Niat Mandi Junub Beserta Tata Caranya Lengkap

Posted on

Niat Mandi Junub Beserta Tata Caranya Lengkap – Para pembaca yang kami kagumi semoga rahmat Allah tetap atas kita semua Aamiin. Pada halaman ini Dutadakwah akan memebrikan matri tentang Mandi wajib. Perihal ini merupakan mandi yang disebabkan oleh adanya hadats besar. Mandi wajib juga sama seperti biasa iaitu menyiramkan air ke seluruh anggota badan dengan baik secara menyeluruh dan merata disertai tujuan menghilangkan hadats besar. Mandi junub adalah mandi besar semisal yang dilakukan setelah melakukan hubungan suami istri.

Niat Mandi Junub Beserta Tata Caranya Lengkap

Saudara dan saudariku yang budiman rahima kumullah. Mandi wajib ini bila tida diawali dengan niat pada permulaan manyiramkan air ke tubuh kita baik dari bagian yang atas mau pun bagian yang bawah, maka mandinya dinyatakan tidak sah. Oleh sebab itu maka wajib ada niat pad permulaan mandi ini.

Perkara yang mewajibkan mandi besar

Adapun beberapa sebab yang wajib melakukan mandi wajib diantaranya adalah mimpi basah, keluar air mani baik sengaja maupun tidak sengaja, berhubungan badan antara suami dan istri dan orang yang meninggal dunia juga wajib dimandikan kecuali orang yang mati syahid. Selain itu, mandi wajib juga dilakukan bagi wanita yang apabila telah selesai haid, nifas (keluar darah saat melahirkan, wiladah (melahirkan).

Seseorang yang memiliki hadast besar harus melakukan mandi wajib, agar shalat dan ibadah lainnya diterima oleh Allah SWT, dan hadast besar dapat dihilangkan dengan cara mandi besar. Nah pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan membahas mengenai niat mandi junub dan juga tata caranya, untuk mengetahui penjelasannya, langsung saja kita simak penjelasannya sebagai berikut:

Baca Juga :  Tata Cara Mandi Wajib, Niat, Doa, & Landasan Hukumnya

Talafudz biniat

Ma’asyirol muslimin rohima kumullah, dalam hal mengucapkam niat memang terdapat berbedaan pendapat. Ada yang mengucapkan yakni melafadzkan niat ada juga yang tidak melafadzkannya. Oleh sebab itu melalui kesempata ini kami sampaikan bahwa bagi yang tidak mau mengucapkan itu kami persilahkan sesuai dengan pendaptnya masing-masing. Akan tetapi khusus bagi saudarku yang bermadzhab Syafi’i kami anggap penting sekali mengucapkan niat tersebut, sebab dengan mengucapkan itu maka hati akan lebih terbantu kehadirannya. Dalam Madzhab Syafi’i mengenai talafudz biniat yakni mengucapkan niat itu hukumnya sunnah.

Niat Mandi Junub

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Bis millahir rohmaanir rohiim. Nawaitul ghusla lirof’il hadatsil akbari fardhon lillaahi ta’aalaa

Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadast besar, fardhu karena Allah Ta’ala”.

Tata Cara Mandi Junub

Adapun tata cara mandi wajib diantaranya adalah

1. Niat, lafalkan niat mandi besar diatas jika bihafal sebaiknya yang arabnya, jika tidak hafal mak dianggap cukup dengan terjemahannya saja.

2. Meratakan air dari ujung rambut hingga ujung kaki. Seluru tubuh harus terbasahi oleh air sampai ke lepitan lepitan yang dianggap dzohir badan.

3. Menghilangkan segala kotoran dan najis yang ada di badan dengan menggosok-gosokkan tangan pada setiap anggota badan.

Sunnah-sunnah Mandi Wajib

Adapun sunnah-sunnah mandi wajib diantaranya adalah

1. Dahulukan membasuh segala kotoran dari najis yang ada pada tubuh.

2. Berwudhu, kita disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

3. Membaca Basmallah pada saat mulai mandi. “Bis millahir rohmaanir rohiim.

4. Menggosok-gosokkan badan dengan tangan ke seluruh tubuh dengan teliti sampai ke lipatan-lipatan kulit.

Baca Juga :  Fardhunya Mandi Besar-Fiqih Fathul Qorib Madzhab Syafi’i

5. Mendahulukan anggota kanan baru kemudian anggota yang kiri.

6. Tertib atau berurutan.

Larangan Bagi Orang Yang Sedang Junub

Adapun orang yang sedang junub tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang, diantaranya adalah

1. Mendirikan shalatm baik shoalt sunnah maupun sholat wajib

2. Melakukan thawaf di Baitullah, baik tawaf sunnah maupun tawaf wajib

3. Memegang kitab suci Al-Qur’an.

4. Membaca kitab suci Al-Qur’an bagi yang bermadzhab Syafi’i

5. Berdiam diri di Masjid. kecuali dalam keadaan terpaksa.

"<yoastmark

Demikianlah penjelasan singkat materi mengenai; Niat Mandi Junub Beserta Tata Caranya Lengkap. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Terimakasihh atas kunjungannya, mohon abaikan uraian ini jika pembaca merasa kurang nyaman. Wallahu a’lamu bis showwab wal ‘afwu mingkum.