Sholat Ghaib : Niat, Doa dan Tata Caranya

Posted on
0
()

Sholat Ghaib : Niat, Doa dan Tata Caranya – Pada kesempatan ini Duta Dakwah akan membahas tentang Sholat Ghaib. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim bisa memberikan hal terbaik bagi muslim yang lainnya, seperti salah satunya ketika ada seorang mayit yang harus di urusi.

Meskipun hukumnya adalah fardhu kifayah atau bisa dikatakan gugur apabila sudah dikerjakan minimal oleh satu orang. Bila secara sengaja sama sekali tak ada yang menunaikannya maka status dosa akan menimpa umat islam secara umum.

Akan tetapi sudah menjadi tuntunan dan ajaran yang telah dilaksanakan oleh baginda Rasulullah SAW yang di syariatkan kepada hambanya. Dimana dalam proses pengurusan mayit dan ataupun bacaan penting lainnya seperti dari bacaan asmaul husna tersebut terdiri dari beberapa hal dimulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkannya. Semua itu adalah bagian dari tata cara mengurus mayit menurut syariat islam.

Sholat Ghaib : Niat, Doa dan Tata Caranya

Tentu dalam segi pelaksanaannya terutama dalam hal sholat terdapat perbedaan dengan sholat-sholat lainnya pada tata cara pelaksanaannya. Dimana pada sholat mayit tersebut terdiri dari 4 takbir dan pada setiap takbir dilanjutkan dengan doa-doanya. Tidak rukuk dan sujud begitu juga tidak ada tahiyyat dalam pelaksanaan sholat mayit tersebut.

Meski sudah mengetahuinya secara bersama tentang tata cara dan bagaimana sholat jenazah itu. Namun tidak salahnya untuk saling mengingatkan semua hal yang berhubungan dengan mayit. Terlebih lagi masalah ini sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat muslim yang tentunya menjadi bagian aktivitas dari amalan ibadah pada waktu pengurusan mayit tersebut.

Bila kita melihat tentang rukun-rukun yang harus dilaksanakan dalam sholat jenazah meliputi niat, 4 kali takbir, berdiri bagi yang mampu, membaca surat Al-Fatihah, membaca sholawat atas Nabi SAW. sesudah takbir kedua, doa untuk se jenazah sesudah takbir ketiga dan salam. Sebagaimana yang telah dijelaskan dan diterangkan dalam kitab-kitab fiqih pada umumnya.

Bacaan Niat Sholat Ghaib

Pertama, niat.

Niat wajib digetarkan dalam hati. Apabila dilafalkan secara lisan akan berbunyi:

Baca Juga :  Hukum Tradisi 100 Hari Menurut Islam

Untuk jenazah laki-laki ghoib

أُصَلِّيْ عَلَى هَذَا المَيِّتِ الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ

Usholli ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardhol kifayati (Imaman / makmuman) lillahi ta’ala Allahu Akbaar

Artinay: Saya niat sholat ini untuk mayit laki-laki yang ghoib empat takbir fardhu kifayah (menjadi imam / manjadi makmum) karena Allah Ta’ala Allahu Akbar

Untuk jenazah perempuan ghoib

أُصَلِّيْ عَلَى هَذِهِ المَيِّتَةِ الْغَائِبَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ

Usholli ala hadzal mayyitati arba’a takbirotin fardhol kifayati (Imaman / makmuman) lillahi ta’ala Allahu Akbaar

Artinay: Saya niat sholat ini atas mayit perempuan yang ghoib empat takbir fardhu kifayah (menjadi imam / manjadi makmum) karena Allah Ta’ala Allahu Akbar

Niat sholat ghaib untuk jenazah yang diketahui identitasnya

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ ….. بن … الغَائِبِ (عَلَى المَيِّتَةِ…. / بنت ….. الْغَائِبَةِ) أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ (إِمَامًا / مَأمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ

Usholli ‘alal mayyiti ….. bin ….. al-gho-ibi (‘alal mayyitati …… binti ….. al-gho-ibati)  arba’a takbirotin fardhol kifayati (imaman /makmuman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya : “Aku niat sholat atas mayit laki-laki yaitu … bin ….. ghoib ( atas mayit perempuan ….. binti …. ghoibah) empat kali takbir fardu kifayah karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”

Niat sholat ghaib untuk jenazah yang tidak diketahui identitasnya menjadi makmum

أُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ (مَأمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ

Usholli ala man sholla alaihil imamu arba’a takbirotin fardhol kifayati (makmuman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya : “Aku sholat ghoib atas mayyit yang disholati imam empat kali takbir fardu kifayah makmum karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”

Takbir Pertama Bembaca Surat al-Fatihah

أعُوْذُ ِباللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَـيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّالِّينَ

Takbir Kedua Membaca Sholawat

Membaca bacaan Shalawat seperti ketika sedang tahiyat. Yaitu membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW seperti dibawah ini.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Takbir Ketiga Membaca Do’a

Membacakan doa untuk si Jenazah, seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW pada hadist berikut:

Baca Juga :  Aqiqah : Dalil, Cara dan Waktu Penyembelihannya

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Artinya : “Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskanlah kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau mebersihkan baju putih dari kotoran. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya di dunia, istri yang lebih baik dari istrinya (atau suaminya) dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.”

Takbir Keempat Membaca Do’a

(اَللَّهُـمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَلإخْـوَانِنَـا الَّذِيْنَ سَبَـقُوْنَ بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِـلاً لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْارَبَّنــَا إنَّكَ رَؤُفٌ رَّحِيْم 

Artinya : “Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya.”

Keenam, mengucapkan salam secara sempurna.

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ،  ٢ كالي ككانن دان كى كيري

Setelah sholat ghaib selesai dilaksanakan kemudian membaca bersama-sama Surat Al Fatihah, kemudian imam membaca do’a sholat ghaib sebagai berikut :

 اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ اِعْتِقْ رِقَابَ هَذَا الْمَيِّتِ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى هَذَا الْمَيَّتِ وَاجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِّنَ الْجَنَّةِ وَ لَا تَجْعَلْهُ حُفْرَةً مِنَ النِّرَانِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِهَِِّ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma shalli’alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa muhammad. Allahumma bihaqqil faatihati i’tiq riqabanaa wariqaaba haadzal mayyiti (kalau perempuan haadzihil mayyitati) minan naari. allahumma anzilirrahmata wal maghfirata alaa haadzal mayyiti (kalau perempuan haadzihil mayyitati) waj’al qabrahu (ha) raudlatan minal jannati walaa taj’alhu (ha) hufratan minan niraani, washallallaahu alaa khairi khalqihi sayyidana muhammadin wa alaa allihi washahbihii ajma’iin, wal hamdu lillahirabbil aalamiin.

Artinya: “Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dosa mayit ini dari siksaan api neraka.”

Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampun kepada mayit ini. Dan jadikanlah kuburnya taman yang nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.”

Sedangkan doa untuk anak-anak adalah:

اَللَّهُـمَّ اجْعَلهُ فَرْطًا لِأَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَثَقِّلْ بِهِ مَوَازِنَهُمَا وَاَفْرِغِ الصَّبْرَ عَلَى قَلْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ وَلَاتَحْرِمْهُمَا اَجْرَهُ

Peraktek Sholat Satu Mayit laki-laki Ghoib

  • Ucapan Niat Sholat Mayit laki-laki ghoib menjadi imam
Baca Juga :  √ Sholat Tahiyatul Masjid, Dalil Niat, Waktu dan Prakteknya

أُصَلِّيْ عَلَى هَذَا المَيِّتِ الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ

Usholli ala hadzal mayyitati arba’a takbirotin fardhol kifayati makmuman lillahi ta’ala Allahu Akbaar

Artinay: Saya niat sholat mayit laki-laki ini empat takbir fardhu kifayah (menjadi imam / manjadi makmum) karena Allah Ta’ala Allahu Akbar

  • Lafadz Niat Sholat Mayit laki-laki ghoib menjadi makmu (ikut imam):

أُصَلِّيْ عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ (مَأمُوْمًا) لِلّٰهِ تَعَالَى اللهُ أَكْبَرُ

Usholli ala man sholla alaihil imamu arba’a takbirotin fardhol kifayati (makmuman) lillahi ta’ala Allahu Akbar

Artinya : “Aku sholat ghoib atas mayyit yang disholati imam empat kali takbir fardu kifayah makmum karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”

  • Bacaan Fatihah setelah Takbir Pertama:

أعُوْذُ ِباللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَـيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّالِّينَ

  • Bacaan Sholawat setelah Takbir ke dua:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

  • Bacaan Doa  setelah Takbir ke tiga:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

  • Bacaan Doa setelah Takbir ke empat:

(اَللَّهُـمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَلإخْـوَانِنَـا الَّذِيْنَ سَبَـقُوْنَ بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِـلاً لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْارَبَّنــَا إنَّكَ رَؤُفٌ رَّحِيْم 

  • Bacaan Salam Setelah Takbir ke empat:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Keterangan:

Bacaan Doa setelah Takbir ke empat boleh digabungkan dengan Doa setelah Takbir ke tiga sehingga setelah Takbir ke empat tidak baca doa lagi langsung mengucapkan Salam, Salam cukup satu kali dan boleh dua kali.

Sholat Ghoib.jpg
Sholat Ghoib.jpg

 

  • Doa Setelah Salam jika diperlukan, jika tidak tidak apa-apa:

هَذِهِ الْفَاتِحَةُ هَدِيَةً خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ …… بن ….. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَتَقَبَّلْ حَسَنَاتِهِ وَكَفِّرْ سَيِّئَاتِهِ الفاتحة: …….. أعُوْذُ ِباللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  * الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ * الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ * مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ * إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ * اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ * صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَـيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّالِّينَ

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلأوَّلِيْن وَاْلأَخِـرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. آمين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ يَامَّعْبُوْدُ حَمْدًا يُوَفِى نِعْمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَـرِيْمِ وَعَـظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ، اَللَّهُـمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ وَلإخْـوَانِنَـا الَّذِيْنَ سَبَـقُوْنَ بِاْلإِيْمَانِ وَلاَتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِـلاً لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْارَبَّنــَا إنَّكَ رَؤُفٌ رَّحِيْم 

 اللَّهُمَّ بِحَقِّ الْفَاتِحَةِ اِعْتِقْ رِقَابَ هَذَا الْمَيِّتِ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى هَذَا الْمَيَّتِ وَاجْعَلْ قَبْرَهُ رَوْضَةً مِّنَ الْجَنَّةِ وَ لَا تَجْعَلْهُ حُفْرَةً مِنَ النِّرَانِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِهَِِّ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Demikian Sholat Ghaib : Niat, Doa dan Tata Caranya. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terima kasih.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Terimakasih kunjungannya

Silahkan klik bintang 5