Kisah Nabi Syuaib AS, Sejarah, Dakwahnya dan Kaum Madyan

Kisah Nabi Syuaib AS, Sejarah, Dakwahnya dan Kaum Madyan – Pada kesempatan ini akan membahas mengenai Kisah Nabi Syuaib. Yang mana dalam pembahasan kali ini menjelaskan Kisah Nabi Syuaib Alaihi Salam dan pada kaum Madyan dengan secara singkat dan jelas. Untuk lebih jelasnya simak artikel Duta Dakwah mengenai Kisah Nabi Syuaib berikut ini.

Kisah Nabi Syuaib AS, Sejarah, Dakwahnya dan Kaum Madyan

Kisah Nabi Syuaib yang mana beliau masih tergolong keturunan dari Nabi Luth yaitu putra As. As adalah putera dari Nabi Luth. Nabi Syuaib diutus oleh Allah untuk menuntun kaum Madyan. Dimana kaum ini tidaklah lagi menyembah ajaran Nabi Luth.

Mereka ingkar setelah wafatnya Nabi Luth As, yang mana mereka lebih senang berbuat keruskan dn kemaksiatan. Mereka tidaklah lagi menyembah kepada Allah sebagaimana yang telah diajarkan oleh Nabi Luth. Sesembahan yang mereka lakukan lakni berhara yang menjadi tuhan mereka.

Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, mereka juga memiliki kebiasaan mengurangi takaran timbangan. Mereka memeras pembeli di waktu musim paceklik, sebab itulah yang membuat barang dagangan menjadi murah. Mereka juga membeli barang sebanyak mungkin dan menyimpannya sampai musim paceklik. Disaat musim itu barulah dikeluarkan seluruh barang dagangan tersebut dan kemudian menjualnya dengan harga yang tinggi.

Kaum Madyan tidak mempunyai sikap toleransi, yang mana mreka senang menginajak-injak hak asasi saudaranya. Mereka juga senang merampok dn berbuat kerugian sesamanya. Hal ini disebabkan adanya sifat yang dimilikinya sehingga para penduduk tidak berani tidur malam dengan tenang.

Penduduk juga tidak berani berdagang, sebab mendapatkan penganiayaan dan ancaman. Demi melihat berbagai keganjilan yang terjadi pada daerah sekitarnya, hal ini membuat nabi Syuaib tidak tinggal diam. Ia mulai mengajak pada kaum Madyan segera meninggalkan segal perbuatan mereka. Nabi Syuaib juga meras prihatin terhadap kelakuan para orang Madyan.

Sebagaimana telah dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Hud ayat 84, yakni :

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ۚ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ

Artinya:

“Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).”

Tingkah Laku Kaum Madyan

Kisah Nabi Syuaib AS Sejarah Dakwahnya dan Kaum Madyan

Kaum Madyan adalah salah satu kaum yang menempati daerah Madyan di dekat daerah Mi’an. Kampong tersebut berada di pertengahan antara Syam dan Hijaz. Mereka memiliki pekerjaan niaga, dimana sejak kecil telah diajarkan bagaimana caranya agar berdagaang yang berhasil. Sehingga tidak mengherankan bila merek hidup dengn tenang dn tidak pernah mengalami kerugian sedikitpun.

Walaupun begitu, kaum Mdyan memiliki perilaku yang jelek seperti contoh mengurangi takaran timbangan. Hal ini membuat barang yang dibeli orang tidaklah sama dengan timbangan lainnya. Bila barang yang dijual tersebut bertnya sekilo belum tentu sama dengan barang yang dijual kaum Madyan.

Kaum Madyan umumnya ingkar dan tidak menyembah Allah SWT. Merek beranggapan sebab menurutnya Allah tidak dapat melihat. Mereka lebih menyukai untuk menyembah berhala, dimana dirumahnya terdapat berbagai patung batu sebgai tuhannya.

Mereka juga menyediakan tempat khusus untuk pemujaan. Dimana temapt tersebut berupa tanah lapang, yang diletakkan untuk patung batu. Dalam suatu waktu para kaum Madyan akan mendtangi patung tersebut secara berbondong-bondong.

Tidak hanya itu saja, para kaum Madyan tidak mau bekerja keras. Mereka hanya bermalas-malasan sepanjang harinya. Sebab hal yang demikian ini para orang Madyan banyak yang menjadi perampok, pencuri dan penyamun. Akibatnya penduduk kafilah dan kota yang melewati perkampungannya tidak tenang.

Orang Madyan tidak segan-segan untuk membunuh dan menganiaya mangsanya, bila barang yang diinginkn tidak diberikan sebab hal ini akan terus berkelanjutan, maka orang-orang yang beriman tidk bis tidur dengan nyenyak. Mereka memikirkan akan hartanya, bila sampai dirampok oleh sebagian orang Madyan.

Kaum madyan tidak lagi menegakkan kebenaran seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Luth kepada bapak moyangnya. Mereka beranggapan orang tua yang masih menyembah Allah adalah orang bodoh. Dengan memberikan alasan yang menyakinkan mereka mengajak para orang tua untuk menyembah selain Allah. Bila orang tersebut tidak menurutinya, maka mereka akan disiksa.

Kerena kejujuran sudah tidak ada lagi diantara mereka, akibatnya adanya saling merasaa curiga. Apalagi dalam urusan berdagan, mereka membeli barang saat masih murah dan menjualnya kembali disaat musim paceklik dengan harga yang tinggi. Tentu hal yang demikian bertentangan dengan ajaran gam Islam. Namun merek tidaklah pernah memiliki pikiran bahwa pada suatu saat nanti harta tersebut akan lenyap.

Kaum Madyan tidak lagi menegakkan kebenaran seperti yang pernah diajarkan oleh nabi Luth kepada bapak moyangnya. Mereka menganggap orang tua yang masih menyembah Allah adalah bodoh. Dengan memberikan alasan yang meyakinkan mereka mengajak para orang tua untuk menyembah selain Al­lah. Jika orang-orang itu tidak mau menuruti, maka mereka akan disiksa.

Dakwah Nabi Syu’aib

Disaat semua penduduk kota telah tidak ada lagi melakukan perbuatan kebajikan, akhirnya Allah mengutus Nabi-Nya. Orang tersebut yakni Nabi Syuaib. Nabi Syuaib diutus oleh Allah SWT untuk menegakkn kebenaran dan menerangi kebatilan serta memperbaiki akhlak kaum Madyan yang telah rusak.

Awal mulanya Nabi Syuaib hanya melihat perbutan mereka, namun setelah kian lama makin tidak terkendali akhlaknya membuat Nabi Syuaib mengambil tindakan. Nabi Syuaib berusaha untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar dengan kata yang lebut namun agak pedas. Ia ingin mengetahui respon masyarakat mendengar ucapannya.

Pertama sasaran dalam dakwahnya yakni penghapusan penyembahan pada berhala.

“Hai saudara-saudaraku, hentikan penyembahan terhadap patung itu. Sembahlah Allah yang telah menjadikan langit dan bumi,” ajak nabi Syu’aib suatu ketika.

Ajakannya ini mendapat tanggapan lain dari orang-orang Madyan. Mereka menganggap bahwa nabi Syu’aib sudah tidak waras.

“Wahai Syu’aib, mengapa kau melarang kami menyembah tuhan-tuhan itu. Jika kau tidak senang maka tinggalkan tempat ini,” kata kaum Madyan dengan marah sebab tuhannya telah dihina.

“Allah, tidak ada yang dapat menyamai-Nya. Ketahuilah bahwasannya Allah adalah Tuhan yang dapat menolong kesulitan,” kata nabi Syu’aib dengan suara tenang.

Kaum madyan yang tidaak senang mendapatkan seruan tentang ajakan tersebut. Setiap sore mereka duduk ditengah jalan untuk menghalangi orang yang kan menuju ke rumah Nabi Syuaib. Kaum Madyan sangat senang sekali menghina pengikut nabi Syuaib.

Mereka juga menganggap orang yang mengikuti nabi Syuaib merupakan orang yang bodoh, dan banyak lagi cacian yang membuat sakit hati. Para pengikut nabi Syuaib kemudian melaporkan penghinaan yang diterimanya. Namun nabi Syuaib tidak pernah marah sedikitpun, belih justru mendoakan supaya dapat diberikan jalan terang yang membuat seruannya bisa diterima oleh mereka.

Sebb setiap hari, pengikutnya selalu mendapatkan hambatan dn hinaan yang pada akhirnya nabi Syuaib berkata pada kaum Madyan. Perktaan ini telah diabadikan dalam firman QS. Al Arof ayat 86, yakni:

وَلَا تَقْعُدُوا بِكُلِّ صِرَاطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِهِ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَاذْكُرُوا إِذْ كُنْتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Artinya: “Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Setiap kali nabi Syuaib melakukan dakwah selalu mendapat hinaan dan cacian dari kaum Madyan. Mereka berusaha untuk menghentikan dakwat tersebut. Namun sejauh usaha tersebut tidaklah memperoleh hasil, sebab nabi Syuaib mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Sebab tujuan utama yakni menyuruh kaum Madyan meninggalkan sesembahan mereka tidak berhasil maka beliau tidak berhenti sampai disitu saja. Beliau juga berusaha dan berupaya supaya kaum Madyan mau mengikuti ajarannya.

“Wahai kaumku, aku tidak pernah meminta upah dan minta pujian dari kalian. Aku mengajak kalian menyembah Allah karena hanya Dia yang patut disembah. Hentikanlah penyembahan kalian terhadap batu-batu yang bisu itu, “kata nabi Syu’aib pada suatu perkumpulan.

” Hai Syu’aib, apakah agamamu menyuruh agar kami menghentikan penyembahan yang sudah diturunkan bapak-bapak kami ? “tanya beberapa orang Madyan bertanya dengan nada sinis

Bagaimana jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku ? “tanya nabi Syu’aib kepada mereka.

” Bukti apa yang hendak kau tunjukkan pada kami ? “tanya mereka. Mereka tidak pernah mau mengakui kebenaran nabi Syu’aib sehingga semua seruannya selalu mendapat tantangan.

” Apakah kalian tidak pernah mendengar cerita dari kakek nenek, bapak dan ibu mengenai hancurnya kaum Nuh dan Luth? “tanya nabi Syu’aib. Demi mendengar jawaban itu kaum Madyan berpikir dua kali sebelum membuka suara lagi. Diantara kaum Madyan ada juga yang membenarkan ucapan itu mengakut kenabian Syu’aib. Namun sebagian lagi tidak mau mendengarkan ucapan-ucapan nabi Syu’aib selanjutnya.

Sedikit demi sedikit para kaum Madyan mulai meninggalkan nabi Syuaib berserta pengikutnya. Pada akhirnya tidak ada lagi yang tersisa satupun juga. Sebelum pergi mereka mengejek ajaran nabi Syuaib dan mengatakan bahwa beliau gila.

Karena ajakan tidak kunjung didengar oleh kaum Madyan. Bahkan mereka lebih berani menghina nabi Syuaib. Merekan mengatakan bahwa nabi Syuaib adalah penyihir. Walaupun begitu nabi Syuaib tidak pernah marah dan beliau tetap meneruskan dakwahnya sampai ada yang mau mengikuti ajarannya.

Karena masyarakat setempat selalu menghina dan berusaha menghalang-halangi dakwahnya, akhirnya nabi Syu’abi meminta dan mengadukannya kepada Allah.

Azab Yang Membinasakan Kaum Madyan dan Kaum Ashabul Aikah

Setelah segala upaya yang dilakuakan nabi Syuaib untuk mengajak kembali, kedua kaum tersebut tidak kunjung mendapatkan hasil. Maka Nabi Syuaib memohon pertolongan kepada Allah SWT:

” Ya Allah,bukakanlah pintu hati mereka agar mau mengikuti ajaranku,” doa nabi Syu’aib.

Nbi Syuaib yakin bahwa suatu saat kaum Madyan dan kaum Ashabul Aikah akan dapat menerima ajarannya. Berangkat dari pemikiran itu ia tetap terus berdakwah dengan tidak mengenal putus asa sedikitpun. Sama seperti biasanya, ia selalu memperoleh hinaan dan cacian dari kaum Ashabul Aikah.

” Wahai saudaraku, jika kalian tidak mau menyembah Allah dan menghentikan semua perbuatan maksiatmu, niscaya Allah menurunkan azab-Nya, “kata nabi Syu’aib kepada kaum Ashabul Aikah.

Kaum itu sudah tidak menggubris seruan nabi Syu’aib. Begitu mendengar kata-kata itu, mereka malah ingin buktinya.

” Tunggulah barang beberapa hari ini. Niscaya kalian akan merasakannya, “kata nabi Syu’aib. Kemudian beliau berkemas dan mengajak semua pengikutnya meninggalkan perkampungan itu. Mereka menuju perkampungan kamu Madyan.

Setelah kepergian Nabi Syuaib dan para pengikutnya, secara tiab-tiba awan yang ad dilingain mulai bergulung-gulung bergerak perlahan-lahan. Tak berselang kemudian menaungi kaum Ashabul ikah, awan itu menimbulkan hawa panas.

Akibatnya orang tersebut mengeluh kepanasan, mereka mencari naungan lagi dan mencari angina yang dapat melenyapkan kegerahannya. Secara tiba-tiba dtanglah Guntur yang menyambar mereka. Sungguh janji llh itu benar, dimana pada hari itu juga siksn untuk kaum Ashabul ikah yang telah mendustakan nabi-Nya.

Sebagaiman telah diterangkan dalam firman Allah SWT QS. Hud ayat 94 yakni:

وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَأَخَذَتِ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Artinya : “Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.”

Nabi Syuaib dan para pengikutnya yang beriman terlepas dari bencana siksa Allah, sebab sebelumnya telah diperintahkan Allah untuk mengungsi.

Demikian penjelasan mengenai Kisah Nabi Syuaib AS, Sejarah, Dakwahnya dan Kaum Madyan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan Anda.