Istiqamah atau Bertindak Lurus

Istiqamah atau Bertindak Lurus Para pembaca yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada halaman Sebelumnya Materi Kultum sudah kami sampaikan Tentang; Tawakkal, Pasti Allah Mencukupi untuknya dan untuk kesempatan kali ini Dutadakwah akan menyampaikan Materi Kultum Tentang; Istiqamah atau Bertindak Lurus. Materi ini  In Syaa Allah akan kami sampaikan secara ringkas dan singkat.

Istiqamah atau Bertindak Lurus

Bertindak lurus dan istoqomah adalh merupakan hal penting untuk diindahkan. Menetapkan diri pada jalan yang benar adalah perintah Allah sebagaiman yang telah Allah firmankan. Untuk lebih jelasnya mari kita baca uaraian materinya dibawah ini dengan Seksama.

Khutbatul-Kalam

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِأَنْ نَسْقِمَ، كَمَا قَالَ فِي كِتَابِهِ الْعَزِيْزِ، أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَ مَن تَابَ مَعَكَ وَ لاَ تَطْغَوْاْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى اَلِهِ أَزْوَاجِهِ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Puji dan syukur  senantiasa kita panjatkan ke hadhirat Allah Subhanahu wa ta’ala, sholawat dan salam semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi agung Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam, Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta saudara-saudariku, Kaum Muslimin wal-Muslimat yang berbahagia rahimakumullah, pada kesempat kali ini kami akan sampaikan Materi Kultum tentang: Al-Istiqamah atau Bertindak Lurus

Istiqamah atau Bertindak Lurus

Hadirin, Hadhirat kaum Muslimin dan muslimat rohimakumullah, Istiqamah atau Bertindak Lurus itu adalah perintah Allah kepada kita semua sebagaiman firman-Nya:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَ مَن تَابَ مَعَكَ وَلاَ تَطْغَوْاْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (هود: ١١٢)﯁

Artinya: Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Huud: 112)

Dan Firman-Nya pula dalam Surat al-ahqaf ayat 13-14 sebagai berikut:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ،  أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (الأحقاف: ١٣ – ١٤)﯁

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita,  Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al-ahqaf: 13-14)

Hadits Tentang Istiqamah

Tertulis dalam Kitab Riyadhus Sholihin Bab Al-Istiqamah sebagai berikut:

وَعَنْ أَبِيْ عَمْرٍو. وَقِيْلَ: أَبِيْ عَمْرَةَ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ قُلْ لِيْ فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: (قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمْ اسْتَقِمْ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Artinya: Dari Abu ‘Amr, ada yang mengatakan namanya Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdullah r.a., katanya: “Saya bertanya: Ya Rasulullah, katakanlah padaku dalam Islam tentang suatu ucapan yang saya tidak akan menanyakan lagi pada seseorang selain Tuan.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. bersabda: “Katakanlah, saya beriman kepada Allah kemudian bertindak luruslah  (yakni berpegang teguhlah pada kebenaran).” (Riwayat Muslim)

Maksud Istiqamah

Adapun yang dimaksudkan dengan bertindak lurus itu ialah: Kalau kita telah mengaku beriman pada Allah, hendaklah kita jangan segan berlaku yang benar dan jujur, misalnya benar-benar memperjuangkan cita-cita Islam. Maka jangan hanya menamakan dirinya itu seorang Islam sekadar hanya pengakuan kosong belaka, tetapi berlakulah yang benar sebagai seorang Muslim.

Dan masih dalam Bab yang sama disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَارِبُوا وَسَدِّدُوا وَاعْلَمُوا أَنَّهُ لَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِنْكُمْ بِعَمَلِهِ، قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ: وَ لا أَنْتَ، قَالَ: وَ لا أَنَا إِلا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَ فَضْلٍ

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a., katanya: Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersengajalah secara sederhana (yakni tidak sangat muluk-muluk ataupun teledor) dan bertindak luruslah, juga ketahuilah bahawasanya tidak seseorang pun yang dapat selamat kerana amalnya.” Para sahabat bertanya: “Sekalipun Tuan sendiri juga tidak (yakni tidak dapat diselamatkan oleh amalnya) ya Rasulullah.” Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam, menjawab: “Sayapun tidak dapat, kecuali jikalau Allah menutupi diriku (yakni memberikan kurnia padaku) dengan kerahmatan daripadaNya serta dengan keutamaanNya.” (Riwayat Muslim)

Makna Istiqamah

Para ulama berkata: Makna istiqamah, iaitu tetap taat kepada Allah Ta’ala. Mereka mengatakan bahawa istiqamah itu adalah termasuk dari golongan jawami’ul kalim (yakni sedikit kata-katanya tetapi luas pengertiannya) dan istiqamah itulah yang merupakan kenizhaman segala perkara.

Jama’ah Rohimakumullah, mari kita sama-sama berusaha sedapat mungkin untuk bisa Istiqamah dan senantiasa menjaganya, semoga Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan pertolongan-Nya kepada kita semua, Amiin.

Al-Istiqamah atau Bertindak Lurus
Al-Istiqamah atau Bertindak Lurus

Demikian yang dapat kami sampaiakan semoga ada hikmahnya. Apabila terdapat kekurangan dan kesalahan saya mohon ma’af yang sebesar-besarnya dan kepada Allah saya mohon ampun.

Inilah ulasan materi kultum ramadhan tentang; Al-Istiqamah atau Bertindak Lurus – Semoga materi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua Hadaanallahu waiyyakum ajma’in.Terimakasih atas kunjungannya wallahul muwaffuq.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَ الْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَ الْعِنَايَةُ ثُمَّ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهْ