Mengupas Arti Dan Makna Malam Lailatul Qadar

Mengupas Arti Dan Makna Malam Lailatul Qadar – Pada kesempatan ini Duta Dakwah akan membahas tentang Malam Lailatul Qadar. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan tentang arti malam lailatul qadar dan makna yang terkandung didalamnya dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berukit ini.

Mengupas Arti Dan Makna Malam Lailatul Qadar

Sebagai umat muslim tentu sudah mengenal tentang Malam Lailatul Qadar, tetapi tidak semua tahu apa arti dan makna yang terkandung dalam malam lailatul qadar sendiri.

Arti Malam Lailatul Qadar

Tanda-tanda tersebut harus di imani oleh setiap Muslim berdasarkan pernyataan Al-Qur’an dalam surat Al-Qadr: 1 – 5 yaitu,

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.”

Dalam surat ini terdapat penjelasan tentang al-Qur’an dan malam diturunkannya, dan penjelasan bahwa malam tersebut mempunyai nilai keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan. Selain itu, juga terdapat keterangan bahwa para malaikat, termasuk malaikat Jibril, pada malam itu turun ke bumi atas izin Allah untuk membawa segala perintah. Malam itu berisi kedamaian dan keselamatan sampai fajar menyingsing. Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur’ân pada malam kemuliaan (lailatulkadar, laylat al-qadr) dan kehormatan.

Artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

Ungkapan ini sebagai pernyataan takjub atas keagungan yang terdapat pada Lailatul qadar. Sebagaimana kita tahu banyak sekali kemulyaan dan kelebihan pada malam itu.

Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Hal ini termasuk hal yang mencengangkan hati dan akal, karena Allah SWT. melimpahkan nikmat kepada umat yang lemah kekuatannya. Dengan malam yang beramal pada malam itu mengimbangi dan melebihi (beramal) selama seribu bulan (seukuran) umur seseorang yang dipanjangkan umurnya selama 80 tahun lebih.

Baca Juga :  Kerajaan-Kerajan Islam Pertama Di Sumatera

Artinya: “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

(Turunlah malaikat-malaikat) bentuk asal dari lafal Tanazzalu adalah Tatanazzalu, kemudian salah satu huruf Ta-nya dibuang, sehingga jadilah Tanazzalu (dan Ar-Ruh) yakni malaikat Jibril (di malam itu) artinya pada malam kemuliaan/lailatulkadar itu (dengan izin Rabbnya) dengan perintah dari-Nya (untuk mengatur segala urusan) atau untuk menjalankan ketetapan Allah buat tahun itu hingga tahun berikutnya, hal ini terjadi pada malam kemuliaan itu.

Huruf Min di sini bermakna Sababiyah atau sama artinya dengan huruf Ba; yakni mereka turun dengan seizin Rabbnya dengan membawa segala urusan yang telah menjadi ketetapan-Nya untuk tahun itu hingga tahun berikutnya.

Artinya : “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

(Malam itu penuh dengan kesejahteraan) lafal ayat ini sebagai Khabar Muqaddam atau Khabar yang didahulukan, sedangkan Mubtadanya ialah (sampai terbit fajar) dapat dibaca Mathla’al Fajri dan Mathla’il Fajri, artinya hingga waktu fajar. Malam itu dinamakan sebagai malam yang penuh dengan kesejahteraan, karena para malaikat banyak mengucapkan salam, yaitu setiap kali melewati seorang mukmin baik laki-laki maupun perempuan mereka selalu mengucapkan salam kepadanya.

Makna Malam Lailatul Qadar

Pertama, qadar berarti penetapan atau pengaturan sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah pada QS Ad-Dukhan ayat 3. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun.

Al-Qur’an yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

Baca Juga :  4 Keutamaan & Keistimewaan Malam Lailatul Qadar Beserta Dalilnya

Kedua, qadar berati kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Kata qadar yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An’am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).

Ketiga, qadar berarti sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadar: “pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”

Demikan ulasan tentang Mengupas Arti Dan Makna Malam Lailatul Qadar. Semoga dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.

Mengupas Arti Dan Makna Malam Lailatul Qadar
5 (100%) 1 vote[s]