√ Kultum Tentang Sunnah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Kultum Tentang Sunnah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan – Pada Materi Kultum Sebelumnya kami sudah menerangkan: Kultum Ramadhan Tentang Keutamaan Memberi Makan untuk Berbuka dan untuk kali ini Duta Dakwah akan menyampaikan: Kultum Sunnah Mengerjakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan .dan ini In Syaa Allah akan kami sampaikan secara singkat saja.

Kultum Tentang Sunnah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan

Untuk lebih jelasnya sebaiknya silahkan baca Kultum Duta Dakwah dibawah ini dengan baik.

Materi Kultum.

بسم الله الرّحمن الرّحيم السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

Kaum Muslimin wal-Muslimat yang dirahmati Allah SWT, Segala puji bagi Allah SWT, shalawat teriring salam semoga tetap tercurahkan ke haribaan nabi agung Muhammad s.a.w. melalui kesempatan ini kami akan sampaikan Materi kita ialah tentang Sunnah Mengerjakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan.

Shalat Tarawih

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، مُتَّفَقٌ عَلَيهِ

Dari Abu Hurairah r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa berdiri bersembahyang dalam bulan Ramadhan kerana didorong keimanan dan keinginan memperolehi keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu.” (Muttafaq ‘alaih) Kutipan dari Kitab Riyadhus shalihin

Baca Juga :  √ Kultum Tentang Hal-hal yang Membatalkan Puasa menurut fiqih

وَعَنْهُ رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِيْ قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيْهِ بِعَزِيْمَةٍ فَيَقُوْلُ : مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غَفَرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، رَوَاهُ مُسلِمٌ

Dari Abu Hurairah r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. itu menganjur-anjurkan supaya senang mengerjakan shalat – pada malamnya – bulan Ramadhan, tanpa menyuruh orang-orang itu dengan kekerasan – yakni bukan kewajiban. Beliau s.a.w. bersabda: “Barangsiapa berdiri bersembahyang dalam bulan Ramadhan kerana didorong keimanan dan keinginan memperolehi keridhaan Allah, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosanya yang terdahulu.” (Riwayat Muslim)

Jumlah Rak’at Shalat Tarawih

Sabetas yang dapat kami fahami shalat Trawih dikerjakan dengan duapulu roka’at tidak trmasuk shalat witir sebagaimana tertuang dalam beberapa kitab Fiqih, terutama fiqih as-Syafi’iyah, diantara keterangan tentang jumlah roka’at tarowih adalah:

عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : كَانُوا يَقُومُونَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً

“Diriwayatkan dari al-Sa`ib bin Yazid radhiyallahu `anhu. Dia berkata : “Mereka (para shahabat) melakukan qiyam Ramadhan pada masa Umar bin al-Khatthab sebanyak dua puluh rakaat.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi di dalam Sunan al-Kubro, I/496. dengan sanad yang shahih sebagaimana dinyatakan oleh Imam al-`Aini, Imam al-Qasthallani, Imam al-Iraqi, Imam al-Nawawi, Imam al-Subki, Imam al-Zaila`i, Imam Ali al-Qari, Imam al-Kamal bin al-Hammam dan lain-lain.

Menurut disiplin ilmu hadis, hadis ini di sebut hadis mauquf (Hadis yang mata rantainya berhenti pada shahabat dan tidak bersambung pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam). Walaupun mauquf, hadis ini dapat dijadikan sebagai hujjah dalam pengambilan hukum, Karena masalah shalat Tarawih termasuk jumlah rakaatnya bukanlah masalah ijtihadiyah.

Baca Juga :  √ Kultum Ramadhan Tentang Puasa 6 Hari dari Bulan Syawwal

Selain itu juga ada ijmak para shahabat, adapun keterangan dalam Fiqih itu sangat banyak bahkan stiap fiqih Syafi’iya selalu dijelaskan bahwa roka’at Tarawih itu 20 raka’at. Wallahu’alam

Ijmak para shahabat Nabi tentang Shalat Tarawih.

Ketika Sayyidina Ubay bin Ka`ab mengimami shalat Tarawih sebanyak dua puluh rakaat, tidak ada satupun shahabat yang protes, ingkar atau menganggap bertentangan dengan sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Jika yang beliau lakukan itu memamng menyalahi sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kenapa para shahabat semuanya diam? Artinya ini menunjukkan bahwa mereka setuju dengan apa yang dilakukan oleh Sayyidina Ubay bin Ka`ab. Anggapan bahwa mereka takut terhadap Sayyidina Umar bin al-Khatthab adalah pelecehan yang sangat keji terhadap para shahabat. Para shahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang-orang yang terkenal pemberani dan tak kenal takut melawan kebatilan, Bagaimana mungkin para shahabat sekaliber Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Abu Hurairah, Sayyidah A`isyah dan sangat banyak shahabat senior lainnya (radhiyallahu `anhum ajma`in)

Namun demikian kami penulis juga sangat menghargai bagi yang berpendapat bahwa shalat tarawih itu jumlah roka’atnya hanya delapan roka’at dengan menggunakan dalil-dalil seperti yang disampaikan Stiti Aisya r.a., sakalipun hadits tersebut menurut pandangaan kami itu bukan dalil Tarawih, karena Siti Aisya r.a. menerangkan: “baik didalm bulan Ramdhan maupun di luar bulan Ramadhan” dan Babnya itu ada pada Bab shalat witir hadits tersebut waktu kami masih nyantri tahun 1982 sudah kami baca beulang-ulang dalam kitab Bulugul-Marom juga ada, dan itupun diterangkan empat-empat tiga namun ada yang perlu di garisbawahi untuk dianalisa pada kaliamt “Siti Aisyah tidak menanyakan atas panjangnya shalat tersebut….” Wallahu’alam

Baca Juga :   √ Kultum Tentang Hal Yang Perlu Dihindari Saat Berpuasa

Bagi kami tidak terlalu penting membicarakan soal jumlah roka’atnya karena Imam Malik juga melaksanakan shalat tarawih dengan jumlah tiga puluh enam roka’at di Madinah, jadi bagi kami sekalipun mau lebih dari 36 raka’at atau bahkan kurang dari 4 raka’at itu kembali kepada pribadi masing-masing, permasalahnanya masih ada yang lebih penting dari itu, bahkan bagi kami andai tidak mengerjakan shalat tarawihpun itu hak masing-masing juga justru bagi kami yang menjadi pertanyaan adalah: mengaku islam beriman dan tidak ada udzur syar’i tapi ia tidak menunaikan ibadah puasa??? Wallahu’alam semoga mendapat hidayah.

Hadhirin Kaum muslimin Rahimakumullah, kerjakanlah apa yang sudah menjadi kebiasaannya masing-masing selama itu ada tunutunannya dan fokuslah di bulan yang suci ini untuk mencari ridha Allah SWT.

Demikian yang dapat kami sampaikan, terimakasih atas segala perhatian dan mohon ma’af atas segala kekurangan.

بِاللهِ التَّوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ و الرِّضَا وَالْعِنَايَةُ وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

Demikian ulasan : Kultum Tentang Sunnah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan, Semoga dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Kultum ini bersambung ke Kultum Tentang Keutamaan Mengerjakan Shalat Malam Lailatul-Qadar  silahkan klik judul tersebut.Terimakasih.