Pengertian Zakat, Macam, Tujuan, Syarat, & Hak Penerimanya

Pengertian Zakat, Macam, Tujuan, Syarat, & Hak Penerimanya – Pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan menerangkan mengenai zakat secara rinci. Baik itu pengertian zakat, macam-macamnya, tujuan, syarat mengeluarkan zakat, hak penerima zakat, dan juga dalil-dalilnya.

Untuk itu, marilah kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Zakat, Macam, Tujuan, Syarat, & Hak Penerimanya

Pengertian Zakat

Zakat menurut bahasa, berasal dari bahasa arab yakni suci, bertambah dan berkembang, berkah dan terpuji.

Zakat menurut istilah, yaitu salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT dengan mengeluarkan sebagian hartanya dan hukumnya wajib untuk dikeluarkan sesuai dengan aturannya dan diberikan kepada golongan orang-orang tertentu yang berhak menerimanya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat At-Taubah ayat 103 yang artinya: “Ambillah dari harta mereka sedekah (zakat) untuk membersihkan mereka dan menghapuskan kesalahan mereka.” (Q.S. At Taubah : 103).

Firman Allah dalam Q.S. An-Nisa ayat 77 yang artinya: “Laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”

Biasanya zakat ini dilakukan setahun sekali, yaitu pada bulan ramdhan. Adapun orang yang mengeluarkan zakat disebut muzakki, dan orang yang menerima zakat disebut mustahik.

Macam zakat

Macam-macam zakat dibagi menjadi dua yakni zakat fitrah dan zakat maal. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan saat menjelang hari raya, paling lambat sebelum shalat idul fitri. Ukuran zakat yang dikeluarkan yaitu 2,5 kg. Yaitu berupa makanan pokok yang ada di daerahnya masing-masing, seperti beras, gandum, jagung, kurma, dan lain sebagainya. Ukuran zakat fitrah menurut Iman Syafi’iyah:

  • 1 sha’ : 2 Qodah Mesir
  • 1 sha’ : 4 Mud
  • Satu mud :1⅓ kati Baghdad
  • Satu kati : 128 4/7 Dirham
  • 1 Dirham : 4 gram
  • Jadi jumlah 1 sha’ sama dengan 2,743 Kg.

2. Zakat Maal (Harta Benda)

Zakat maal adalah zakat harta kekayaan yang dikeluarkan bagi setiap muslim. Contoh yang harus di zakati adalah perternakan, perkebunan, pertambangan, perniagaan, hasil laut, emas dan perak, harta temuan. Dari kesemua harta itu memiliki perhitungannya masing-masing. Syarat dikeluarkannya zakat maal adalah apabila telah mencukupi haul atau telah mencapai satu tahun, kecuali harta pertanian (buah-buahan) dan temuan, tidak harus menunggu satu tahun.

Tujuan Zakat

Adapun tujuan zakat, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-taubah ayat 103 yaitu

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S At-taubah:103)

Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membayar zakat dengan tujuan agar harta yang dimiliki menjadi bersih dan suci. Jika harta tidak dibayarkan zakatnya, maka harta tersebut akan kotor dan haram karena didalam harta tersebut ada hak orang lain.

Syarat Wajib Untuk Mengeluarkan Zakat

Adapun syarat wajib untuk mengeluarkan zakat adalah

  • Beragama Islam
  • Merdeka
  • Milik Sepenuhnya
  • Cukup Haul
  • Cukup Nisab

Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Adapun orang-orang yang berhak menerima zakat ada delapan ashnaf sesuai dengan firman Allah SWT surat At-taubah ayat 60. Yaitu:

1. Fakir

Adalah orang yang tidak memiliki harta untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari dan tidak mampu untuk berusaha atau berikhtiar.

2. Miskin

Adalah orang yang memiliki penghasilan, tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari (kekurangan).

3. Amil

Adalah orang yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat kepada orang yang berhak menerima zakat. Atau biasa disebut dengan panitia zakat.

4. Muallaf

Adalah orang yang baru masuk Islam dan masih membutuhkan bimbingan karena keimanannya masih lemah.

5. Gharim

Adalah orang yang memiliki hutang piutang, tetapi tidak mampu membayarnya.

6. Hamba Sahaya

Adalah orang yang belum merdeka dan dimerdekakan. Atau budak.

7. Sabilillah

Adalah orang yang berjuang dijalan Allah SWT. Seperti para syuhada’, ulama, ustadz ustadzah, yang mengajarkan ilmu agama di mushola, pesantren, dan lain-lain.

8. Ibnu sabil

Adalah Orang musafir atau yang sedang dalam perjalanan. Misalnya orang yang sedang bertholabul ‘ilmi, atau melakukan dakwah dan sebagainya.

Zakat, Macam, Tujuan
Zakat, Macam, Tujuan

 

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Zakat, Macam, Tujuan, Syarat, & Hak Penerimanya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kamu. Terimakasih 🙂