7 Keutamaan dan Keistimewaan Hari Jum’at Beserta Haditsnya

7 Keutamaan dan Keistimewaan Hari Jum’at Beserta Haditsnya – Hari jum’at merupakan hari yang paling utama diantara hari-hari yang lainnya. Hari jum’at adalah salah satu hari yang tertera sebagai nama sebuah surat dalam Al-Qur’an yakni surah Al-Jumu’ah yang merupakan surat ke 62 dalam Al-Qur’an.

Allah SWT mengagungkan dan menghiasi Islam pada hari jum’at dan Allah Ta’ala juga memuliakan umat Nabi Muhammad Saw dengan hari jum’at yang tidak diberikan kepada umat-umat Nabi terdahulu.

Ada banyak sekali keutamaan dan keistimewaan pada hari jum’at, nah pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan membahas mengenai keutamaan serta keistimewaan hari jum’at beserta haditsnya. Untuk mengetahuinya langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

7 Keutamaan dan Keistimewaan Hari Jum’at Beserta Haditsnya

Diantara keutamaan dan keistimewaan hari jumat adalah sebagai berikut:

1. Hari Yang Paling Utama yakni Hari Yang paling Mulia dan Penghulu dari Semua Hari

Hari jumat dikatakan sebagai hari yang paling utama karena banyak peristiwa penting yang terjadi pada hari tersebut diantaranya adalah

  • Allah SWT menciptakan nabi Adam dan juga mewafatkannya
  • Nabi Adam as dimasukkan ke dalam surga pada hari jum’at
  • Nabi Adam as diturunkan dari surga ke bumi
  • Hari akan terjadinya kiamat
Baca Juga :  Inilah Hari-Hari Besar Islam dan Penjelasannya Lengkap

Sebagaimana dalam sebuah hadits sebagai berikut:

(وقال صلى الله عليه وسلم: سَيِّدُ الأَيَّامِ يَوْمُ الجُمُعَةِ) أيْ هُوَ مِنْ أَفْضَلِ الْأَيَامِ، وَفِيْ الْجَامِعِ الصَّغِيْرِ سَيِّدُ اْلأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمْعَةِ، أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحْرِ وَالْفِطْرِ، وَفِيْهِ خَمْسُ خُلَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدمَ، وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ، وَفِيْهِ تُوُفِيَ، وَفِيْهِ سَاعَةُ لَا يَسأَلُ اْلعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إلِاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحْمٍ، وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقَرَّبٍ، وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضِ وَلَا رَيْحٍ وَلَا جَبَلٍ، وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ، أَيْ وَالْحَالُ أَنَّ ذَلِكَ خَائِفٌ مِنْ قِيَامِ الْقِيَامَةِ فِيْهِ وَالْحَشَرِ وَالْحِسَابِ. رَوَى هَذَا الْحَدِيْثَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ وَالْبُخَارِيُّ عَنْ سَعَدِ بْنِ عُبَادَةِ سَيِّدُ الْأَنْصَارِ

Artinya: (Pemimpin segala hari adalah hari jum’at) ya’ni hari jum’at itu paling utama-utamanya hari, dalam kitab Jami’is shoghir “Pemimpin segala hari menurut Allah itu hari jum’at, lebih agung dari hari raya qurban dan hari raya fitri, disitu terdapat lima kejadian, Allah menciptakan Nabi Adam pada hari jum’at, Allah menurunkan Nabi Adam dari Syurga ke bumi pada hari itu pula, Nabi Adam wafat, pada hari jum’at, pada hari jum’at terdapat sa’at-sa’at dimana tidak ada seorang hamba yang meminta sesuatu kepada Allah kecuali Allah pasti memberinya selagi tidak meminta perbuatan durhaka dan memutuskan hubungan silaturohim, dan pada hari jum’at juga Qiyamat akan terjadi. Dan tidak ada Malaikat yang mendekatkan diri, dan tidak pula langit, bumi, angin, gunung, bebatuan kecuali ia sangat berhati-hati pada hari jum’at, ya’ni semua itu karena takut dari bangkitnya hari qiyamat pada hari jum’at termasuk hari berkumpul dan hari hisab. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Bukhori dari Sa’ad bin ‘Ubadah sayidul-anshor. (diambil dari Kitab Kuning Tankihul-Qaul. Hlm 20. Bab Fadhilah jum’at)

3. Hari Jumat adalah Hari Bagi Kaum Muslimin

Dikatakan sebagai hari bagi kaum muslimim karena hari jum’at adalah hari berkumpulnya kaum muslimin di dalam Masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan khutbah jum’at yang berisi wasiat taqwa dan nasehat-nasehat serta do’a. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang artinya:

Baca Juga :  √ Niat Puasa Arafah, Keutamaan, Hikmah dan Pahalanya (Lengkap)

Dari Kuzhaifah dan Rabi’i bin Harrasy ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Allah menyesatkan orang-orang sebelum kami pada hari jum’at, Yahudi pada hari sabtu, dan Nasrani pada hari ahad, kemudian Allah mendatangkan kami dan memberi petunjuk pada hari jum’at, mereka umat sebelum kami akan menjadi pengikut pada hari kiamat, kami adalah yang terakhir dari penghuni dunia ini dan yang pertama pada hari kiamat yang akan dihakimi sebelum umat yang lain.” (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

4. Orang Yang Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jumat Maka Akan Diberi Cahaya Diantara Kedua Jum’at

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Shohihul Jami’ no. 6470)

5. Dosanya Diampuni antara Jumat Tersebut

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

“Barang siapa berwudhu’ kemudian menyempurnakan wudhu’nya lalu mendatangi shalat Jum’at, lalu dia mendekat, mendengarkan serta berdiam diri (untuk menyimak khutbah), maka akan diampuni dosa-dosanya di antara hari itu sampai Jum’at (berikutnya) dan ditambah tiga hari setelah itu. Barang siapa yang bermain kerikil, maka ia telah melakukan perbuatan sia-sia.”(HR. Muslim no. 857).

6. Hari Jum’at Adalah hari Mustajab Untuk Berdo’a

Keutamaan dan Keistimewaan Hari Jum'at Beserta Haditsnya
Keutamaan dan Keistimewaan Hari Jum’at Beserta Haditsnya

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

Artinya: “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.”

Nah itulah tadi penjelasan mengenai 7 Keutamaan dan Keistimewaan Hari Jum’at Beserta Haditsnya. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasih 🙂

Baca Juga :  √ Manfa’at Dzikir dan Keutamaannya  Bagian 2