√ 7 Ciri Orang Bertaqwa Dalam Islam Beserta Dalilnya (Lengkap)

7 Ciri Orang Bertaqwa Dalam Islam Beserta Dalilnya (Lengkap) –  Istilah taqwa sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Taqwa merupakan salah satu bekal hidup yang paling penting dalam diri seorang muslim. Karena tanpa adanya ketaqwaan hidup menjadi gelisah dan tidak bermakna. Arti taqwa sendiri menurut bahasa adalah mencegah dari sesuatu yang dibenci dan juga dilarang oleh Allah SWT. Lalu apa saja sih ciri-ciri orang yang bertaqwa dalam Islam sendiri, nah pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan memberikan penjelasan mengenai ciri orang bertaqwa dalam Islam disertai dengan dalilnya. Untuk itu langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

7 Ciri Orang Bertaqwa Dalam Islam Beserta Dalilnya (Lengkap)

Pada hakikatnya ketaqwaan seseorang tidak bisa dilihat secara kasat mata, karena ada pada diri seseorang sendiri. Menurut bahasa sendiri taqwa berarti takut atau mencegah sesuatu yang dilarang dan juga dibenci. Sedangkan menurut para ulama taqwa adalah menjaga diri dari perbuatan maksiat, meninggalkan dosa syirik, perbuatan keji, dan menjauhi dosa-dosa besar. Singkatnya adalah “Mengerjakan ketaatan dan menjauhi perbuatan buruk dan keji.” Nah berikut ciri-ciri orang yang bertaqwa dalam Islam:

1. Memahami Ilmu Agama

Ciri pertama orang yang bertaqwa adalah orang yang mengerti agama. Sudah pasti dia akan memahami ilmu agama, bagaimana bisa orang tersebut bisa dikatakan orang yang bertaqwa sedangkan dia tidak mengerti ilmu agama. Bahkan ada sebuah riwayat dimana isinya menceritakan tentang setan lebih takut kepada orang berilmu yang sedang tidur dibandingkan orang yang tidak berilmu sedang sholat. Sehingga jika kita ingin meningkatkan ketaqwaan kita maka hendaknya kita tingkatkan pula ilmu agama.

Baca Juga :  8 Tanda dan Ciri Rasa Takut Kepada Allah SWT

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ النَّاسِ أَكْرَمُ قَالَ « أَكْرَمُهُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاهُمْ » . قَالُوا لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ . قَالَ « فَأَكْرَمُ النَّاسِ يُوسُفُ نَبِىُّ اللَّهِ ابْنُ نَبِىِّ اللَّهِ ابْنِ نَبِىِّ اللَّهِ ابْنِ خَلِيلِ اللَّهِ » . قَالُوا لَيْسَ عَنْ هَذَا نَسْأَلُكَ . قَالَ « فَعَنْ مَعَادِنِ الْعَرَبِ تَسْأَلُونِى » . قَالُوا نَعَمْ . قَالَ « فَخِيَارُكُمْ فِى الْجَاهِلِيَّةِ خِيَارُكُمْ فِى الإِسْلاَمِ إِذَا فَقِهُوا »

Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia?” “Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa di antara mereka”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Orang tersebut berkata, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Manusia yang paling mulia adalah Yusuf, nabi Allah, anak dari Nabi Allah, anak dari nabi Allah, anak dari kekasih-Nya”, jawab beliau. Orang tersebut berkata lagi, “Bukan itu yang kami tanyakan”. “Apa dari keturunan Arab?”, tanya beliau. Mereka menjawab, “Iya betul”. Beliau bersabada, “Yang terbaik di antara kalian di masa jahiliyah adalah yang terbaik dalam Islam jika dia itu fakih (paham agama).” (HR. Bukhari no. 4689)

2. Menegakkan Sholat

Ciri selanjutnya adalah orang yang bertaqwa adalah orang yang selalu menjaga dan menegakkan sholatnya. Sebagaimana dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 1-4.

الٓمٓ ١ ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ ٢ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ٣ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ ٤

Artinya: “Alif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka., dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Albaqarah 1-4).

3. Menjauhi Maksiat

Menjauhi maksiat adalah ciri orang yang bertaqwa selanjutnya. Karena orang yang bertaqwa akan takut pada azab Allah, dan menjauhi segala larangan Allah SWT. Meskipun godaan syeitan selalu menggoda manusia dengan kata-kata “sebentar saja, hanya sekali, nanti bisa taubat lagi dan lain sebagainya” akan tetapi tetap saja ia akan menjauhi maksiat.

Baca Juga :  Bagaimana Hukum tidak Percaya Pada Hari Akhir?

Sa’ad bin Ibrahim rahimahullah ditanya mengenai siapakah orang yang paling faqih di antara penduduk Madinah? Maka beliau menjawab, “Yaitu orang yang paling bertaqwa di antara mereka.” Sebagaimana dikutip oleh Ibnul Qayim dalam Miftah Dar as-Sa’adah (lihat Ta’liqat Risalah Lathifah oleh Abul Harits at-Ta’muri, hal. 44). Lalu apakah pengertian taqwa? Thalq bin Habib rahimahullah mengatakan, “Taqwa adalah kamu mengerjakan ketaatan kepada Allah dengan bimbingan cahaya dari Allah dengan mengharap pahala dari Allah, dan kamu meninggalkan kemaksiatan kepada Allah dengan bimbingan cahaya dari Allah disertai rasa takut akan siksaan dari Allah.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [6/222])

4. Puasa

Puasa merupakan salah satu amalan yang tersembunyi. Oleh karena itu orang-orang yang bertaqwa senantiasa akan selalu berpuasa dengan niat hanya karena Allah Ta’ala. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 183

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” ( QS. Al-Baqarah:183)

5. Mempersiapkan Bekal Untuk Hari Akhir

Orang yang bertaqwa akan senantiasa selalu mempersiapkan bekal untuk kelak di hari akhir dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana dalam Q.S Al-Hasyr ayat 18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

6. Bersedekah

Orang-orang yang bertaqwa akan selalu menyisihkan hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan dan menyisihkan uang untuk disedekahkan. Ia akan selalu menghabiskan hartanya untuk dijalan Allah, karena ia sadar bahwasanya semua hanya milik Allah dan segala sesuatu harus dikembalikan ke jalan Allah SWT.

Baca Juga :  Hubungan Antara Ilmu Akhlak Dengan Ilmu Tauhid

Allah SWT berfirman dalam Q.S Ali-Imran ayat 134

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَـــافِينَ عَنِ النَّــاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُـحْسِنِــينَ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) pada saat sarrâ’ (senang) dan pada saat dlarrâ’(susah), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS Ali Imran: 134)

7. Selalu Menepati Janji

Menepati janji adalah ciri-ciri orang yang bertaqwa, karena setiap ia diberikan amanah ataupun tanggung jawab maka iapun akan melaksanakannya sesuai dengan apa yang dikatakan atau janjinya. Allah SWT berfirman:

بَلَىٰۚ مَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ وَٱتَّقَىٰ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَّقِينَ

 7 Ciri Orang Bertaqwa Dalam Islam Beserta Dalilnya (Lengkap)
7 Ciri Orang Bertaqwa Dalam Islam Beserta Dalilnya (Lengkap)

Artinya: “(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Imran : 76).

Nah itulah tadi penjelasan mengenai 7 Ciri Orang Bertaqwa Dalam Islam Beserta Dalilnya (Lengkap). Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih 🙂