√ Kultum Ramadhan Tentang Keutamaan Menyegerakan berbuka

Posted on

Kultum Ramadhan Tentang Keutamaan Menyegerakan berbuka – Pada Materi Kultum Sebelumnya kami sudah menerangkan: Kultum Ramadhan Tentang Keutamaan Bersahur Dan Mengakhirkannya dan untuk yang sekarang ini Duta Dakwah akan menyampaik: Kultum Ramadhan Tentang Keutamaan Menyegerakan berbuka.dan ini In Syaa Allah akan kami sampaikan secara singkat.

Kultum Ramadhan Tentang Menyegerakan berbuka

Untuk lebih jelasnya sebaiknya silahkan baca Kultum Duta Dakwah dibawah ini dengan baik.

Materi Kultum.

بسم الله الرّحمن الرّحيم السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

Hadhirin wal-Hadhirat sidang jama’ah yang dirahmati Allah SWT, Puji dan Syukur senantiasa kita panjartkan ke hadhirat Allah SWT, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan ke haribaan nabi agung Muhammad s.a.w.

Kaum Muslimin dan Muslimat Rahimakumullah melalui kesempatan ini kami akan sampai Materi kita tentang Keutamaan Menyegerakan berbuka.

Loading...

Kebaikan Mempercepat Berbuka

عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمّ قَالَ : لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجِّلُوْا الْفِطْرَ، مُتَّفّقٌ عَلَيهِ.

Dari Sahl bin Sa’ad r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada henti-hentinya orang-orang itu memperoleh kebaikan, selama mereka itu suka menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘alaih)
Hadits tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa: Hamba-hamba Allah Muslimin Muslimat yang beriman akan tetap berada dalam kebaikan yang tiada hentinya yaitu mereka yang suak mempercepat berbuka puasa ketika sudah sampai waktunya.

Baca Juga :  √ Kultum Ramadhan Tentang Fadhilah Puasa Ramadhan

Lalu manakah yang terbaik antara orang yang mempercepat buka puasa pada waktunya dan orang yang meperlambat buka puasa hingga lewat waktunya?, tentu jawabannya adalah : orang yang apabiala sudah masuk waktunya berbuka maka ia langsung berbuka dan kemudian setelah cukup kemudian ia langsung menunaikan sholat maghrib berjama’ah, demikian ini sesuai dengan yang disampaikan siti Aisyah kepada dua shahabat Nabi s.a.w., sebagaimana diterangkan:

وَعَنْ أَبِيْ عَطِيَّةَ قَالَ : دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوْقٌ عَلَى عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَقَالَ لَهَا مَسْرُوْقٌ : رَجُلَانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ كِلَاهُمَا لَا يَأْلُوْ عَنِ الْخَيْرِ : أَحَدُهُمَا يُعْجِلُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ، وَالْآَخَرُ يُؤَخِرُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ. فَقَالَتْ ك مَنْ يَعْجِلُ الْمَغْرِبَ وَالْإِفْطَارَ؟ قَالَ : عَبْدُ اللَّهِ (يَعْنِي اِبْنُ مَسْعُوْدٍ) فَقَالَتْ : هَكَذَا كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ. رَوَاهُ مُسلِمٌ.

Dari Abu ‘Athiyah, katanya: “Saya dan Masruq masuk ke tempat Aisyah radhiallahu ‘anha, lalu Masruq berkata padanya: “Ada dua orang lelaki dari sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w. tidak melalaikan kebaikan, yang seorang menyegerakan Maghrib dan berbuka, sedang yang lainnya mengakhirkan Maghrib dan berbuka.” Aisyah lalu bertanya: “Siapakah yang menyegerakan Maghrib dan berbuka?” Masruq menjawab: “Iaitu Abdullah – yang dimaksudkan Abdullah bin Mas’ud.” Aisyah radhiallahu ‘anha lalu berkata: “Demikian itulah yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w.” (Riwayat Muslim)

Yang Paling disukai Allah dalam berbuka

Dan sesungguhnya orang yang paling disukai Allah Ta’ala adalah oaring yang selalu mempercepat buka puasa sebagaimana dalam hadits kudsi diterangkan sebagai berikut:

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : أَحَبُّ عِبَادِيْ إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْراً. رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ وَقَالَ حَدِيثٌ حَسَنٌ.

Dari Abu Hurairah r.a., pula bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah ‘Azzawajalla berfirman – dalam Hadis qudsi: “Yang paling saya cintai di antara hamba-hambaKu ialah yang lebih menyegerakan berbukanya.” Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahawa ini adalah Hadis hasan.

Baca Juga :  √ Kultum Ramadhan Tentang Puasa 6 Hari dari Bulan Syawwal

 عَنْ عَمْرِو بْنِ الْخَطَابِ رَضيَ اللَّهُ عَنهُ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمّ ، إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَهُنَا وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَهُنَا وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ، مُتَّفّقٌ عَلَيهِ. .

Dari Umar bin al-Khaththab r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila malam telah menghadap – yakni datang – dari sebelah ini-yakni dari sebelah timur- dan siang telah berlalu dari sebelah ini – yakni sebelah barat, juga matahari telah terbenam, maka benar-benar sudah waktunyalah seseorang yang berpuasa itu berbuka,” yakni jangan menunggu lama lagi. (Muttafaq ‘alaih)

Dan juga jangan sampai dilupakan ketika berbuka adalah do’a, karena do’a adalah senjata bagi orang mukmin. Adapun do’a berbuka itu dipersilahkan sesuai kebiasaan masing-masing.

Do’a berbuka Puasa

Do’a berbuka Puasa itu bermacam-macam, dalam do’a berbuka kami tidak membahas tentang dhoif dan shahihnya, selama do’a itu tidak menyimpang maka itu diperbolehkan seperti yang sudah berlaku selama ini di masyarakat muslim Indonesia pada umumnya:

1. Do’a berbuka puasa yang biasa dilafalkan adalah:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyanyang, Ya Allah UntukMu aku berpuasa, kepadaMu aku beriman dan atas rizkiMu aku berbuka dengan RahmatMu wahai Dzat yang Maha Penyayang.

2. Do’a Berbuka Puasa yang kedua:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dengan Nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyanyang, Telah hilang rasa haus, telah basah kerongkongan, dan telah diraih pahala insyaallah

Ma’asyirol Muslimin yang berbahagia. Demikian yang dapat kami sampaikan, terimakasih atas segala perhatian dan mohon ma’af atas segala kekurangan.

Baca Juga :  √ Kultum Ramadhan Tentang Sunah Berbuka dengan Ruthob atau Kurma

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ وَالْعَفْوُ مِنْكُمْ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Demikian ulasan : Kultum Ramadhan Tentang Keutamaan Menyegerakan berbuka, Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Kultum ini bersambung ke Kultum Ramadhan Tentang Sunah Berbuka dengan Ruthob atau Kurma.Terimakasih.