Huruf Ikhfa Beserta Cara Membacanya Bahas lengkap

Posted on

Huruf Ikhfa Beserta Cara Membacanya Bahas lengkap – Pada kesemptan ini akan membahas mengenai Huruf Ikhfa. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan tentang huruf ikhfa beserta cara membacanya dengan bahasan secara lengkap. Untuk lebih jelasnya simak artikel Duta Dakwah mengenai Huruf Ikhfa berikut ini.

Huruf Ikhfa Beserta Cara Membacanya Bahas lengkap

Dengan mempelajari ilmu tajwid yang mana menjadi salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh tiap Muslim. Dimana dengan mempelajari tajwid ini dengan benar, maka dalam membaca Al Qur’an akan menjadi lebih sempurna. Dalam hal ini kan membahas ilmu tajwid yakni ikhfa.

Pengertian Ikhfa

Huruf Ikhfa Beserta Cara Membacanya Bahas lengkap

Sebelum lebih jauh pembahasan tentang tajwid, maka perlu lebih memahami pengertian ikhfa terlebih dahulu agar dapat lebih jelas.

Secara bahasa, Ikhfa memiliki arti samar atau bersembunyi. Kata Ikhfa berasal dari kata Khofa. Khofa adalah kata yang mempunyai arti takut atau dapat didefinisikan menjadi samar.

Sedangakan secara ilmu tajwid, ikhfa yaitu suatu hukum bacaan yang terjadi sebab nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa yang menjadikannya harus dibaca samar.

Pembacaan kalimat Al Qur’an dengan suara yang berdengung dan sama terjadi saat nun mati bertemu dengan salah satu huruf ikhfa.

Hal demikian akan mempengaruhi suara yang Anda keluarkan saat membaca bacaan Al Qur’an dengan hukum ikhfa. Suara yang dikeluarkan akan berbeda namun tetap mengahasilkan suara dengung.

Huruf Ikhfa

Huruf ikhfa memiliki 15 huruf yang perlu Anda ketahui dan ingat, antara lain:

Baca Juga :  12 Hukum Bacaan Tajwid Beserta Contohnya

ت – ث – د – ذ – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك

Huruf tersebut tidak memiliki tasydid, yang membuat Anda harus membacanya dengan mendengung.

Mungkin pada mulanya akan terasa sulit untuk menghafal keseluruhan huruf ikhfa itu. Namun dengan secara perlahan menghafalnya dan mengaplikasikan saat membaca Al Qur’an, maka Anda akan terbiasa untuk mengerti.

15 huruf hijaiyah itu selanjutnya dibuat syair oleh Ibnu Jazari agar dapat membantu Anda untuk menghafalnya, yakni:

صِفْ ذَا ثَنَا كَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا # دُمْ طَيِّبًا زِدْ فِي تُقًى ضَعْ ظَالِمًا

Jenis Jenis Ikhfa

Macam ikhfa yang harus dipelajari dan dipahami yakni ada 2 antara lain haqiqi dan syafawi.

Walupun pengertian dari kedua hukun tajwid tersebut berbeda, namun ada beberapa kesamaan diantaranyauntuk mengetahui persamaan atau perbedaan dari kedua ikhfa ini, maka Anda dapat lihat penjelasan berikut ini.

Ikhfa Haqiqi

Sama halnya dengan tajwid lainnya, ikhfa mempunyai beberapa jenis hukum bacaan yang harus Anda ketahui.

Jenis ikhfa pertama yakni ikhfa haqiqi. Menurut bahasa haqiqi memiliki arti benar. Sedangkan dalam ilmu tajwid, ikhfa haqiqi merupakan bacaan bila nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf ikhfa.

Disebut dengan haqiqi sebab pembacaannya memang disamarkan atau menghilang kecuali yang bersifat gunnah. Cara membacanya yaitu dengan membuat suara dengung dan memposisikan mulut saat akan mengucapkan makhroj huruf ikhfa.

Panjang dengung yang dikeluarkan yaitu 1 alif atau 2 harakat. Hal ini berarti panjang dengungan sama dengan saat Anda membaca Mad Thabi’i.

Mengapa pengucapanya harus disamarkan atau ditutupi? Saat nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa dibaca samar sebab makhrajnya. Dimana huruf ikhfa tidak sejauh dengan huruf idzhar dan tidak sedekat dengan huruf idgham.

Baca Juga :  Hukum Tidak Membaca al qur'an Dalam Pandangan Islam

Makraj adalah suatu nama tempat, yang dimana huruf dibentuk (diucapkan).

Huruf ikhfa berada pada tengah yang membuat pembacaannya pun menjadi samar,

Tingkatan bacaan ikhfa

Terdapat tingkatan dalam hukum bacaan ikhfa yaitu ‘Ala (tinggi), Awsth (tengah) dan ‘And (dasar).

Ikhfa Haqiqi A’la

Ikhfa Haqiqi A’la atau biasa disebut Ikhfa Kubra adalah bacaan bila nun mati atau tanwin bertemu dengan ta (ت), tha (ط) dan dal (د). Dimana samar yang tinggi sebab berdekatannya makhraj nun dengan ketiga huruf tersebut.

Pembacaan dengan suara dengung atau samar lebih banyak dibandingkan dengan pembacaan huruf ikhfanya.

Contohnya:

جَنَّاتٍ تَجْرِي

مَنْ طَغَى

Ikha Haqiqi Awsath

Ikha Haqiqi Awsath atau biasa disebut Ikhfa Wustha (tengah) adalah pengucapan dengan tingkat kesamaran yang sedang. Hal dapat terjadi sebab huruf ikhfa yang letaknya tidak terlalu jauh dengan nun.

Huruf yang termasuk dalam Ikhfa Haqiqi Awsat ada 10 yakni

  1. tsa’ (ث)
  2. jim (ج),
  3. dzal (ذ),
  4. zai (ز),
  5. sin (س),
  6. syin (ش),
  7. shod (ص),
  8. dhod (ض),
  9. zho (ظ),
  10. dan fa’ (ﻑ)

Cara membacanya yaitu dengan berdengung selama 2 ketukan sampai menyerupai bunyi ‘Ng’.

Contohnya:

مِنْ شَرٍّ

يَوْمَئِذٍزُرْقًا

Ikhfa Haqiqi Adna

Ikhfa Haqiqi Adna atau biasa disebut dengan Ikhfa Sugra (dasar) dapat terjadi bila nun mati bertemu dengan huruf kaf (ك) dan qaf (ق). Cara membacanya disamar dengan rendah sebab makraj nun yang terletak berjauhan.

Pembacaan dengan suara dengung atau samar lebih sedikit dan pembacaannya sudah memasuki huruf ikhfanya.

Contohnya:

مِنْ قَبْلُ

قَوْمًا كَفَرُوا

Agar dapat lebih mudah dalm memahaminya, berikut beberapa contoh bacaan ikhfa yang terdapat dalam Al Qur’an.

Surat Al-Falaq ayat 3 (nun mati  bertemu syin)

Baca Juga :  Hukum Mim Sukun, Penjelasan beserta Contohnya

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

Surat  Al-Kafirun ayat 3 (nun mati  bertemu ta)

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

Surat Quraisy ayat 4 (nun mati bertemu jim)

الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ

Surat Al-Ashr ayat 2 (nun mati  bertemu sin)

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Ikhfa Syafawi

Jenis bacaan ikhfa berikutnya yaitu ikhfa syafawi. Dalam bahasa ikhfa yaitu samar sementara syafawi artinya bibir. Bibir disini maksudnya pada tempat keluarnya huruf.

Secara umum, ikhfa syafawi adalah hukum tajwid yang mana bila mim mati ( مْ ) bertemu dengan huruf ba ( ب ). Maka wajib untuk membacanya dengan suara dengung atau samar.

Lain halnya denga idgham bighunnah atau iqlab, pada hukum ikhfa syafawi tidak diberikan tanda baca atau tanda tasydid.

Namun pada tiap bacaan dengan hukum ikhfa syafawi tetap harus dibaca dengung sekiter 2 sampai 3 harakt. Hal tersebut karena bila tidak dibaca dengung maka pembacaannya akan berubah seperti idzhar.

Berikut ini beberapa contoh yang ada dalam AlQur’an, antar lain:

Surat  Al-Fiil ayat 4 (mim mati  bertemu ba)

تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ

Surat Al-Alaq ayat 14 (mim mati bertemu ba)

 أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَىٰ

Surat  Al-Ghasyiyah ayat 22 (mim mati bertemu ba)

لَسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ

Surat Al-Muthaffifin ayat 17 (mim mati bertemu ba)

ثُمَّ يُقَالُ هَٰذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ

Surat An-Naziat ayat 14 (mim mati bertemu ba)

فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ

Demikian penjelasan mengenai Huruf Ikhfa Beserta Cara Membacanya Bahas lengkap, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.