√ Pengertian dan Macam Makna Hikmah Menurut Islam

Posted on

Pengertian dan Macam Makna Hikmah Menurut Islam – Pada kesempatan ini Duta Dakwah akan membahas tentang. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan pengertian hikmah dan beberapa macam makna hikmah menurut pandangan islam dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan berikut ini dengan seksama.

Pengertian dan Macam Makna Hikmah Menurut Islam

Mari kita bahas Pengertian Hikmah dan maknanya menurut islam dalam al-Quran

Pengertian Hikmah

Hikmah menurut bahasa Arab asal kata hikmah mempunyai beberapa arti (lafazh musytarak). Dalam Lisan al-Arab, Ibnu Manzhur menyebut hikmah itu al-qadha, artinya memutuskan. Sedang di al-Mu’jam al-Wasith, hikmah berasal dari kata hakama, bermakna melarang atau menghalangi (mana’a). Hukum itu dikatakan tegak jika menghalangi seseorang berbuat kezhaliman.

Selanjutnya, hikmah juga bermaksud adil dalam memutuskan sesuatu. Hikmah adalah mengetahui hakikat segala sesuatu apa adanya, dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya (Mu’jam Taj al-Arus).

Dalam Mafhum al-Hikmah fi al-Da’wah, Dr. Shaleh ibn Abdullah ibnu Humaid menjelaskan, kata al-hikmah berasal dari kata al-hakamah. Yaitu tali kekang binatang yang dengannya orang bisa mengendalikan hewannya sesuai dengan keinginannya. Diharapkan dengan hikmah, orang itu bisa terkendali dari akhlak-akhlak yang tidak terpuji.

Makna Hikmah Dalam Al-Qur’an

Kata hikmah juga didapati dalam QS. Al-Baqarah Ayat 231

Loading...

وَمَا أَنزَلَ عَلَيْكُمْ مِّنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُم بِهِ

Artinya : “Dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu.”

Baca Juga :  4 Keutamaan & Keistimewaan Malam Lailatul Qadar Beserta Dalilnya

Hikmah di sini bermakna nasihat, seperti dikatakan ar-Razi mengutip pendapat al-Muqatil. (Tafsir Mafatih al-Ghaib).

Hikmah juga bermakna pemahaman. Seperti ditunjukkan dalam ayat:

يَا يَحْيَى خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيّاً

Artinya : “Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak,” (QS. Maryam Ayat 12).

Ibnu Katsir menerangkan bahwa Kami memberikan kepada Yahya pemahaman, ilmu, kesungguhan memenuhi panggilan kebaikan dan konsisten atasnya (Tafsir al-Qur’an al-Azhim).

Makna hikmah selanjutnya adalah pengetahuan. Allah berfirman:Artinya : “Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah (ilmu dan pemahaman) serta kenabian.” (QS. Al-An’am Ayat 89).

Prof. Wahbah az-Zuhaili mengatakan, al-hukma dalam ayat tersebut berarti ilmu yang bermanfaat dan pemahaman terhadap agama. (Tafsir al-Munir).

Hikmah juga bisa bermaksud kenabian (nubuwah).

فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُم مُّلْكاً عَظِيماً

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” (QS. An-Nisa Ayat 54).

Mufassir Abdurrahman as-Sa’di menerangkan bahwa Allah memberikan nikmat kenabian dan kitab kepada Ibrahim dan keturunannya. (Tafsir Karim ar-Rahman fi Kalam al-Mannan).

Dalam Tesis berjudul “Konsep Pendidikan Hikmah dalam al-Qur’an, UIKA Bogor 2016” Abd. Hafidh menyebut setidaknya ada 11 makna hikmah yang beririsan dalam al-Qur’an.

  1. Kenabian dan kerasulan (an-nubuwah wa ar-risâlah),
  2. Tafsir (takwil) al-Qur’an (tafsir al-Qur’an wa ta’wiluhu),
  3. Memahami rahasia dan detail-detail syariat Islam (al-ilm wa fahm ad-daqa’iq wa al-fiqh fi ad-din),
  4. Mengetahui kebenaran dan mengamalkannya (ma’rifatu al-haq wa al-amalu bihi),
  5. Amal shalih (al-amal al-shalih),
  6. Menghalangi kezhaliman (man’u azh-zhulm),
  7. Nasihat dan peringatan (al-wa’zhu wa at-tazkir),
  8. Ayat-ayat al-Qur’an, perintah-perintah dan larangan-larangannya (ayat al-Qur’an wa awamiruhu wa nawahihi),
  9. Kemampuan akal memahami hukum-hukum syari’ah (hujjatu al-aql ala wifqi ahkam al-syari’ah),
  10. Meletakkan sesuatu pada tempat yang semestinya (wadh’u asy-syai’ fi maudhi’ihi),
  11. Mengerjakan apa yang semestinya dikerjakan, di saat dan momen yang tepat.
Baca Juga :  Kita Sebagai Manusia Yang Selalu Lalai

Demikian ulasan singkat tentang Pengertian Dan Macam Makna Hikmah Menurut Islam. Semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Terimakasih.