√ Doa Buat Hubungan Suami Istri Dalil dan Fadilahnya

Posted on

Doa Buat Hubungan Suami Istri Dalil dan FadilahnyaPada kesempatan kali ini  Duta Dakwah akan menuliskan dan menerangakan mengenai Doa Buat Hubungan Suami Istri dan Dalilnya. Dalam Ajaran Syari’at Islam Menikah itu dianjurkan diperintahkan bagi yang sudah mampu, dan ketika sudah berlangsung aqad nikah dan sah menurut dua saksi maka sahlah menjadi sepasang suami istri.

Doa Buat Hubungan Suami Istri Dalil dan Fadilahnya

Untuk lebih jelasnya mengenai keterangan Doa untuk hubungan intim suami istri dan dalilnya secara lengkapa sebaiknya mari kita sama-sama ikuti uraian berikut ini:

Mukodimah

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحَلَّ النِّكَاحَ وَحَرَّمَ السِّفَاحَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ مَنْ تَزَوَّجَ وَعَدَّلَ بَيْنَ النِّسَاءِ، وَأَوْصَى بِهِنَّ خَيْرًا، وَ عَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَ مَنْ اِتَّبَعَ بِسُنَّتِهِ، أَمَّا بَعْدُ

Segala Puji hanya bagi Allah ‘azza wa jalla, yang telah menghalalkan nikah dan mengharamkan zina. Sholawat serta salamnya semoga tetap tercurah ke haribaan Nabi Agung Muhammad s.a.w., beliau telah berlaku adil diantara para isterinya, beliau telah berwasiat baik kepada para isterinya dan pula semoga sholawat salam terlimpahkan pada keluarga dan shahabatnya serta orang-rang yang mengikuti sunnahnya, Amiin… Untuk mengambil singkatnya tentang untuk hubungan intim suami istri dan dalilnya maka berikut inilah rinciannya.

Adab Senggama

Dalam Hubungan intim suami istri itu ada tatak ramanya, yakni ada adabnya tidak sembarangan asal melakukan saja meskipun itu sudah halal. Sebagaiman kami telah mebaca dalam sebuah Kitab Tipis bernama “Uqudul-Jain” dalam hal membicarakan tentang hubungan intim suami istri tertulis sebagai berikut:

Loading...

وَيَحْرُمُ وَطْءُ زَوْجَتِهِ بِحَضْرَةِ أَجْنَبِيٍّ أَوْ أَجْنَبِيَّةٍ. وَيُسْتَحَبُّ لِلْمُجَامِعِ أَنْ يَبْدَأَ بِاِسْمِ اللهِ تَعَالَى، وَيَقْرَأُ: “قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ” أَوَلًا، وَيُكَبِّرُ وَلَا يُهَلِّلُ، وَيَقُوْلُ: بِاِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ النُّطْفَةَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ

Artinnya: Haram melakukan senggama dengan hadirnya laki-laki lain atau perempuan lain. Dan disunahkan kepada orang yang akan melakukan hubungan intim suami isteri ia memulainya dengan membaca BASMALAH, membaca surat Al-Ikhlash dan membaca TAKBIR tidak membaca Tahlil, lalu kemudian berdo’a dengan doa seperti ini:

بِاِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ النُّطْفَةَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ

(Bismillahil ‘aliyyil ‘adziimi, Allahumma ij’alin nuthfata dzurriyatan thoyyibatan, in kunta qoddarta an takhruja dzalika min shulbiy).

Baca Juga :  √ Bacaan Doa Sebelum & Sesudah Makan Arabic Indonesia Lengkap

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku.

Fadilah Doa Ketika Mau Senggama

Di dalam bersenggama ada beberapa doa yang perlu dibaca sebelum bersenggama dan pada saat mendekati orgasme, sebagaimana Rasulullah SAW yang menerangkan tentang prihal tersebut sebagai berikut:

وَقَالَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: {لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَىْ أَهْلَهُ قَالَ: اللّهُمَّ جَنِّبْنِيْ الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا. فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ، لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ}. وَإِذّا قَرَّبْتَ مِنَ الْإِنْزَالِ فَقُلْ فِيْ نَفْسِكَ، وَتَحَرَّكَ شَفَتَيْكَ: {الحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَراً فَجَعَلَهُ نَسَباً وَصِهْراً وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيراً}، وَيَنْحَرِفُ عَنِ الْقِبْلَةِ، وَلَا يَسْتَقْبِلُهَا بِالْوَقَاعِ إِكْرَامًا لِلْقِبْلَةِ، وَلْيُغَطِّ نَفْسَهُ وَأَهْلَهُ بِثَوْبٍ

Artinya: Rosulullah bersabda : Bahwa sesungguhnya jika salahsatu diantara kalian menjima’ isterinya dan berdo’a (Allahumma jannibnisy syaithona wa jannibisy syaithona ‘ala ma rozaqtanaa) maka jika Allah menaqdirkan menciptakan seorang anak dari persetubuhan tersebut maka syetan tidak akan bisa membahayakannya.

Dan apabila telah mendekati orgasme maka bacalah do’a dalam hati dan cukup hanya dengan menggerakkan lidahnya (tanpa bersuara):

الحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَراً فَجَعَلَهُ نَسَباً وَصِهْراً وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيراً

“Alhamdulillahil ladzi kholaqo minal ma`i basyaron,paja’alahu nasaban wa shihron wakana robbuka qodiiron”. Dan termasuk adab dalam senggama yaitu tidak menghadap arah qiblat, dan menutupi dirinya dan isterinya dengan selimut.

Adab Bersenggama Dalam Ihya ‘Ulumuddin

Dikemukakan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumiddin pada Kitab Adabu Naikah yang kesepuluh sebagai berikut:

 العاشر في آداب الجماع: وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَبْدَأَ بِاسْمِ اللهِ تَعَالَى وَيَقْرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ أَوَّلاً وَيُكَبِّرَ وَيُهَلِّلَ وَيَقُولَ بِسْمِ اللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا ذُرِّيَةً طَيِّبَةً إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تُخْرِجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِي وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا، فَإِنْ كَانَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ وَإِذَا قَرُبَتْ مِنَ الإِنْزَالِ فَقُلْ فِي نَفْسِكَ وَلَا تُحَرِّكْ شَفَتَيْكَ: اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا، وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا، وَكَانَ بَعْضُ أَصْحَابِ الحَدِيثِ يُكَبِّرُ حَتَّى يَسْمَعَ أَهْلُ الدَّارِ صَوْتَهُ ثُمَّ يَنْحَرِفُ عَنِ القَبْلَةِ وَلَا يَسْتَقْبِلُ القِبْلَةَ بِالوَقَاعِ إِكْرَاماً لِلْقِبْلَةِ وَلْيُغَطِّ نَفْسَهُ وَأَهْلَهُ بِثَوْبٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُغَطِّي رَأْسَهُ وَيَغُضُّ صَوْتَهُ وَيَقُولُ لِلْمذَرْأَةِ عَلَيِكِ بِالسَّكِينَةِ وَفِي الخَبَرِ إِذَا جَامَعَ أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ فَلَا يَتَجَرَّدَانِ تَجَرُّدَ العَيْرَيْنِ أَيْ اَلْحِمَارَيْنِ وَلْيُقَدِّم التَّلَطُّفَ بِالكَلَامِ وَالتَّقْبِيلِ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَقَعَنَّ أَحَدُكُمْ عَلَى امْرَأَتِهِ كَمَا تَقَعُ البَهِيمَةُ وَلْيَكُنْ بَيْنَهُمَا رَسُولٌ قِيلَ وَمَا الرَّسُولُ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ القُبْلَةُ وَالكَلَامُ…. ثُمَّ إِذَا قَضَى وَطَرَهُ فَلْيَتَمَهَّلْ عَلَى أَهْلِهِ حَتَّى تَقْضِيَ هِيَ أَيْضاً نَهْمَتَهَا (ابو حامد الغزالي، إحياء علوم الدين، مصر-مصطفى البابي الحلبي، 1385 هـ/1936، ج، 2، ص. 51

Artinya: Yang Kesepuluh dalam Adam bersenggama: “Dan disunnahkan memulai dengan membaca bismillah. Selanjutnya diawali dengan membaca Qul huwallahu ahad, membaca takbir dan bertahlil, lalu membaca doa: Bismillah al-‘aliy al-‘azhîm allahumma ij’alha dzurriyatan thayyibah in kunta qaddarta an tukhrija dzalika min shulbi. Rasulullah saw bersabda, jika salah satu di antara kalian mendatangi isterimu maka berdoalah, allahumma jannibnisy-syaithân wa jannibisy-syaithân ma razaqtana, karena apabila (hubungan badan) di antara keduanya menghasilkan anak maka syaitan tidak akan menggangunya. Dan apabila si istri menjelang orgasme, maka bacalah dalam hatimu dan jangan gerakkan kedua bibirmu: Alhamdulillahil ladzi khalaqa minal-mâ`i basyaran fa ja’alahu nasaban wa shahran wa kâna rabbuka qadîran. Dan sebagian ashab al-hadîts bertakbir sampai seiisi rumah mendengarnya. Kemudian berpaling dari kiblat dan tidak menghadap kiblat ketika jimak karena untuk memuliakan kiblat. Dan hendaknya (suami) menutupi dirinya dan istrinya dengan kain (tsaub). Rasulullah saw menutupi kepalanya dan memelankan suaranya sembari berkata kepada istrinya, tenanglah. Bila salah satu dari kalian berhubungan badan dengan istrinya maka jangan keduanya bertelanjang bulat seperti halnya dua keledai. Dan (sebelum berhubungan badan) hendaknya didahului dengan cumbu-rayu dan ciuman. Rasulullah saw bersabda: Janganlah salah satu di antara kalian menyetubuhi isitrinya sebagaimana persetubuhan hewan, dan hendaknya di antara keduanya ada perantara. Lantas ditanyakan (kepada beliau), apa itu perantara wahai Rasulullah saw, beliau-pun menjawab, ciuman dan cumbu-rayu….kemudian ketika suami mengalami orgasme maka hantarkan sang istri secara perlahan-lahan sampai ia juga mengalami orgasme. (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Mesir-Mushthafa al-Babi al-Halabi, 1358 H/1939 M, juz, 2, h. 51, 52)    atau bisa dibaca Pada Ihya Terjemah Jilid 3 halaman: 161-162 .

Selisih Bacaan Uqudul-Jain dan Ihya

Kami menukil ketereangan tersebut di atas sma sekali tidak merubah tulisan yang ada pada dua kitab tersenut baik yang tertulis pad ‘Uqudul-Jain maupun yang tertulis pada Kitab Ihya. Akan tetapi kami membaca sedikit ada yang berbeda, lantas dimanakah perbedaannya? Perbedaanya dalah sebagai berikut:

Baca Juga :  15 Macam Siksaan Bagi Orang Yang Meninggalkan Shalat

Tertulis dalam ‘Uqudul-Jain :

. وَيُسْتَحَبُّ لِلْمُجَامِعِ أَنْ يَبْدَأَ بِاِسْمِ اللهِ تَعَالَى، وَيَقْرَأُ: “قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ” أَوَلًا، وَيُكَبِّرُ وَلَا يُهَلِّلُ، وَيَقُوْلُ: بِاِسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ….. إلخ

Yang Artinya: “Dan disunahkan kepada orang yang akan melakukan hubungan intim suami isteri ia memulainya dengan membaca BASMALAH, membaca surat Al-Ikhlash dan membaca TAKBIR tidak membaca Tahlil, lalu kemudian berdo’a: “Bismillahil ‘aliyyil ‘adziimi … dst”

Tertulis dalam Kitab Ihya Ulumuddin:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَبْدَأَ بِاسْمِ اللهِ تَعَالَى وَيَقْرَأَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ أَوَّلاً وَيُكَبِّرَ وَيُهَلِّلَ وَيَقُولَ بِسْمِ اللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ … إلخ

Yang Artinya: “Dan disunahkan kepada orang yang akan melakukan hubungan intim suami isteri ia memulainya dengan membaca BASMALAH, membaca surat Al-Ikhlash dan membaca TAKBIR dan membaca Tahlil, lalu kemudian berdo’a: “Bismillahil ‘aliyyil ‘adziimi … dst”

Al-hasil:

Dari beberapa keterangan yang telah kami baca berdasrkan adab dan tatacara senggama, maka kami memilih apa yang disampaikan dalam Kitab Ihya ‘Ulumuddin, dan ini bukan berarti kami tidak ta’dzim pada apa yang tertulis dalam ‘Uqudul-Jain, namun kami berfaham bahwa kalimat tahlil itu sangat mulia dan banya sekali faidahnya serta itu juga diucapka sebelum bersenggama, dengan demikian kami anggap itu adalah baik.

Tata Cara Sebelum Bersenggama

  1. Istri berhias sesuai selera suami
  2. Istri memakai wewangian sesuai selera suami
  3. Suami mengucapkan Salam kepada istri : السَّلَامُ  عَلَيْكُمْ يَا بَابَ الرَّحْمَةِ
  4. Istri Menjawab Salamnya Suami: عَلَيْكَ وَعَلَيَّ السَّلَامُ
  5. Bermesraan terlebih dahulu
  6. Suami Mencumbu Istrinya
  7. Istri Sebaliknya juga Mencumbu Suaminya
  8. Jangan Menghadap Kiblat dan membelakanginya
  9. Lalu sama-sam baca Doa
Doa Buat Hubungan Suami Istri Dalil dan Fadilahnya
Doa Buat Hubungan Suami Istri Dalil dan Fadilahnya

Doa Bersenggama Tulisan Arab Dibaca Sebelum Bersenggama

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحيم، قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾ ه

اللهُ أَكْبَرُ، لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ، بِاسْمِ اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، اللّٰهُمَّ اجْعَلِ النُّطْفَةَ ذُرِيَّةً طَيِّبَةً، إِنْ كُنْتَ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ ذَلِكَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Doa Ketika sudah Mendekati Orgasme tulisan arab:

Doa ini dibaca dalam hati dengan hanya sekedar menggerakkan dua bibir saja tanpa bersuara (tidak bersuar)

Baca Juga :  √ Inilah 3 Amalan Yang Setara Dengan Ibadah Haji Beserta Dalilnya

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا، وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

Doa Bersenggama Tulisan Indonesia Dibaca Sebelum Bersenggama

  1. Bismillahirrohmanirrohiym,
  2. A’udzubillahi minasyaithonirrojim  Bismillahirrohmanirrohiym, Qulhu wallahu ahad, Allahus Shomad, Lam Yalid wa Lam Yulad wa Lam Yakul lahu kifuwan ahad
  3. Allahu Akbar, La Ilaha illallah, Bismillahil ‘aliyyil ‘adziimi, Allahumma ij’alin nuthfata dzurriyatan thoyyibatan, in kunta qoddarta an takhruja dzalika min shulbiy, Allahumma Jannibnis Syaithona wa Jannibis Syaithona Ma Rozaqtana.
  4. “Alhamdulillahil ladzi kholaqo minal ma`i basyaron,paja’alahu nasaban wa shihron wakana robbuka qodiiron”.

Doa Ketika sudah Mendekati Orgasme tulisan Indonesia:

Doa ini dibaca dalam hati dengan hanya sekedar menggerakkan dua bibir saja tanpa bersuara (tidak bersuar)

Alhamdulillahil-Ladzi Kholaqo Minal-Ma-i, Basyaron, Faja’alahu Nasaban wa Shihron, wa Kana Robuka Qodiro

Demikian Uraian kami tentang Doa Buat Hubungan Suami Istri Dalil dan Fadilahnya – Semoga dapat bermanfaat dan memberikan tambahan ilmu pengetahuan untuk kita semua. Abaikan saja uraia kami ini jika pembaca tidak sependapat.Terima kasih atas kunjungannya.