√ Kisah Nabi Hud As Berdakwah Di Tengah-Tengah Kaum Aad

Posted on

Kisah Nabi Hud As Berdakwah Di Tengah-Tengah Kaum Aad – Pada kesempatan kali ini Duta Dakwah akan menceritakan tentang Kisah Nabi Hud. Dalam pembahasan kali ini akan menjelaskan tentang kesabaran Nabi Hud menghadapi kaum Aad sampai- sampai Allah menurunkan Azab bagi kaum Aad yang tak kunjung bertaubat. Untuk lebih jelasnya silahkan simak artikel di bawah ini.

Kisah Nabi Hud As Berdakwah Di Tengah-Tengah Kaum Aad

Setelah kaum Nabi Nuh As di lenyapkan oleh Allah dengan melalui banjir bandang, kemudian Allah memberi anugerah kepada sebagian kaum yang beriman dengan kehidupan yang lebih baik. Dan kaum Aad lah salah salah satu kaum penerusnya, Kaum Aad hidup di bukit pasir Al-Ahqaf, daerah yang terletak antara  perbatasan Oman dan Yaman. Beribu-ribu kenikmatan telah Allah limpahkan kepada mereka, baik berupa kemakmuran, kecerdasan, maupun fisiknya. Secara fisik, mereka mempunyai ukuran badan yang tinggi, tegap, dan kuat, sehingga bisa melakukan berbagai aktivitas berat dengan mudah.

Di sisi lain, meskipun mereka tinggal di daerah perbukitan berpasir, namun kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sangatlah melimpah ruah. Hal ini juga tidak lepas dari kecerdasan kaum Aad yang Allah berikan, sehingga mampu menjadikan bukit pasir yang tandus menjadi tempat yang sangat subur. Bukan hanya itu saja, kaum Aad juga mampu mengelola kota mereka menjadi kota yang indah dengan di bangunya gedung-gedung berarsitek tinggi. Pada saat itu memang kaum Aad adala kaum yang paling makmur di banding lainya.

Baca Juga :  √ Kisah Nabi Nuh As dan tenggelamnya Para Kaum Nabi Nuh As

Akan tetapi, kaum Aad yang sudah di beri banyak kenikmatan, bukan rasa syukur yang tumbuh darinya, melainkan kesombongan dan keangkuhannya. Kekejaman dan kekejian mulai ia terapkan terhadap daerah yang ia taklukkan. Mereka merasa dialah yang paling kuat dan tidak ada yang bisa mengalahkan di jagat ini. Karena kesombongan dan keangkuhanyalah Berbagai dosa dan maksiat mereka leluasa melakukanya, tanpa merasa bersalah sedikitpun kepada Allah.

Justru mereka semua berpaling dari Allah, mereka menyembah tiga buah berhala yang diberi nama Shad, Shamudra, dan Hara. Para kaum Aad meyakini bahwa ketiga berhala inilah yang memberikan mereka kekuatan, kemakmuran, dan keselamatan juga segalanya. Kaum Aad adalah merupakan kaum yang menyembah berhala pertama setelah kaum Nabi Nuh As. yang telah di lenyapkan dari muka bumi dengan cara di datangkannya banjir bandang oleh Allah. Kaum Aad lupa akan leluhurnya yang telah di selamatkan oleh Allah dari Azab yang sangat dahsyat. Yang mereka ingat hanyalah kesenangan dan kesenangan sehingga membuat mereka lupa siapa yang beekuasa di muka bumi ini.

Kehadiran Nabi Hud di Tengah Kaum Aad

Karena semakin lama semakin gak karuan akhlak dari kaum Aad, kemudian Allah mengirimkan seorang utusan tersebut kepada kaum Aad untuk meluruskan perilaku kaum Aad, yakni Nabi Hud As. Nabi Hud As adalah merupakan nabi keempat setelah Nabi Nuh As. Nabi Hud As adalah putra dari Abdullah yang termasuk kaum Aad. Bahkan, Nabi Hud As termasuk salah satu saudara dari pembesar kaum Aad sendiri.

Loading...

Nabi Hud As dipilih oleh Allah sebagai utusan yang akan mengajak kaum Aad bertaubat dan kembali beriman kepada Allah. Nabi Hud As tidak juah beda dengan Para Nabi Sebelumnya, dalam perjalananya berdakwah banyak dari kaum Aad yang memberontak , baik dari tetangga, masyarakat sekitar, maupun saudaranya sendiri. Kemudian Dalam perjalanan Nabi Hud As, beliau menikahi seorang wanita yang bernama Melka, anak perempuan dari Madai bin Japeth (Yafas). Menurut cerita, Nabi Hud As, tidak di karuniai seorang anak oleh Allah.

Baca Juga :  Khutbah Idul Adha Belajar Kisah Qurban Nabi Ibrahim 1440 H

Kisah Nabi Hud As Berdakwah Di Tengah-Tengah Kaum Aad

Azab Untuk Kaum Aad

Dalam perjuangan Nabi Hud As untuk membenahi akhlak kaum Aad memang cukup berat. Karena sifat sombong dan angkuhnya, mereka seakan-akan sudah tertutup mata hati untuk menerima hidayah dan rahmat dari Allah swt. Nabi Hud pun memberi peringatan kepada kaum Aad pada saat itu, “Sungguh betapa pedihnya azab Allah ketika mereka tak kunjung bertaubat”, namun mereka menghiraukan perkataan Nabi Hud As dan menertawakannya. Lebih-lebih mereka menantang Nabi Hud As supaya azab tersebut segera didatangkan, karena mereka menganggap patung patung itulah yang berkuasa dan bisa menyelamatkanya dari apapun.

Allah pun murka dengan kesombongan dan keangkuhan para kaum Aad, hingga pada akhirnya azab itu pun diturunkan lebih cepat sesuai keinginan mereka. Azab pertama yang Allah berikan kepada kaum Aad adalah berupa musim kemarau dan kekeringan yang sangat panjang. Peristiwa ini membuat sungai-sungai yang ada menjadi kering tak teraisa, sehingga tanaman mereka pun ikut mati. Sehingga mengakibatkan, kelaparan hebat melanda kaum Aad. Di saat mereka kelaparan Nabi Hud pun kembali mengingatkan kepada mereka agar segera bertaubat atas kesalahan yang telah mereka perbuat selama ini dan mengatakan bahwa kekeringan ini adalah azab Allah.

Namun, pada situasi seperti inipun perkataan Nabi Hud As tetap mereka abaikan, Hingga pada suatu saat, munculah awan hitam yang begitu tebal di atas negeri Aad sehingga membuat negri Aad gelap gulita. Merakapun merasa gembira karena hujan akan turun dan kemakmuran kembali negri Aad. Tapi apa yang terjadi, awan hitam tersebut tidak menurunkan hujan karena awan tersebut merupakan azab Allah tahap kedua.

awan hitam yang berada di atas negri Aad tiba-tiba berubah menjadi badai angin topan yang menghancurkan seluruh rumah yang ada. Kaum Aad pun  ikut terbawa badai tersebut, sehingga tidak ada dari mereka yang tersisa, dan tidak ada satu pun makhluk yang bisa menolong mereka dari murka Allah, melainkan Allah sendiri. Sementara itu, Nabi Hud As dan beberapa pengikutnya diselamatkan oleh Allah dari bencana ini. Menurut kisah yang ada, badai topan terjadi selama 8 hari berturut-turut.

Baca Juga :  Kerajaan-Kerajan Islam Pertama Di Sumatera

Wafatnya Nabi Hud As

Setelah badai angin topan berhenti, suasana di Ahqaf menjadi sunyi dan senyap. Semua kaum Aad telah di lenyapkan tanpa sisa, terkecuali Nabi Hud As dan para pengikutnya yang beriman kepada Allah. kemudian Nabi Hud dan para pengikutnya pindah ke Hadramaut, dan hidup menetap di sana hingga Nabi Hud meninggal dunia di usia 130 tahun. Beliau pun dimakamkan di Hadramaut, dan sampai saat ini seluruh umat muslim di dunia masih berdatangan ke tempat ini untuk berziarah.

Demikianlah tentang Kisah Nabi Hud As Berdakwah Di Tengah-Tengah Kaum Aad semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.