Bersyukur dan Barsabar, Merupakan  Keniscayaan Bagi Yang Beriman

Posted on

Bersyukur dan Barsabar, Merupakan  Keniscayaan Bagi Yang Beriman – Materi Khutbah Idul Fitri ini disampaikan secara singkat oleh dutadakwah mengingat kondisi saat ini. Dan kami sajikan meteri ini untuk para khotib idul fitri di tempat-tempat sederhana.

Bersyukur dan Barsabar, Merupakan  Keniscayaan Bagi Yang Beriman

Orang bersyukur atas ni’mat Allah yang ia terima maka ni’mat tersebut pasti Allah tambah. Orang bersabar atas ujian dari Allah Ta’ala, maka pasti ia diridhoi Allah dan mendapatkan kebikan di dalamnya.

Mukadima

 السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته، الحمد لله الصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن ولاه. وبعد

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat dan Salam semoga tetap atas nabi kita Muhammad Shollallahi ‘alaihi wa salam. Di masa pandemic segala aktivitas selalau dibatasi dengan aturan demi keselamata ummat manusia tak terkecuali dalam ibadah. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sholat pun aturannya harus jaga jarak, lain dari pada itu semua sholat id pun dibatasi.

Oleh sebab itu tidak menutup kemungkinan pada saat-saat seperti ini ada yang melaksankan sholat ‘idul fitrinya di rumah sekeluarga besar. Untuk itu kami siapkan materi khutbah singkat untuk dibaca oleh khotib meskipun pelaksanaannya dirumah masing-masing dengan keluarga.

Materi Khutbah Pertama

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر الله، الله أكبر الله، الله أكبر الله، الله أكبر الله، الله أكبر الله، الله أكبر الله، الله أكبر الله، الله أكبر الله، الله أكبر الله۞٠

سبحان الله والحمد لله, و لا إله إلا الله الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لُهُ، وَهُوَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ  لَا نَعْبُدُ وَلَا نَسْتَعِيْنُ اِلَّا إِيَّاهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَ وَلَا رَسُوْلَ بَعْدَهُ، اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . ﴿اَمَّا بَعْدُ﴾ : فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى   اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۞  قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (البقرة : ١٥٣) قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:  عَجَبًا لِلْمُؤْمِنِ، لَا يَقْضِى اللهُ لَهُ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ فَشَكَرَ كَانَ خَيْرًا لَهُ، وَ إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ فَصَبَرَ كَانَ خَيْرًا لَهُ

 اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Ma’asyirol Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Baca Juga :  Khutbah Idul Fitri: Ciri Sukses Ramadhan di Momen Lebaran

Segala puji bagi Allah yang maha tunggal tiada sekutu bagi-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah keharibaan Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti.

Karena Rahmat Allah jualah kita semua yang bisa sukses menunaikan ibadah puasa ramadhan di tahun ini 1442 H. Dan Karena Ujian Allah pula saudara-saudara kita yang terhalang menunaikan dari segala macam kebaikan pada bulan ramadhan tersebut.

Namun tidak perlu kita khawatirkan meski ia terhalang untuk menunaikan puasa dan amalan-amalan sunnah lainnya kalu memang itu karena adanya ‘udzur syar’i, sudah pasti tetap mereka dapat pahala yang sempurna dari Allah Ta’ala.

Sebab sesungguhnya bagi orang yang beriman itu mempunyai keajaiban tersebdiri sebagimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Sungguh menakjubkan perihal orang mukmin itu, Allah tidak menentukan suatu hal menlainkan kebaikan baginya. Jika mendaptkan kebahagiaan, ia lalu bersyukur, maka yang demikian itu adalah baik baginya. Dan jika mendaptkan kesusahan lalu ia bersabar, maka yang demikian itu adalah baik baginya. (HR Ahmad)

Allah berfirman;

إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kemehakuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur” (QS Luqmaan: 31).

Melalaui Khutbah ini Khotib berwasiat: Bertaqwalah kepada Allah dengan penuh keta’atan kepada-Nya serta bersyukur atas-Nya agar kita  mendapatkan kemenangan.

Allah Berfirman sebagaimana yang saya bacakan tadi yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu , sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Gema Takbir

Kaum Muslimin Jamaah sholat ‘id yang berbahagia

Sejak tadi malam hingga menjelang sholat ‘id ini ditunaikan, bergemuruh suara takbir, tahmid dan tahlil di berbagai tempat meskipun keadaannya negeri kita seperti ini. Dengan lantunan suara takbir hari raya itulah yang membuat perasaan kita menjadi bahagia dan juga sedih pada sa’at-sa’at seperti ini.

Bahagianya, karena bagi kita yang sehat ruhani dan jasmaninya tentu kita merasa sakses dari melawan hawa nafsu sebulan penuh dan berhujung pada puncak kemenangan. Kemudian pada hari ini adalah hari yang sangat kita tunggu dan sangat istimwa, kita bisa berlebaran serta berkumpul keluarga besar dan bisa saling berma’af ma’apan juga saling berbagi kebahhagiaan.

Sedihnya, karena bagi saudara kita yang pada hari ini tidak bisa kumpul dengan anggota keluarganya yang sangat mereka cintai, terlebih di tahun ini pandemi pun belum juga berakhir bahkan segala aktivitas selalu dibatasi. Denghan demikian bisa saja akan menjadi berutal bagi orang-orang yang tidak bisa mengendalikan nafsunya. Apa pun bisa jadi mereka lakukan karena kekesalannya.

Baca Juga :  Memperlakukan Hati Dengan Baik Sesuai Tunutunan Syari'at

Tidak sedikit saudara kita pada hari ini yang tidak bisa kumpul dengan keluarganya yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Ada yang terhalang karena musibah, ada yang terhalang karena aturan, ada juga yang karena mereka berpulang ke rahmatullah dan masih ada faktor lain yang menyebabkan mereka tidak bisa kumpul keluarga.

Namun semua itu mari kita kembalikan kepada Allah SWT dangan tawakkal, sabar dan    syukur. Kita bersykur kepada-Nya karena kita telah diberi ni’mat iman dan islam, kesehatan lahir dan batin serta kemenangan pada pagi hari ini.

Kita semua yang telah menyelesaikan ibadah puasa dan ibadah wajib lainnya, maka pada pagi hari ini kita kembali pada fthrahnya suci dari dosa bagaikan bayi baru lahir, namun demikian itu adalah tetap kalau dosa antar sesama manusia tentu saja Allah belum memaafkan jika antar sesamanya tidak saling mema’afkan.

Oleh karena itu mari kita semua lapangkan dada, beningkan hati ikhlaskan rasa, bebaskan pikiran dan berikan ma’af kepada sesama kita seluas-luasnya baik dipinta ataupun tidak, dan mintalah maa’f kepada saudara saudari kita agar kita benar-benar cemerlang dari kotoran noda dosa dan khilaf terutama kepada ibu dan bapak kita.

 اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Hari raya tahun ini suasananya tidak jauh berbeda dengan tahun yang kemmarin. Tetapi meskipun seperti ini kondisinya in syaa Allah tidak akan mengurangi kebahagiaan kita, karena kita tatap telah meraih kemenangan di hari ini, bahkan tidak menutp kemungkinan pada tahun ini juga kita mempunyai nilai tambah dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya sebanding   dengan tantangan yang kita hadapi bersama di tahun ini.

Penutup Khutbah Peratama

Demikian Khutbah yang dapat kami sampaikan mudah-mudah kita bisa memetik hikmahnya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَةِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَاتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.﯁

Khutbah kedua

الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر، الله اكبر۞٠

 الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لااله الاّالله والله اكبر، الله اكبر ولله الحمد . الْحَمْدُ لِلَّهِ، اَشْهَدُ اَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الهِ وَاَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، {امابعد} يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، قال الله تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ، قال رسول الله صلى الله عليه و سلم:  عَجَبًا لِلْمُؤْمِنِ، لَا يَقْضِى اللهُ لَهُ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ فَشَكَرَ كَانَ خَيْرًا لَهُ، وَ إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ فَصَبَرَ كَانَ خَيْرًا لَهُ ۞ إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِ يَاَيُّهَاالَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ و ءالهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ آمين يَا مُجِيْبَ السَـائِلِيْن اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ، للهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَرُكُوْعَنَا وَسُجُوْدَنَا وَقُعُوْدَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ اَللَّهُمَّ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا اَللَّهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ

اللَّهُمَّ اكْشِفْ عَنَّا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا مَالَا يَكْشِفُ غَيْرُكَ ٣×، اللَّهُمَّ اكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلَاءِ وَالْوَبَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَفِتْنَةِ الدُّنْيَا مَالَا يَكْشِفُ غَيْرُكَ، اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَ الْوَبَاءَ وَالْفَخْشَاءَ وَ الْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدَنِاَ هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَنِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِوالحمد لله رب العالمين 

Bersyukur dan Barsabar, Merupakan Keniscayaan
Bersyukur dan Barsabar, Merupakan Keniscayaan

Demikian ulasan Khutbah Idul Fitri dengan tema: Bersyukur dan Barsabar, Merupakan  Keniscayaan Bagi Yang Beriman – Semoga memberikan manfaat bagi para calon khotib hari raya fitri. Mohon ma’af biala ada kesalahan dalam penulisan baik teks arabnya maupun teks indonisianya .Terimakasih wallahul muwaffiq.

Baca Juga :  Khutbah Idul Fitri: Menjaga Hati & Tiga Pesan Ramadhan