Dzikir, Keutamaan Dzikir serta Dalilnya dalam al-Quran Bagian 1

Dzikir, Keutamaan Dzikir serta Dalilnya dalam al-Quran Bagian 1  – Pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan menerangkan tentang Fadhilah dzikir atau keutamaannya bagian yang pertama.

Dzikir, Keutamaan Dzikir serta Dalilnya dalam al-Quran Bagian 1

Untuk lebih jelasnya mari kita ikut bersama Uraian Dutadakwah mengenai perihal Ddzikir Keutamaan dan Dalilnya dalam al-Quran maupun hadits berikut ini:

Mukodimah

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا  عَبْدُهُ رَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ  (أَمَّا بَعْدُ)

Segala Puji hanya bagi Allah, Sholawat dan Salam-Nya semoga tetap tercurahkan ke haribaan Nabi agung Muhammad S.A.W. Pembaca yang kami banggakan semoga senantiasa dirahmati Allah secra singkat kami sampaikan beberapa keterangan perihal dzikir berikut ini:

Dalil Perintah Dzikir

Oarang-orang beriman diperintahkan untuk selalu berdzikir sebanyak-banyaknya, bertasbih pagi dan petang sebagaimana diterangkan dalam Al-quran:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيرًا * وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا * هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا * الأحزاب: ٤١ – ٤٣

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. * Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab: 41-43)

Berdzikir Dijanjikan Pahala

Orang-orang yang senang berdzikir baik laki-laki maupu perempuan pasti dia akan diampuni dosanya oleh Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT:

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Artinya: Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah (berzdikir), Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS  Al-Ahzab: 35)

Berdzikir dengan Rendah Hati

Dalam setiap keadaan dan setiap saat hati kita harus senantiasa mengingat Allah tidak boleh lupa kepada-Nya. Berdzikirpun juga harus dengan rendah hati dan ikhlas semata hanya karena Allah, dalam hal ini Allah berfirman dalam Al-quran:

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ وَلاَ تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ، الأعراف: ٢٠٥

Artinya: Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (Al-A’raf :205)

Berdzikir dan Bersyukur

Berdzikir mengingat Allah adalah perintah-Nya, demikian juga bersyukur atas ni’mat Allah yang selalu Allah anugerahkan kepada kita, kita tidak boleh kufur terhadap ni;mat Allah. Berdzikir dalam kondisi apapun baik dalam keadaan berdiri, berbaring ataupun berdiri itu dianjurkan. Sbagaimana Firman Allah dalam Al-quran:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ:  البقرة : ١٥٢

Artinya: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu , dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku. (Al-Baqoroh: 152)

FirmanNya lagi:

الَّذِيْنَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ * رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ *  ال عمـران:  ١٩١-١٩٢

Artinya(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Ali Imron: 191-192)

Berprasangka Baik kepada Allah

Kita sebagai hamba Allah yang harus senantiasa ber’ibadah kepada-Nya, berdzikir baik sendirian maupun dalam perkumpulan jama’ah, dan kita harus yakin dan beprasangka baik kepada-Nya Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi diantaranya:

Pertama:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِيْ فَإِنْ ذَكَرَنِي فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ، وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلَاءٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلَاءٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ اِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً.  رواه البخاري :٨/١٧١ ومسلم: ٢٠٦١/٤

Artinya: Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, maka Aku menyebut namanya dalam diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, maka Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan ‘amal sholeh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari). (H.R; Bukhori: 8/171 dan Muslim: 4/2061, lafad hadits ini dalam shaheh Bukhori)

Kedua:

قَالَ ﷺ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ : لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ كَلاَمِيْ وَاَنَا هُـوَ مَنْ قَالهَاَ دَخَلَ  حِصَنِيْ وَمَنْ دَخَلَ حِصَنِيْ اَمَنَ مِنْ عِقَابِيْ

Artinya: Nabi SAW, beliau bersabda, Allah, SWT Beliau Berfirman; Adapun Kalimat لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ   itu KalamKu dan Aku itu Allah barang siapa yang mengucapkan Kalimat:لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ    maka dia masuk kedalam GedungKu dan barang siapa yang telah masuk kedalam gedungKu, maka ia selamat dari siksaanKu.

Ddzikir, Keutamaan Dzikir serta Dalilnya dalam al-Quran Bagian 1
Ddzikir, Keutamaan Dzikir serta Dalilnya dalam al-Quran Bagian 1

Keterangan dari Hadits Qudsi

Keterangan yang terdapat pada Hadits Qudsi tersebut di atas menurut pemahaman kami, bukan hanya penting berprasangka baik kepada Allah SWT. melainkan itu adalah merupakan suatu hal yang wajib berprasangka baik kepada Allah SWT. Dan harus senantiasa mengingat Allah, yakni berddzikir, baik secara individu maupun dalam perkumpulan orang banyak (berjama’ah), begitu juga mendekatkan diri kepada Allah di setiap sa’at agar senantiasa Allah menyertainya melindunginya dan membelanya.

Dari hadits Qudsi tersebut, tentu saja kita harus yaqin  bahwa kalimat  :لآاَلَهَ اِلاَّاللهُ   yang selama ini kita sudah jadikan sebagai ‘amalan harian, bahkan aurod kita baik dalam pertemuan Pengajian Majlis Ddzikir ‘Ataqoh, Majlis-majlis Ddzikir yang selain ‘Ataqoh atau dzikir Fida maupun yang di ‘amal secara individu Insya-Allah kesemuanya itu bisa menyebabkan kemerdekaan kita dari neraka. Akan tetapi apabila dzikir itu hanya  sebatas di lisan saja dan tidak diresapi secara mendalam dengan rendah hati di hadapan Allah SWT, maka kami rasa perbuatan itu tentunya setengah hampa dan hanya akan dapat kebaikan didunia begitu juga akhirat tetapi tidak akan maksimal. Wallahu ‘alam.

Demikian ulasan kami tentang Dzikir, Keutamaan Dzikir serta Dalilnya dalam al-Quran Bagian  1. – Semoga dapat memberikan manfaat. Selanjutnya bisa baca juga di bagian duanya pada link ini⇒: Manfa’at Dzikir dan Keutamaannya  Bagian 2  – Terimakasih.