√ Pengertian Nahwu Shorof, Penjelasan & Contohnya (Lengkap)

Pengertian Nahwu Shorof, Penjelasan & Contohnya (Lengkap) – Dalam kesempatan ini kami akan membahas tentang Nahwu dan Shorof. Yang mana terdiri dari pengertian nahwu dan shorof beserta penjelasannya, di bahas dengan lengkap dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan dutadakwah.co.id dibawah ini dengan seksama.

Pengertian Nahwu Shorof, Penjelasan & Contohnya (Lengkap)

Mari kita bahas tentang Pengertian Nahwu Shorof secara lengkap

Pengertian Nahwu Shorof

Nahwu adalah kosa kata Bahasa Arab untuk mengetahui bentuk kata dan keadaannya ketika masih satu kata (Mufrod) atau ketika sudah tersusun (Murokkab). Termasuk didalamnya adalah pembahasan tentang Shorof. Ilmu Shorof merupakan bagian dari Ilmu Nahwu, yang lebih terfokus kepada pembahasan bentuk kata dan keadaannya ketika mufrodnya.

Penjelasannya

Pembahasan Nahwu mencakup penjelasan tentang bentuk kata dan keadaannya ketika belum tersusun (mufrod), semisal bentuk Isim Fa’il mengikuti wazan فاعل, Isim Tafdhil mengikuti wazan أفعل, berikut keadaan-keadaannya semisal cara mentatsniyahkan, menjamakkan, mentashghirkan dll. Juga pembahasan keadaan kata ketika sudah tersusun (murokkab) semisal rofa’nya kalimah isim ketika menjadi fa’il, atau memu’annatskan kalimah fi’il jika sebelumnya menunjukkan Mu’annats dll.

Satu kata dalam Bahasa Arab disebut Kalimah (الكَلِمَة) yaitu satu lafadz yang menunjukkan satu arti. Kalimat atau susunan kata dalam Bahasa Arab disebut Murokkab (المُرَكَّب). Jika kalimat / susunan kata tersebut telah sempurna, atau dalam kaidah nahwunya telah memberi pengertian dengan suatu hukum ” Faidah baiknya diam” maka kalimat sempurna itu disebut Kalam (الكَلاَم) atau disebut Jumlah (الجُمْلَة).

Kalimah-kalimah dalam Bahasa Arab, diringkas menjadi tiga macam:

Baca Juga :  Terjemah Matan Jurmiyah Bab Makrifat ‘Alamatil- I’rab (2)

Kalimah Fiil (الفِعْلُ) = Kata kerja

Kalimah Isim (الإِسْمُ) = Kata Benda

Kalimah Harf (الحَرْفُ) = Kata Tugas.

Khusus untuk bisa dimasuki Kalimah Fi’il yaitu : قد, س, سوف, Amil Nashob ان dan saudara-saudaranya, Amil Jazm, Ta’ Fa’il, Ta’ Ta’nits Sakinah, Nun Taukid, Ya’ Mukhotobah.

Khusus untuk Kalimah Isim, bisa dimasuki: Huruf Jar, AL, Tanwin, Nida’, Mudhof, Musnad.

Khusus untuk Kalimah Harf, terlepas dari suatu yang dikhusukan kepada Kalimah Fiil dan Kalimah Isim. Menurut wazannya, asal Kalimah terdiri dari tiga huruf  (َفَعَل). :

Fa’ fi’il,

‘Ain Fi’il,

Lam Fi’il

Apabila ada tambahan asal, maka ditambah 4. Lam fi’il kedua (َفَعْلَل). Apabila ada tambahan huruf bukan asal. maka ditambah pula pada wazannya dengan huruf tambahan yang sama, semisal مُسْلِمٌ ada tambahan huruf Mim didepannya, maka ikut wazan مُفْعِلٌ.

Contoh Nahwu dan Shorof

Perhatikan Contoh berikut tentang nahwu yaitu ilmu untuk mengetahui tentang hukum akhir dari satu kata :

Fokus perhatian kita pada kata رَجُلٌ = rajulun yang mempunyai arti seorang laki-laki:

Selanjutnya yaitu Shorof yang merupakan ilmu tentang perubahan suatu kata, sebelum dimasukkan ke dalam suatu kalimat, bisa dengan menambahkan huruf  dan bisa menghilangkan huruf.

Demikian pembahasan tentang Pengertian Nahwu Shorof, Penjelasan & Contohnya (Lengkap), semoga dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Terima kasih.

√ Pengertian Nahwu Shorof, Penjelasan & Contohnya (Lengkap)
5 (100%) 8 vote[s]