Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya

Posted on
3.4
(5)

Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya – Pad kesempat kali ini Dutadakwah akan menerangkan tentang sholat Jamak yakni mengumpulkan dua sholat pada satu waktu. Dan pada artikel ini kami tidak menerangkan tentang qosor sholat atau jamk qosor, dan utnuk lebih lengkapnya mari kita baca saja uraina kami berikut.

Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya

Saudaraku Muslimin muslimat yang kami kagumi, dalam Ilam ini banyak rukhshoh yakni kemurahan dari Allah salahsatunya adalah Jamak dan qosor dengan syarat-syarat tertentu, terutama bagi yang sedang dalam beprgian jauh.

Karena orang yang berpegian jauh tentu akan ada waktunya tidak dapat melewati waktu-waktu sholat dengan pasti. Sebagai contoh melaksanakan sholat dzuhur namun masih ditengah jalan dan tidak memungkinkan untuk melakukan sholat dzuhur.

Mukodimah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ، الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ، فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِـمِيْنَ ؛ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ أَرْسَلَهُ اللهُ رَحْـمَةً لِلْعَالَمِيْنَ ، وَعَلَى اَلِهِ أَزْوَاجِهِ الطَّاهِرَاتِ أُمَّهَاتِ الـمُؤْمِنِيْنَ ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الغُرِّ الـمَيَامِيْنِ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Sholawat dan salam Allah senmoga tetap tercurah kepada Baginda Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallama. Pembaca yang dirahmati Allah sebelum kami sampaikan terkait masalah menjamak sholat, terlebih dulu kami mohon ma’af bila di dalam kami menuliskan uraian ini terdapat kekeliruan, berikut ini uraiannya:

Dalil Sholat Jamak dan Qosor

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Q S : An-Nisa, ayat 101

وَ اِذَا ضَرَبۡتُمۡ فِی الۡاَرۡضِ فَلَیۡسَ عَلَیۡکُمۡ جُنَاحٌ اَنۡ تَقۡصُرُوۡا مِنَ الصَّلٰوۃِ

Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir.”

Sebelum menjelaskan mengenai niat sholat jama’ dan qashar, terlebih dahulu kiya akan membahas apa itu sholat jama’ dan sholat qashar.

Sholat Jamak

Sholat jamak artinya adalah sholat dikumpulkan dalam satu waktu, misalnya mengerjakan sholat dzuhur di waktu asar sekaligus juga mengerjakan sholat asar, demikian pula sebaliknya sholat asar di waktu dzuhur.

Baca Juga :  √ Lafadz Niat Zakat Fitrah, Doa Arab, Latin & Terjemahnya

Sholat jamak itu tidak mesti harus bepergian jauh, meski dengan adanya penyebab hujan deras pun bisa “menjamak sholat” khususnya bagi orang yang sudah terbiasa berjama’ah di masjid atau di musholla yang biasa dipakai untuk berjama’ah, dan juga orang tersebut dari rumahnya memang jauh sehingga jika ia jalan ke tempat di mana musholla atau masjid tersebut akan berakibat yang tidak baik, misalnya kotor, basah dan yang semisalnya.

Dan untuk lebih jelasnya maka kami nukilkan penjalasannya dari Fathul qoribukl mujib berikut ini:

Sholat Jamak Sebab Hujan

وَيَجُوْزُ لِلْحَاضِرِ) أَيْ الْمُقِيْمِ (فِيْ) وَقْتِ (الْمَطَرِ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَهُمَا) أَيْ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَا فِيْ وَقْتِ الثَّانِيَّةِ بَلْ (فِيْ وَقْتِ الْأُوْلَى مِنْهُمَا) إِنْ بَلَّ الْمَطَرُ أَعْلَى الثَّوْبِ، وَأَسْفَل النَّعْلِ، وَوُجِدَتِ الشُّرُوْطُ السَّابِقَةُ فِيْ جَمْعِ التَّقْدِيْمِ، وَيُشْتَرَطُ أَيْضاً وُجُوْدُ الْمَطَرُ فِيْ أَوَّلِ الصَّلَاتَيْنِ، وَلَا يَكْفِيْ وُجُوْدُهُ فِيْ أَثْنَاءِ الْأُوْلَى مِنْهُمَا، وَيُشْتَرَطُ أَيْضاً وُجُوْدُهُ عِنْدَ السَّلَامِ مِنَ الْأُوْلَى، سَوَاءٌ اِسْتَمَرَ الْمَطَرُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْ لَا، وَتُخْتَصُّ رُخْصَةُ الْجَمْعِ بِالْمَطَرِ بِالْمُصَلِّي فِيْ جَمَاعَةٍ بِمَسْجِدٍ أَوْ غَيْرِهِ مِنْ مَوَاضِعِ الْجَمَاعَةِ بَعِيْدٍ عُرْفاً، وَيَتَأَذَى الذَاهِبُ لِلْمَسْجِدِ أَوْ غَيْرِهِ مِنْ مَوَاضِعِ الْجَمَاعَةِ بِالْمَطَرِ فِيْ طَرِيْقِهِ

Dan diperkenankan bagi orang yang muqimin  melakukan sholat jamak antara keduanya, pada waktu hujan,  maksudnya antara sholat Dhuhur dan Ashar, dan antara sholat Maghirb dan Isya’, tidak di waktu sholat yang kedua, bahkan di waktu sholat yang pertama dari keduanya, jika air hujan bisa membasahi pakaian bagian teratas dan bagian sandal yang paling bawah, dan juga memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan di dalam sholat jama’ taqdim.

Juga disyaratkan harus turun hujan saat permulaan melakukan dua sholat tersebut. Tidak cukup hanya turun hujan di pertengahan sholat pertama dari keduanya. Juga disyaratkan harus turun hujan saat melakukan salam dari sholat yang pertama, baik setelah itu hujan terus turun ataupun tidak.

Kemurahan melakukan jamak sebab hujan hanya tertentu bagi orang yang sholat berjama’ah di masjid atau tempat-tempat sholat berjama’ah lainnya yang jaraknya jauh menurut ukuran umum, dan ia merasa berat / kesulitan untuk berangkat ke masjid atau tempat-tempat sholat berjamaah lainnya sebab kehujanan di perjalanannya.

Sholat Jamak Terbagi Dua

Sholat Jama’ adalah mengumpulkan sholat menjadi satu sehingga tidak ada yang namanya tidak melaksanakan sholat meskipun dalam suatu perjalanan yang tidak bisa menemui waktu sholat. Karena sholat dapat dikumpulkan baik di awal waktu maupun diakhir waktu sholat. Sholat jama’ terdiri dari dua yaitu:

  1. Jamak Taqdim
  2. Jamak Tak-khir
Baca Juga :  √ Kewajiban Mengeluarkan Zakat Fitrah Menurut Fiqih

Sholat Jamak Taqdim

Sholat jama’ taqdim merupakan dua sholat yang dikerjakan dalam waktu yang pertama. Adapun syarat dari sholat jama’ taqdim ini adalah

Niat menjama’ sholat yang diletakkan pada sholat pertama. Adapun sholat yang boleh dijama’ taqdim adalah sholat:

  • Sholat dzuhur dan ashar dikerjakan pada waktu dzuhur
  • Sholat maghrib dan isya yang dikerjakan dalam satu waktu yaitu maghrib.

a. Niat Sholat Dhuhur dan Ashar, dilakukan di waktu dhuhur (jamak Takdim)

  • Niat Sholat Dhuhur Jamak Takdim dengan Sholat Ashar

أُصَلِّي فَرْضَ الظُّهْرِأربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الْعَصْرُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالى اللهُ أَكْبَرُ

“Ushollii fardhodl dhuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ilaihil ‘asru mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu dzuhur empat rakaat digabungkan asarnya ke dzuhur menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Ashar Jamak Takdim dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا إِلَى الظُّهْرِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl ashri arba’a roka’aatin majmuu’an iladz dzuhri mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu ashar empat rakaat digabungkan ke sholat dhuhur menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

b. Niat Sholat Maghrib dan isya, dilakukan di waktu maghrib (jamak Takdim)

  • Niat Sholat Maghrib Jamak Taqdim dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ اْلعِشَاءُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’an ilaihil isya-u mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat isyanya digabungkan ke magrib mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Isya Jamak Takdim dengan sholat maghrib

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَى اْلمَغْرِبِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhol ‘isya-i araba’a roka’atim majmuu’an ilal maghribi mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu isya empat roka’at digabungkan ke sholat maghrib menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

c. Antara dua sholat yang di jama’ harus berurutan

Dalam melaksanakan sholat jama’ taqdim ini tidak boleh dipisah lama sekali, sampai kira-kira orang melakukan sholat dua raka’at selesai.

d. Melaksanakan dua sholat tersebut masih dalam perjalanan atau belum sampai tujuan

Sebagai contoh saat sedang saat takbiratul ihram sampai sholat yang kedua masih dalam waktu syarat sahnya orang menjamak atau mengqashar.

Sholat Jamak Takhir

Sholat jama’ takhir adalah mengerjakan dua sholat yang dikerjakan dalam waktu yang kedua. Sholat jama’ takhir terdiri atas:

  • Sholat dzuhur dan sholat ashar yang dikerjakan pada waktu ashar
  • Sholat maghrib dan isya yang dikerjakan dalam waktu isya’
Baca Juga :  Hukum Dan Perintah Berhijab Dalam Islam

Syarat Sah Jamak Takhir

  • Jauh sebelumnya sudah niat bahwa akan melakukan takhir
  • Melakukan dua sholat tersebut masih dalam perjalanan atau belum sampai tujuan.

Niat Sholat Jamak  Takhir

Niat Sholat Dhuhur dan Ashar, dilakukan waktu Ashar (jamak Takhir)

  • Niat Sholat Dhuhur Jamak Takhir dengan Sholat Ashar

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا إِلَى الْعَصْرِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodz dzuhri arba’a roka’aatin majmuu’an ilal ashri mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu dhuhur empat rakaat digabung ke sholat ashar menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Ashar Jamak Takhir dengan Sholat Dhuhur

اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِاَرْبَعَ رَكْعَا تٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ الظُّهْرُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhol ‘ashri arba’a roka’aatin majmuu’an ilahidz dzuhru mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu ashar empat rakaat, dzhuhurnya digabungkan ke sholat ‘asar menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

Niat Sholat Maghrib dan Isya, dilakukan waktu Isya (jamak Takhir)

  • Niat Sholat Maghrib Jamak takhir dengan sholat Isya

اُصَلِّى فَرْضَ اْلمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَى اْلعِشَاءِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl maghribi tsalaatsa roka’aatin majmuu’anilal isya’i mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat digabung ke sholat isyak menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

  • Niat Sholat Isya Jamak Takhir dengan sholat Maghrib

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ أربع رَكعَاتٍ مَجْمُوْعًا إِلَيْهِ اْلمَغْرِبُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushollii fardhodl isya’i arba’a roka’aatin majmuu’an ilaihil maghribu mustaqbilal qibalati lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.”

Artinya: “Aku niat sholat fardhu isya empat rakaat digabungkan magribnya ke sholat ‘isya menghadap qibklat karena Allah Ta’aala Allahu Akbar.”

Hukum Mengucapkan Niat

Persoalan mengucapkan niat sudah kami bahas pada beberapa uraian terdahulu, namun di sini juga kami anggap penting terkait dengan masalah niat, jadi mengucapkan niat itu terdapat berbedaan pendapat di kalangan empat madzhab, tapi tidak satupun yang mengharamkan terkait mengucapkan niat sesaat sebelum takbir, silahkan buka Madzahibul arba’ah taklif Abdur Rohman al-jaziri.

Mengucapkan  niat dalam madzhab Syafi’i itu sunnah hukumnya, memang diantaranya ada yang berpendapat wajib tapi kami tidak memilih yang wajib. Oleh karena itu bagi saudaraku yang tidak terbiasa bepergian jauh, tentu ia akan merasa keberatan jika harus menghafalkan lafadz niat dengan bahasa arab tersebut di atas kecuali santri.

Niat Sholat jamak
Niat Sholat jamak

Dengan ini kami tegaskan khusus bagi yang tidak bisa dan tidak biasa, jadi cukup mengucapkan dengan bahasa masing-masing saja sesaat sebelum takbir, kemudian pada saat takbirotul ihrom di situlah tempatnya untuk kerjaan hati berniat, jadi hati cukup mengingat apa yang sudah diucapakan tadi sesaat sebelum takbir.

Demikian penjelasan mengenai Niat Sholat Jamak : Arab, Latin dan Panduannya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Dan untuk melanjutkan tentang sholat Jamak qosor maka silahkan berlanjut ke ling berikut ini: Niat sholat jamak qosor : Arab, Latin dan Panduannya – Terimakasih atas kunjungnnya

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ 

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5