Tujuan, Hakikat, Dan Hikmah Ibadah

Tujuan, Hakikat, Dan Hikmah Ibadah – Ibadah merupakan salah satu bentuk penghambaan kita terhadap Allah SWT, dan merupakan bentuk kecintaan kita terhadap Allah yang menciptakan kita dan seluruh alam semesta. Syaikhul Islam menjelaskan definisi ibadah sendiri yakni:

Artinya: ” Ibadah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut semua yang dicintai dan diridhoi oleh Allah SWT , baik berupa ucapan ataupun perbuatan, yang dzahir maupun batin.” (Risalah Al-Ubudiyah, hlm 2).

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ibadah hanya ada 2, yakni

  1. Melaksanakan perintah, baik yang sifatnya wajib atau anjuran
  2. Meninggalkan larangan, baik yang sifatnya haram ataupun makruh

Ibadah pada dasarnya mempunyai suatu tujuan, hakikat, serta hikmah bagi kita. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Tujuan, Hakikat, Dan Hikmah Ibadah

Tujuan Ibadah

Manusia merupakan salah satu makhluk Allah yang paling sempurna dan dimuliakan (Q.S At-Tin (95):4); dan manusia itu diciptakan oleh Allah di muka bumi ini bukan sekedar untuk hidup didunia tanpa pertanggung jawaban. Akan tetapi, manusia diciptakan oleh Allah untuk beribadah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-Mukminun ayat 115, yang berbunyi:

Artinya: ” Apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak dikembalikan kepada kami?.”

Firman Allah SWT dalam Q.S Az-Zariyat: 56

Artinya: ” Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepadaku (menyembah-Ku).”

Dari beberapa  ayat diatas dapat dipahami bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah. Nah yang menarik disini adalah apakah tujuan beribadah itu?

Baca Juga :  Hukum Bersalaman Setelah Shalat Dalam Islam

Tujuan pokok beribadah adalah sebagai berikut:

Pertama, untuk menghadapkan diri kepada Allah SWT dan memfokuskan dalam setiap keadaan, agar mencapai derajat yang lebih tinggi yakni ketaqwaan.

Kedua, agar terciptanya suatu kemaslahatan dan menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Maksudnya adalah bahwasanya manusia itu tidak terlepas dari diperintahkan dan dilarang. menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Maka dari itu berlakulah pahala dan siksa, dari situlah inti dari suatu ibadah.

Hakikat Ibadah

Seorang cendikiawan muslim yakni Hasbi As-Shiddiqi dalam kitabnya kuliah ibadah mengemukakan bahwa hakikat dari ibadah ialah: ” Ketundukan jiwa yang timbul dari hati yang merasakan cinta terhadap Tuhan yang disembah dan merasakan kebesaran-Nya, meyakini bahwa bagi alam ini ada penguasanya, yang tidak dapat diketahui oleh akal hakikatnya.

Ibnu Katsir, salah seorang ilmu tafsir mengemukakan bahwa hakikat ibadah itu adalah suatu himpunan dari semua rasa cinta, tunduk, dan takut yang sempurna (kepada Allah SWT).

Dari definisi diatas, dapat dicermati dan ditarik suatu pemahaman bahwa, Hasbi As-Shiddiqi memberikan tekananbahwa, seorang mukallaf tidaklah dipandang beribadah (belum sempurna ibadahnya) bila seseorang itu hanya mengerjakan ibadah dengan pengertian yang dipaparkan oleh para fuqaha, diperlukan juga ibadah sebagaimana yang dimaksud oleh ahli yang lain seperti ahli tauhid, ahli akhlak, dan lainnya. Dan apabila telah terkumpul padanya pengertian-pengertian tersebut, barulah padanya terdapat “Hakikat Ibadah

Hikmah Ibadah

Beberapa hal dibalik keutamaan dan diwajibkannnya suatu ibadah; Allah memerinthkan dan mewajibkan bagi kita untuk beribadah itu sudah pasti Allah mengetahui  hikmah dibalik perintahnya tersebut; Dasar pijak Allah memfardukan dan menetapkan pokok-pokok yang diwajibkan itu karena terdapat hikmah bahwa:

Baca Juga :  Hukum Dan Perintah Berhijab Dalam Islam

Allah mewajibkan beriman, dengan maksud untuk membersihkan hati dari syirik, kewajiban shalat dengan maksud untuk mensucikan diri dari takabur, diwajibkannya zakat untuk menjadi sebab diperolehnya rizki, mewajibkan berpuasa untuk menguji kesabaran keikhlasan manusia, mewajibkan haji bagi yang mampu untuk mendekatkan umat Islam antara satu dengan yang lainnya, mewajibkan jihad untuk kebenaran Islam, mewajibkan amar ma’ruf untuk kemaslahatan orang awam, mewajibkan nahi munkar untuk menjadikan cambuk bagi orang-orang yang kurang akalnya.

Allah mewajibkan qisas untuk memelihara dan menghargai darah manusia, menegakkan hukum pidana untuk membuktikan bahwa betapa besarnya keburukan dari barang yang diharamkan, mewajibkan untuk menjauhkan dari minuman yang memabukkan dengan maksud untuk memelihara akal, mewajibkan menjauhi diri dari pencurian bermaksud untuk mewujudkan pemeliharaan harta dan diri, mewajibkan kita menjauhi zina (lesbi dan homosex) dimaksudkan untuk memelihara keturunan, memperbanyak keturunan, mewajibkan suatu kesaksian untuk memperlihatkan sesuatu yang benar itu adalah benar, mewajibkan menjauhi dusta untuk memuliakan dan menghargai kebenaran, mewajibkan perdamaian untuk memelihara amanah serta menjaga keseragaman hidup menuju jalan-jalan lurus, dan mewajibkan taat untuk menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai kepemimpinan dalam suatu negara.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa, dengan mempelajari hikmah ibadah, mudah-mudahan dapat terlaksananya kekhusyu’an, keikhlasan, dan kenyamanan. Sehingga dalam melaksanakan suatu ibadah dapat tercapai sesuai dengan kehendak Allah SWT.

Demikianlah Tujuan, Hakikat, Dan Hikmah Ibadah. Semoga dapat bermanfaat dan terimakasih..

Tujuan, Hakikat, Dan Hikmah Ibadah
5 (100%) 1 vote