√ Pengertian Al-Qur’an Hadits secara Bahasa & Istilah (Lengkap)

Pengertian Al-Qur’an Hadits secara Bahasa & Istilah (Lengkap) – Dalam kesempatan ini kami akan membahas tentang Al-Qur’an dan Hadits. Yang mana pada pembahasan meliputi pengertian al-qur’an dan pengertian hadits dengan pembahasan lengkap dan mudah dipahami. Untuk lebih jelasnya silahkan simak ulasan Dutadakwah.co.id dibawah ini.

Pengertian Al-Qur’an Hadits secara Bahasa & Istilah (Lengkap)

Mari kita bahas bersama tentang Pengertian Al-Qur’an Hadits secara Bahasa & Istilah.

Pengertian Al-Qur’an

Al-Qur’an itu adalah wahyu Allah yang diwahyukan kepada Penghulu kita Nabi Muhammad SAW dan sebagai Pedoman dan Imam kita ummat Islam.

Pengertian Al-Qur’an secara Bahasa

Secara bahasa Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab, yaitu qaraa-yaqrau-quraanan yang berarti bacaan. Hal itu dijelaskan sendiri oleh Al-Qur’an dalam Surah Al-Qiyamah ayat 17-18 :

Artinya: “Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu”.

Pengertian Al-Qur’an secara Istilah

Pengertian Al-Quran secara Terminologi (istilah), menurut Manna’ Al-Qhaththan yaitu :

Artinya: “Kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan orang yang membacanya memperoleh pahala.”

Sedangkan menurut Al-Jurjani :

Artinya: “Yang diturunkan kepada Rasulullah SAW., ditulis dalam mushaf, dan diriwayatkan secara mutawattir tanpa keraguan”.

Menurut kalangan pakar ushul fiqh, fiqh, dan bahasa Arab :

Artinya: “Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya, Muhammad. Lafadz-lafadznya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai ibadah, diturunkan secara mutawattir, dan ditulis pada mushaf, mulai dari awal surat Al-Fatihah sampai pada surat An-Nass”.

Baca Juga :  Manfaat Baca Al-Quran Setiap Hari Yang Luar Biasa

Dari pengertian diatas, ada beberapa bagian yang unsur penting, yaitu :

  1. Al-Quran adalah firman Allah. “Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)”. QS. An-Najm ayat 4, ini menunjukkan bahwa Al-Quran adalah wahyu (bisikan dalam sukma  dan isyarat yang cepat yang bersifat rahasia disampaikan oleh Allah kepada Nabi dan Rasul) yang diturunkan oleh Alla kepada nabi Muhammad SAW.
  2. Al-Quran adalah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Tak satu pun jin dan manusia yang dapat menandinginya, meskipun mereka berkerjasama. Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. QS. Al-Isra ayat 88.
  3. Al-Quran disampaikan secara mutawatir. “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”. QS. Al-Hijr ayat 9. Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al-Qur’an selama-lamanya.
  4. Membaca Al-Quran bernilai ibadah. Nabi bersabda: “Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, laam satu huruf, miim satu huruf dan satu kebaikan nilainya 10 kali lipat” (Al-Hadist).
  5. Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. QS. An-Nahl ayat 102.

Fungsi Al-Qur’an

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup memiliki banyak fungsi antara lain :

  • Sebagai bukti atas kerasulan Muhammad SAW
  • Sebagai pedoman hidup manusia untuk membedakan yang hak dan yang batil (Al-Furqan)
  • Sebagai peringatan (Al-Dzikr) manakala manusia lalai dalam menjalankan syariat yang dititahkan Tuhan
  • Sebagai pemberi keterangan penjelasan (bayyin) ketika manusia mengalami kebuntuan dalam menghadapi segala persoalan yang dihadapi, dan sebgai petunjuk dalam persoalan-persoalan akidah, syariat, dan akhlak.
Baca Juga :  Hukum Tidak Menutup Aurat Pada Saat Membaca Al-Quran

Pengertian Hadits

Hadits atau al-hadits menurut bahasa “al-jadid” yang artinya sesuatu yang baru – lawan dari al-Qadim (lama) – artinya yang berarti menunjukkan kepada waktu yang dekat atau waktu yang singkat seperti (orang yang baru masuk/memeluk agama islam). Hadis juga sering disebut dengan al-khabar yang berarti berita, yaitu sesuatu yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, sama maknanya dengan hadis.

Hadits dengan pengertian khabar sebagaimana tersebut diatas dapat di lihat pada beberapa ayat al-qur’an, seperti QS. Al-Thur (52) : 34, QS. Al-Kahfi (18) : 6, dan QS. Al-Dhuha (93) : 11.

Demikian pula dapat dilihat pada hadis berikut :

Artinya: “Hampir-hampir ada seseorang diantara kamu yang akan mengatakan “ini kitab Allah” apa yang halal didalamnya kami halalkan dan apa yang diharamkan didalamnya kami haramkan. Ketahuilah barang siapa yang sampai kepadanya suatu hadis dariku kemudian dia mendustakannya, berati ia telah mendustakan tiga pihak, yakni Allah, Rasul, dan orang yang menyampaikan hadis tersebut”.

Secara garis besar ada empat makna fungsi penjelasan (bayan) Hadis terhadap Al-Qur’an, yaitu sebagai berikut :

  1. Posisi hadits memperkuat keterangan al-Qur’an (ta’kid).
  2. Hadits sebagai penjelas (bayan) terhadap Al-Qur’an.
    Penjelasan yang diberikan ada tiga macam, yaitu sebagai berikut:

    • Memberi penjelasan secara terperinci pada ayat-ayat al-Qur’an yang  bersifat global (tafsil al-mujmal
    • Hadis mengkhususkan ayat-ayat al-Qur’an yang umum (takhshish al-‘amm
    • Membatasi kemut’lakan ayat al-Qur’an (taqyid al-muthlaq)
  3. Hadits mencabang dari pokok dalam al-Qur’an (tafri’ ‘ala al-ashl)
  4. Menciptakan hukum syari’at (tasyri’) yang belum dijelaskan oleh al-Qur’an, disebut bayan tasyri’

Bentuk-Bentuk Hadits

  1. Hadis Qauli : segala yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berupa perkataan atau ucapan yang memuat berbagai maksud syara’, peristiwa, dan keadaan, baik yang berkaitan dengan akidah, syari’ah, akhlak, maupun yang lainnya.
  2. Hadis Fi’li : segala yang disandarkan kepada Nabi SAW berupa perbuatannya yang sampai kepada kita.
  3. Hadis Taqriri : segala hadits yang berupa ketetapan Nabi SAW terhadap apa yang datang dari sahabatnya.
  4. Hadis Hammi : hadits yang berupa hasrat Nabi SAW yang belum terealisasikan, seperti halnya hasrat berpuasa tanggal 9 ‘Asyura.
  5. Hadis Ahwali : hadits yang berupa hal ihwal Nabi SAW yang menyangkut keadaan fisik, sifat-sifat dan kepribadiannya.
Baca Juga :  Pengertian Ghibah Hukum Pembagian Dan Contohnya

Kedudukan Al-Qur’an dan Hadits dalam Islam

Dengan adanya Al-Qur’an, maka muncullah berbagai ilmu pengetahuan Islam. Karena ingin memahami isi kandungan Al-Qur’an, orang menciptakan ilmu Tafsir. Karena ingin mengerti maksud Al-Qur’an, orang bertanya pada Nabi Muhammad. Dan ucapan (penjelasan), atau perbuatan Nabi, atau penetapannya menjadi penjelasan maksud Al-Qur’an. Dengan demikian, muncul ilmu Hadis.

Karena ingin mebaca al-Qur’an dengan benar sesuai dengan kaidah bahasa Arab, muncullah ilmu Nahwu/Sharaf. Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam al-Qur’an, seperti yang dikatakan oleh M. Quraish Shihab, terdapat jiwa ayat-ayat yang mendorong terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu umum atau ilmu-ilmu agama.

  • Teologi Islam
  • Ilmu Hukum (Fiqh)
  • Ilmu Tasawuf
  • Filsafat Islam

Demikian ulasan tentang Pengertian Al-Qur’an Dan Hadits Dalam Agama Islam, semoga dapat bermanfaat dan tambahan ilmu pengetahuan. sehingga kita menjadi insan yang sempurna.

√ Pengertian Al-Qur’an Hadits secara Bahasa & Istilah (Lengkap)
5 (100%) 2 votes