keduanya berkata: Bukankah ia buta tidak bisa memandang kami ? Rosulullah s.a.w. menjawab: Apakah kalian berdua buta ? ataukah kalian bisa melihat ?(Lafadz “ANTUMA” berstatus Mubtada, dan lafadz “AMYAWANI” adalah khobarnya. Adapun makananya adalah: Apakah dia tiodak dapat melihat?, Maka Apakah kalian berdua juga buta?

Pengertianya adalah: perintah berhijab jika ada lelaki buta, bukan karena yang buta tidak bisa melihat wanita, akan tetapi karena wanitanya yang bisa melihat kepada yang buta.

Demikian Uraian tentang Wanita Selalu Dihiasi Syetan kemanapun ia jalan – Semoga bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua . Abaikan saja uraian kami ini jika pembaca tidak sependapat dan atau tidak nyaman.Terima kasih atas kunjungannya.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ