Niat Sholat Hajat, Doa, Pengertian dan Tatacaranya Lengkap

Niat Sholat Hajat, Doa, Pengertian dan Tatacaranya Lengkap  –  Pada Kesempatan kali ini Dutadakwah akan menerangkan tentang Niat Sholat Hajat, Doa, Pengertian dan Tatacara Sholat Hajat, mudah-mudahan pembahasan ini dapat membantu Ikhwanul Muslimin yang hendak menunaikan sholat hajat. Dalam Pembahasan ini akan kami terangkan secara ringkas.

Niat Sholat Hajat, Doa, Pengertian dan Tatacaranya Lengkap

Ulasan Materi ini akan kami bahas secara singkat, sederhana dan spesifik, unntuk lebih jelasnya sebaiknya ikut ulasan kami berikut ini.

Mukodimah

بسم الله الرحمن الرحيم  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ، فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِـمِيْنَ ؛ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Saudaraku  Muslimin Muslimat yang kami Hormati dan kami banggakan, semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan, Hidayah serta ‘Inayah Allah SWT, Amiin

Setiap orang tentu mempunyai kebutuhan, adakalanya sama kebutuhan tersebut, juga adakalanya tidak sama. Dalam bahasa arab kebtuhan itu disebut dengan kata “Hajat” dan agar semua kebutuhan kita itu dapat terwujud dengan baik serta diridhoi Allah SWT, maka sebaiknya setiap ada kebtuhan, kita senatiasa memohon kepada Allah SWT yang maha Pemberi segala permohonan, karenanya melalui pembahasan kali ini kami akan sampaikan tentang Sholat Hajat mulai Pengertiannya sampai prakteknya, mudah-mudahan uraian ini bermanfa’at.

Pengertian Sholat Hajat

Menurut lughat (bahasa), arti kata حَاجَةِ  adalah :“Kebutuhan, sedangkan menurut pengertian secara umum maksudnya adalah “sholat hajat” atau salah satu sholat sunah yang dikerjakan untuk munajat kepada Allah SWT supaya hajatnya segera dapat terpenuhi.

Apa yang dimaksud dengan Sholat Hajat?

Sholat hajat itu adalah Sholat yang dicontohkan oleh para sahabat, mereka melakukan sholat hajat kemudian berdoa kepada Allah SWT sekalipun untuk keperluan-keperluan yang kecil.

Dalam hal Sholat hajat tersebut sebagaimana Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan untuk memohon hajat kepada Allah SWT;

لِيَسْاَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَجَتَهُ حَتَّى يَسْاَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْاَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَاانْقَطَعَ

Artinya: “Hendaklah salah seorang dari kalian selalu memohon hajatnya kepada Robnya (Allah SWT), hingga ketika meminta garam dan sampai  meminta tali sendalnya ketika tali sandal itu putus.” (HR. Tirmdzi; Hasan)

Dengan ini tentu dapat kita pertimbangkan bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alahi wasallam saja mengajarkan kepada para sahabatnya untuk memohon hajatnya  kepada Allah SWT meskipun yang diminta itu hanya garam atau tali untuk sendal yang telah putus.

Akan tetapi apabila hajat terrsebut itu besar, Rasulullah mengajarkan agar tidak hanya berdoa supaya terkabul permitaannya, lebih dari itu beliau mengajarkan agar sholat sunnah dua rakaat, yaitu sholat hajat, dengan demikian sholat hajat cukup dikerkjakan hanya dengan 2 roka’at, akan tetapi jika mau, maka boleh juga sholat hajat tersebut dikerjakan lebih dari 2 roka’at.

Niat Sholat Hajat

Kita tahu bahwa melakukan semua ibadah itu wajib diawali dengan niat, Niat adalah rukun dalam Sholat, baik shoalt fardhu ataupun sholat sunnah dan mengenai  iat tersebut tempatnya ada dalam hati oleh karena itu sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِن تُخْفُواْ مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ

Artinya: “Katakanlah – wahai Muhammad, sekalipun engkau semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah.” (ali-lmran: 29)

Sabda Nabi s.a.w. tentang niat:

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَابِ بِنْ نُفَيْلٍ بْنِ عَبْدِ الْعُزَّى بْنِ رِيَاحٍ بْنِ قُرْطٍ بْنِ رَزَاحٍ بْنِ عَدِىِّ بْنِ لُؤَىْ اِبْنِ غَالِبٍ الْقُرَشِى الْعَدَوِى‏.‏ رضي الله عنه، قال سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يقولُ ” إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ , وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى, فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ, وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيْبُهَا وَ اِمْرَأَةٍ يُنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ ” (متفق على صحته‏.‏ رواه إماما المحدثين‏:‏ أبو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيرى النيسابورى رضي الله عنهما في صحيحهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة

Dari Amirul mu’minin Abu Hafs yaituUmar bin Al-khaththab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib al-Qurasyi al-‘Adawi r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda : “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”” (Muttafaq (disepakati) atas keshahihannya Hadis ini)

Perlu diketahui bahwa niat ada dalam hati tidak terucap dalam lisan, namun untuk menghadirkan niat dalam hati agar lebih istihdhor maka ulama Syafi’iyah mensunahkan untuk melafadzkannya bahkan ada diataranya yang mewajibkan dalam pengucapan  niat, demikian dikatakan dalam beberapa ilmu fiqih syafi’iyah dan syarah hadits tentang niat dalam kitab Syara Arba’in, dengan demimikian maka kami akan menuliskan lafadz niat sholat hajat sebagai berikut:

Bacaan Niat Sholat Hajat Arab

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى اللهُ اَكْبَرْ

atau

اُصَلِّى سُنَّةَ لِقَضَاءِ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى الله اكبر

Artinya: Saya niat sholat sunah hajat dua roka’at karena Allah ta’ala Allahu Akbar. Atau : Saya niat sholat sunah untuk memenuhi hajat dua roka’at karena Allah ta’ala Allahu Akbar.

Bacaan Niat Sholat Hajat Indonesia

Usholi Sunnatal hajat rok’ataini Lillahi Ta’ala Allahu Akbar.

atau: Usholi Sunnatalliqodho-il hajat rok’ataini Lillahi Ta’ala Allahu Akbar

Tata Cara Sholat Hajat

Dalam sholat hajat memiliki tata cara dan syarat sholat yang sama seperti sholat sunnah lainnya, yaitu seperti Sholat Tahajud dan Sholat Dhuha.

Adapun Tata Cara Sholat Hajat itu adalah sebagai berikut:

Sebelum mengerjakanya maka terlebih dahulu harus berwudhu jika tidak sedang dalam keadaan berhadats besar maksudnya supaya suci dari hadats kecil, namun jika sedang berhadts besar maka tentunya wajib mendi besar supaya suci dari hadats besar, jika sudah suci dari hadats besar dan kecil, selanjtnya menutup aurat, suci badan, suci pakaian dan suci tempat sholat dari segala macam najis, kemudian menghadap ke kiblat. Jadi pada intinya dalam sholat hajat itu sama sperti sholat-sholat sunah yang lainya, seperti sholat Dhuha, Tahajud dan sebagainya.

Doa Sholat Hajat

لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

Artinya: “Tiada ada Tuhan selain Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha Suci Allah Tuhan pemelihara arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. KepadaMu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmatMu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunanMu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaanMu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Abu Aufa)

Bacaan Doa Sholat Hajat Latin

“Laa ilaaha illallahul hakiimul kariimu subhaanallahi rabbil ‘arsyil ‘adzhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin as-aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin laa tada’ lii dzanban illa ghafartahu wa laa hamman illaa farrajtahu wa laa haajatan illaa hiya laka ridhon illaa qadhaytahaa yaa arhamar raahimiin”.

Keutamaan Sholat Hajat

Keutamaan sholat hajat yang didapatkan oleh orang-orang yang sering mengerjakannya diantranya adalah:

  1. Allah Mencintainya

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : إن الله قال ( من عادى لي وليا فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إلي عبدي بشيء أحب إلي مما افترضت عليه ، وما يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به ، وبصره الذي يبصر به ، ويده التي يبطش بها ، ورجله التي يمشي بها ، وإن سألني لأعطينه ، ولئن استعاذني لأعيذنه ) رواه البخاري

Artinya: dari Abu hurairoh r.a. beliau berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.” (HR.Bukhori).

  1. Mendapatkan Derajat yang Tinggi

Sebagaimana Sabda Rasulullah s.a.w.

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً (رواه البخاري

Artinya: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapus dosamu” (HR. Bukhori).

  1. Dikabulkan Hajatnya

Dengan melaksanakan sholat hajat in syaa allah keinginannya segera dikabulkan oleh Allah SWT.

Rasulullah bersabda:

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ مُعَجِّلاً أَوْ مُؤَخِّراً (رواه أحمد

Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua rakaat dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat (HR. Ahmad)

  1. Akan Mendapatkan Syurga

مَا مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ الْوُضُوءَ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ يُقْبِل بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ عَلَيْهِمَا إِلاَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ (رواه مسلم، رقم 234

“Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.” (HR. Muslim, no. 234)

  1. Dosanya Diampuni

Sebagaiman Hadts tersebut di atas bahawa: “Tidaklah seseorang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, lalu shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwa melainkan wajib baginya (mendapatkan) surga.” Hadits tersebut memberikan Pengertian Bahwa : “Tidaklah sesorang akan bisa masuk Syurga kecuali orang yang tidak punya dosa” Jadi seorang hamba Allah yang selalu muhajat kepada-Nya maka Allaah akan semakin dekat dan semakin mengasihinya, maka dari itu tidaklah seseorang tersebut mendapatkan kasih sayang Allah kecuali hanya orang-orang yang telah dima’akan dan diampuni dosanya oleh Allah

Rangkaian Sholat Hajat

Adapaun rangkaian dalam tata cara sholat hajat adalah sebagai berikut:

Pertama:

  1. Berdiri untuk Roka’at Pertama
  2. Berniat
  3. Takbirotul ihram
  4. Membaca doa iftitah
  5. Membaca surat Al-Fatihah
  6. Membaca surat Al-Ikhlash 10 kali jika mau atau cukup baca Surat Al-Lafirun atau surat apa saja yang hafal
  7. Ruku’ secara tuma’ninah
  8. I’tidal dengan tuma’ninah
  9. Sujud besrta tuma’ninah
  10. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  11. Sujud kedua dengabn tuma’ninah
  12. Berdeiri untuk roka’at yang kedua
  13. Baca Al-Fatihah
  14. Baca Surat Al-Ikhlas 20 kali jika mau, atau cukup baca surat Al-Ikhlas satu kali saja, atau baca surat apa saja yang hafal.
  15. Ruku’ dengan tuma’ninah
  16. I’tidal dengan tuma’ninah
  17. Sujud besrta tuma’ninah
  18. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  19. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  20. Duduk terakhir membaca Tahiyat
  21. Salam

Kedua:

Jika mau, maka boleh dilanjutkan sebagai berikut

  1. Berdiri Untuk Roka’at yang ketiga
  2. Berniat
  3. Takbirotul ihram untuk Roka’at yang ke tiga
  4. Membaca doa iftitah
  5. Membaca surat Al-Fatihah
  6. Membaca surat Al-Ikhlash 30 kali jika mau atau cukup baca Surat Al-Lafirun atau surat apa saja yang hafal
  7. Ruku’ secara tuma’ninah
  8. I’tidal dengan tuma’ninah
  9. Sujud besrta tuma’ninah
  10. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  11. Sujud kedua dengabn tuma’ninah
  12. Berdeiri untuk roka’at yang keempat
  13. Baca Al-Fatihah
  14. Baca Surat Al-Ikhlas 40 kali jika mau, atau cukup baca surat Al-Ikhlas satu kali saja, atau baca surat apa saja yang hafal.
  15. Ruku’ dengan tuma’ninah
  16. I’tidal dengan tuma’ninah
  17. Sujud besrta tuma’ninah
  18. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
  19. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  20. Duduk terakhir membaca Tahiyat
  21. Salam

Amalan Setelah Sholat Hajat

Adapun yang diamalkan setelah Sholat hajat adalah:

  1. Baca Istigfar : 3 kali, 5 kali atau tujuh kali, bila perlu baca sayidul-Istighfar
  2. Baca Syahadatain (Dua Kalimat Syahadat)
  3. Baca Sholawat (membaca Sholawat mana saja yang sudah biasa) dibaca dengan jumlah yang tidak ada batasan, sesuai kemantapan dan keikhlasan
  4. Baca Doa yang sesuai dengan kebutuhan atau hajat masing-masing meskipun dengan menggunakan bahasa daerah masing-masing
Sholat Hajat

Praktek Sholat Hajat Tulisan Arab yang Empat Roka’at

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بسم الله الرّحمن الرّحيم : اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى اللهُ اَكْبَرْ

باچ إفتتاح، كمودييان باچ فاتحة، تروس باچ : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾ ١٠ كالي

ركوع، إعتدال، سجود، دودك دي أنترا دوا سجود، سجود، برديري، باچ فاتحة، تروس باچ : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾ ٢٠ كالي، ركوع، إعتدال، سجود، دودك دي أنترا دوا سجود، سجود، دودك ترأخير، تشهد، سلام

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بسم الله الرّحمن الرّحيم : اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى اللهُ اَكْبَرْ

باچ إفتتاح، كمودييان باچ فاتحة، تروس باچ : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾ ٣٠ كالي

ركوع، إعتدال، سجود، دودك دي أنترا دوا سجود، سجود، برديري، باچ فاتحة، تروس باچ : بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾ ٤٠ كالي، ركوع، إعتدال، سجود، دودك دي أنترا دوا سجود، سجود، دودك ترأخير، تشهد، سلام

أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ   ٣كالي

أَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ٣كالي

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، ١٠، ٢٠، سٓإِخْلَاصْۑَا برافا سجا

يَا ذَاالْجَلاَلِ وَالْإِكْرَامِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ اْلأوَّلِيْن وَاْلأَخِـرِيْنَ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ. آمين يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ يَامَّعْبُوْدُ حَمْدًا يُوَفِى نِعْمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَـرِيْمِ وَعَـظِيْمِ سُلْطَانِكَ

لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

يَا اللهُ إِنَّكَ تَعْلَمُ حَاجَتِي ……….. سبوتكن حَاجَتْۑَا ……. والحمد لله رب العالمين

Demikian ulasan tentang : Niat Sholat Hajat, Doa, Pengertian dan Tatacaranya Lengkap – Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua.Terimakasih

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ